Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juni 2016 15:24
Shalat Idul Fitri 2016 di Rohul Dilaksanakan di 530 Lokasi

Kamis, 30 Juni 2016 15:21
5,000 Alat Berat Beroperasi di Riau,
Dewan Sayangkan Hanya 430 Unit yang Bayar Pajak


Kamis, 30 Juni 2016 14:11
Harga TBS Sawit di Rohul Turun Rp87,46 Per Kg dan Karet Turun Rp200 Per Kg

Kamis, 30 Juni 2016 14:07


Kamis, 30 Juni 2016 14:07
Bupati Inhil Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Siak 2016

Kamis, 30 Juni 2016 13:58
Larang Pakai Mobnas, Wabup Bengkalis Ingatkan ASN Tidak Nambah Libur Lebaran

Kamis, 30 Juni 2016 13:31
Gubri Intruksikan Dinas BM Siagakan Alat Berat di 9 Titik Rawan Longsor Jalur Mudik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Agustus 2011 22:43
Sengketa Lahan Main Stadium PON,
Pemprov Riau Balik Laporkan Penggugat ke Polisi


Pemprov Riau selaku tergugat oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya dalam kasus sengketa lahan Main Stadium PON kembali balik melaporkan pihak penggugat ke polisi. Pasalnya, pihak penggugat dinilai telah menggunakan dokumen palsu.

Riauterkini-PEKANBARU- Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau selaku tergugat dalam kasus pemilikan lahan 18 hektare Main Stadium PON XVIII oleh warga warga dan PT Hasrat Tata Jaya terus melakukan upaya hukum.

Selain mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA), dalam waktu dekat Pemprov Riau melalui Kuasa Hukum-nya, Makhfuzat Zein, SH berencana melakukan melaporkan pihak penggugat ke polisi karena dinilai telah telah menggunakan dokumen palsu kepemilikan lahan.

Demikian diungkapkan Makhfuzat saat dikonfirmasikan, Jumat (12/8/11), usai menghadiri acara pertemuan antara pihak Universitas Riau (UR), Pemprov Riau yang diwakili Asisten I Abdul Latif serta Biro Perlengkapan, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau.

"Kita akan polisikan para penggugat itu. Ini sudah penipuan namanya. Karena surat yang mereka miliki adalah palsu," tukasnya seraya menambahkan, surat sah kepemilikan lahan berupa sertifikat kini dipegang oleh Pemprov Riau.

Makhfuzat mengaku, jalur hukum ini memang harus ditempuh. Karena ke depan, Pemprov tak ingin lahan Pemprov yang tersebar di beberapa titik kembali diklaim oleh orang tak bertanggung jawab. Apalagi, di atas lahan yang mereka klaim itu ada bangunan Main Stadium, yang saat ini menjadi fokus pembangunan Pemprov Riau untuk PON XVIII tahun 2012 nanti.

Ia menambahkan, Pemprov mengendus ada indikasi kejanggalan surat tanah milik PT Hasrat Tata Jaya yang masih berstatus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang dasarnya SKT milik masyarakat. ''Setelah dilakukan pengujian forensik di Medan ternyata surat itu palsu atau non autentik,'' ungkap Makhfuzat.

Jika itu benar semua bukti-bukti yang telah dikantongi Tergugat akan dijadikan senjata untuk pengajuan PK di MA dan hebatnya akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Riau terkait pemalsuan surat-surat.

''Kita juga akan melaporkan masalah ini ke Polda Riau karena telah menggunakan surat-surat palsu,'' ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Rektor Universitas Riau (UR) Ashaluddin Jalil. Dikatakannya, surat dan dokumen yang dimiliki oleh pihak penggugat semuanya palsu. Hal itu didasari dari dokumen uji forensik di Medan Sumatera Utara, dimana terdapat kejanggalan dari keterangan yang disampaikan pada surat tersebut.

Di tempat terpisah, Asisten I Setdaprov Riau, Abdul Latief saat dimintai keterangan terlihat enggan berkomentar. Begitu juga Kepala Biro Humas Chairul Riski. Dengan alasan bukan untuk konsumsi publik karena menyangkut strategi Pemprov menghadapi gugatan 5 orang warga yang dikomandoi oleh PT Hasrat Tata Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya Lahan jalan akses menuju Main Stadium PON XVIII, 2012 yang berada dikawasan Universitas Riau terancam disita oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya. Alasannya tanah itu masih bersengketa di pengadilan yang sejauh ini putusan MA memenangkan warga dan PT Hasrat Tata Jaya sebagai pemilik lahan seluas 18 Haktar. *** (dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Bupati Pelalawan Pimpin Apel Ramadniya Siak 2016
- Belum Ada Tersangka, Polisi Mulai Kuak Sebab Dua Kapal Pemkab Bengkalis Terbakar
- Porles Bengkalis Kerahkan 300 Personil Amankan Idul Fitri 1437 H
- Polres Bengkalis Musnahkan 7,9 Kg Narkoba
- Korupsi KUR, 5 Mantan Pegawai BRI Rengat Dihukum 1 dan 2 Tahun
- Kapolda Riau Pimpin Gelar Pasukan Ops Ramadniya 2016
- Jelang Lebaran, Produk Ilegal Malaysia Banjiri Pasar di Meranti


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.73.215
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com