Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Pebruari 2017 22:10
Danrem 031 Wirabima Jabat Dantim Satgas Karlahut Riau

Senin, 20 Pebruari 2017 21:31
Siak Optimis Pertahankan Piala Adipura Kota Kecil Terbersih

Senin, 20 Pebruari 2017 20:26
Penyegelan Kantor DPW PAN Riau Dinilai Memalukan

Senin, 20 Pebruari 2017 20:20
Polisi Amankan Pelaku Pencurian di Kotabaru, Inhil

Senin, 20 Pebruari 2017 19:08
Tekan Laka Lantas, Satlantas Polres Inhil Bentuk Komunitas Korban

Senin, 20 Pebruari 2017 18:46
Dihadiri Wabup Padang Pariaman,
Bupati Harris Hadiri Pengukuhan Pengurus DPD PKDP Pelalawan


Senin, 20 Pebruari 2017 18:42
Wabup Kuansing Kunjungi Bazar UKM Benai

Senin, 20 Pebruari 2017 18:37
Tatib Pemilihan Gubri, Pansus DPRD Riau Coret Poin Kearifan Lokal

Senin, 20 Pebruari 2017 18:10
Pasca Dilantik Plt Bupati Rohul, Kades Terpilih dan Camat Mulai Jalani Sertijab

Senin, 20 Pebruari 2017 17:45
Pukat Hela Kembali Resahkan Nelayan Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Agustus 2011 22:43
Sengketa Lahan Main Stadium PON,
Pemprov Riau Balik Laporkan Penggugat ke Polisi


Pemprov Riau selaku tergugat oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya dalam kasus sengketa lahan Main Stadium PON kembali balik melaporkan pihak penggugat ke polisi. Pasalnya, pihak penggugat dinilai telah menggunakan dokumen palsu.

Riauterkini-PEKANBARU- Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau selaku tergugat dalam kasus pemilikan lahan 18 hektare Main Stadium PON XVIII oleh warga warga dan PT Hasrat Tata Jaya terus melakukan upaya hukum.

Selain mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA), dalam waktu dekat Pemprov Riau melalui Kuasa Hukum-nya, Makhfuzat Zein, SH berencana melakukan melaporkan pihak penggugat ke polisi karena dinilai telah telah menggunakan dokumen palsu kepemilikan lahan.

Demikian diungkapkan Makhfuzat saat dikonfirmasikan, Jumat (12/8/11), usai menghadiri acara pertemuan antara pihak Universitas Riau (UR), Pemprov Riau yang diwakili Asisten I Abdul Latif serta Biro Perlengkapan, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau.

"Kita akan polisikan para penggugat itu. Ini sudah penipuan namanya. Karena surat yang mereka miliki adalah palsu," tukasnya seraya menambahkan, surat sah kepemilikan lahan berupa sertifikat kini dipegang oleh Pemprov Riau.

Makhfuzat mengaku, jalur hukum ini memang harus ditempuh. Karena ke depan, Pemprov tak ingin lahan Pemprov yang tersebar di beberapa titik kembali diklaim oleh orang tak bertanggung jawab. Apalagi, di atas lahan yang mereka klaim itu ada bangunan Main Stadium, yang saat ini menjadi fokus pembangunan Pemprov Riau untuk PON XVIII tahun 2012 nanti.

Ia menambahkan, Pemprov mengendus ada indikasi kejanggalan surat tanah milik PT Hasrat Tata Jaya yang masih berstatus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang dasarnya SKT milik masyarakat. ''Setelah dilakukan pengujian forensik di Medan ternyata surat itu palsu atau non autentik,'' ungkap Makhfuzat.

Jika itu benar semua bukti-bukti yang telah dikantongi Tergugat akan dijadikan senjata untuk pengajuan PK di MA dan hebatnya akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Riau terkait pemalsuan surat-surat.

''Kita juga akan melaporkan masalah ini ke Polda Riau karena telah menggunakan surat-surat palsu,'' ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Rektor Universitas Riau (UR) Ashaluddin Jalil. Dikatakannya, surat dan dokumen yang dimiliki oleh pihak penggugat semuanya palsu. Hal itu didasari dari dokumen uji forensik di Medan Sumatera Utara, dimana terdapat kejanggalan dari keterangan yang disampaikan pada surat tersebut.

Di tempat terpisah, Asisten I Setdaprov Riau, Abdul Latief saat dimintai keterangan terlihat enggan berkomentar. Begitu juga Kepala Biro Humas Chairul Riski. Dengan alasan bukan untuk konsumsi publik karena menyangkut strategi Pemprov menghadapi gugatan 5 orang warga yang dikomandoi oleh PT Hasrat Tata Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya Lahan jalan akses menuju Main Stadium PON XVIII, 2012 yang berada dikawasan Universitas Riau terancam disita oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya. Alasannya tanah itu masih bersengketa di pengadilan yang sejauh ini putusan MA memenangkan warga dan PT Hasrat Tata Jaya sebagai pemilik lahan seluas 18 Haktar. *** (dok)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Amankan Pelaku Pencurian di Kotabaru, Inhil
- Berkelahi Pakai Sajam, Seorang Ayah di Kampar Luka Dibacok Anak
- Setahun Tangani 700 Perkara, PN Bengkalis Masih Kekurangan Hakim
- Diduga Fiktif, Kejari Bengkalis Selidiki Dana Desa Batang Duku
- Tunggu Audit BPKP,
Kejati Riau Terus Dalami Penyidikan Korupsi Jembatan Pedamaran I dan II

- Miliki 854 Butir Ekstasi, Wargad Asal Aceh dan Dua Temannya Ditangkap Polresta Pekanbaru
- Pemadam Cepat Tiba, Rumah Kontrakan Milik Pejabat Inhil Selamat dari Kebakaran


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.158.163
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com