Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 5 Desember 2016 17:22
Bantu Tugas Kepolisian,
16 Personil dan 3 Warga Terima Penghargaan Kapolres Kampar


Senin, 5 Desember 2016 17:16
Tiga Bulan Buron,
Satu Tahanan Kabur Polsek Bukit Raya, Pekanbaru Berhasil Ditangkap


Senin, 5 Desember 2016 17:09
Polres Kampar Ungkap Perampokan Pedagang Emas di Rumbio

Senin, 5 Desember 2016 17:03
Terkait Pembayaran TPP RSUD AA,
Pemprov Sebut Hanya Melaksanakan Rekomendasi KPK dan BPKP


Senin, 5 Desember 2016 16:54
Sampai November 2016, Kunjungan Wisata di Rohul Meningkat Tajam

Senin, 5 Desember 2016 16:21
Pembangunan Jembatan Waterfront City,
‪Bupati Kampar Pastikan Selesai Tepat Waktu


Senin, 5 Desember 2016 16:18
Ayah dan Anak Tewas Menggenaskan di Jalintim Pelalawan

Senin, 5 Desember 2016 16:12
‪Jefry Noer: Akhiri Praktek Dualisme di Lima Desa

Senin, 5 Desember 2016 16:06
Diindikasi Politik Uang,
Masyarakat dan BPBD Desa Tangun, Rohul Tolak Hasil Pilkades


Senin, 5 Desember 2016 15:59
Difasilitasi Polresta Pekanbaru,
Besok, Pemprov-RSUD AA Bahas Pergub No.12/2016




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Agustus 2011 22:43
Sengketa Lahan Main Stadium PON,
Pemprov Riau Balik Laporkan Penggugat ke Polisi


Pemprov Riau selaku tergugat oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya dalam kasus sengketa lahan Main Stadium PON kembali balik melaporkan pihak penggugat ke polisi. Pasalnya, pihak penggugat dinilai telah menggunakan dokumen palsu.

Riauterkini-PEKANBARU- Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau selaku tergugat dalam kasus pemilikan lahan 18 hektare Main Stadium PON XVIII oleh warga warga dan PT Hasrat Tata Jaya terus melakukan upaya hukum.

Selain mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA), dalam waktu dekat Pemprov Riau melalui Kuasa Hukum-nya, Makhfuzat Zein, SH berencana melakukan melaporkan pihak penggugat ke polisi karena dinilai telah telah menggunakan dokumen palsu kepemilikan lahan.

Demikian diungkapkan Makhfuzat saat dikonfirmasikan, Jumat (12/8/11), usai menghadiri acara pertemuan antara pihak Universitas Riau (UR), Pemprov Riau yang diwakili Asisten I Abdul Latif serta Biro Perlengkapan, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau.

"Kita akan polisikan para penggugat itu. Ini sudah penipuan namanya. Karena surat yang mereka miliki adalah palsu," tukasnya seraya menambahkan, surat sah kepemilikan lahan berupa sertifikat kini dipegang oleh Pemprov Riau.

Makhfuzat mengaku, jalur hukum ini memang harus ditempuh. Karena ke depan, Pemprov tak ingin lahan Pemprov yang tersebar di beberapa titik kembali diklaim oleh orang tak bertanggung jawab. Apalagi, di atas lahan yang mereka klaim itu ada bangunan Main Stadium, yang saat ini menjadi fokus pembangunan Pemprov Riau untuk PON XVIII tahun 2012 nanti.

Ia menambahkan, Pemprov mengendus ada indikasi kejanggalan surat tanah milik PT Hasrat Tata Jaya yang masih berstatus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang dasarnya SKT milik masyarakat. ''Setelah dilakukan pengujian forensik di Medan ternyata surat itu palsu atau non autentik,'' ungkap Makhfuzat.

Jika itu benar semua bukti-bukti yang telah dikantongi Tergugat akan dijadikan senjata untuk pengajuan PK di MA dan hebatnya akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Riau terkait pemalsuan surat-surat.

''Kita juga akan melaporkan masalah ini ke Polda Riau karena telah menggunakan surat-surat palsu,'' ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Rektor Universitas Riau (UR) Ashaluddin Jalil. Dikatakannya, surat dan dokumen yang dimiliki oleh pihak penggugat semuanya palsu. Hal itu didasari dari dokumen uji forensik di Medan Sumatera Utara, dimana terdapat kejanggalan dari keterangan yang disampaikan pada surat tersebut.

Di tempat terpisah, Asisten I Setdaprov Riau, Abdul Latief saat dimintai keterangan terlihat enggan berkomentar. Begitu juga Kepala Biro Humas Chairul Riski. Dengan alasan bukan untuk konsumsi publik karena menyangkut strategi Pemprov menghadapi gugatan 5 orang warga yang dikomandoi oleh PT Hasrat Tata Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya Lahan jalan akses menuju Main Stadium PON XVIII, 2012 yang berada dikawasan Universitas Riau terancam disita oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya. Alasannya tanah itu masih bersengketa di pengadilan yang sejauh ini putusan MA memenangkan warga dan PT Hasrat Tata Jaya sebagai pemilik lahan seluas 18 Haktar. *** (dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Bulan Buron,
Satu Tahanan Kabur Polsek Bukit Raya, Pekanbaru Berhasil Ditangkap

- Polres Kampar Ungkap Perampokan Pedagang Emas di Rumbio
- Ayah dan Anak Tewas Menggenaskan di Jalintim Pelalawan
- Berkat Rekaman CCTV,
Maling Spesialis Bongkar Sekolah di 5 TKP Pekanbaru Tertangkap

- Pria Tua Ditemukan Mengapung di Sungai Siak
- Tiga Lagi DPO, Polisi Rohul Tangkap Lima Pencuri Sapi di Dua Lokasi
- Perkara Korupsi Dana Hibah Pemprov Riau,
Jaksa Tunda Tuntut Ketua IGRA dan Empat Kepsek TK Pelalawan



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.155.163
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com