Untitled Document
Kamis, 4 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 26 Nopember 2014 23:47
148 KK Korban Banjir di Sei Mandian, Rohul Mengungsi di Tenda Darurat

Rabu, 26 Nopember 2014 23:42
Best Instutional Development,
Kadin Bengkalis Terima Penghargaan Kadin Riau Award 2014


Rabu, 26 Nopember 2014 23:38
Tenggelam Saat Latihan,
Jasad Atlet Dayung Berhasil Ditemukan


Rabu, 26 Nopember 2014 23:33
Pemkab Bengkalis Sosialisasikan Norma Standar Tata Ruang

Rabu, 26 Nopember 2014 23:28
Blusukan Pasar Bawah, Pekanbaru Belum Pasti,
Pagi-pagi Presiden Jokowi Kunjungi Meranti


Rabu, 26 Nopember 2014 23:14
Diduga Sopir Mengantuk, Seorang Warga Muara Lembu, Kuansing Tewas Tertabrak

Rabu, 26 Nopember 2014 23:10
Warga Bengkalis Tewas Kesetrum Genset



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 Agustus 2011 22:43
Sengketa Lahan Main Stadium PON,
Pemprov Riau Balik Laporkan Penggugat ke Polisi


Pemprov Riau selaku tergugat oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya dalam kasus sengketa lahan Main Stadium PON kembali balik melaporkan pihak penggugat ke polisi. Pasalnya, pihak penggugat dinilai telah menggunakan dokumen palsu.

Riauterkini-PEKANBARU- Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau selaku tergugat dalam kasus pemilikan lahan 18 hektare Main Stadium PON XVIII oleh warga warga dan PT Hasrat Tata Jaya terus melakukan upaya hukum.

Selain mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA), dalam waktu dekat Pemprov Riau melalui Kuasa Hukum-nya, Makhfuzat Zein, SH berencana melakukan melaporkan pihak penggugat ke polisi karena dinilai telah telah menggunakan dokumen palsu kepemilikan lahan.

Demikian diungkapkan Makhfuzat saat dikonfirmasikan, Jumat (12/8/11), usai menghadiri acara pertemuan antara pihak Universitas Riau (UR), Pemprov Riau yang diwakili Asisten I Abdul Latif serta Biro Perlengkapan, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau.

"Kita akan polisikan para penggugat itu. Ini sudah penipuan namanya. Karena surat yang mereka miliki adalah palsu," tukasnya seraya menambahkan, surat sah kepemilikan lahan berupa sertifikat kini dipegang oleh Pemprov Riau.

Makhfuzat mengaku, jalur hukum ini memang harus ditempuh. Karena ke depan, Pemprov tak ingin lahan Pemprov yang tersebar di beberapa titik kembali diklaim oleh orang tak bertanggung jawab. Apalagi, di atas lahan yang mereka klaim itu ada bangunan Main Stadium, yang saat ini menjadi fokus pembangunan Pemprov Riau untuk PON XVIII tahun 2012 nanti.

Ia menambahkan, Pemprov mengendus ada indikasi kejanggalan surat tanah milik PT Hasrat Tata Jaya yang masih berstatus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang dasarnya SKT milik masyarakat. ''Setelah dilakukan pengujian forensik di Medan ternyata surat itu palsu atau non autentik,'' ungkap Makhfuzat.

Jika itu benar semua bukti-bukti yang telah dikantongi Tergugat akan dijadikan senjata untuk pengajuan PK di MA dan hebatnya akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Riau terkait pemalsuan surat-surat.

''Kita juga akan melaporkan masalah ini ke Polda Riau karena telah menggunakan surat-surat palsu,'' ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Rektor Universitas Riau (UR) Ashaluddin Jalil. Dikatakannya, surat dan dokumen yang dimiliki oleh pihak penggugat semuanya palsu. Hal itu didasari dari dokumen uji forensik di Medan Sumatera Utara, dimana terdapat kejanggalan dari keterangan yang disampaikan pada surat tersebut.

Di tempat terpisah, Asisten I Setdaprov Riau, Abdul Latief saat dimintai keterangan terlihat enggan berkomentar. Begitu juga Kepala Biro Humas Chairul Riski. Dengan alasan bukan untuk konsumsi publik karena menyangkut strategi Pemprov menghadapi gugatan 5 orang warga yang dikomandoi oleh PT Hasrat Tata Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya Lahan jalan akses menuju Main Stadium PON XVIII, 2012 yang berada dikawasan Universitas Riau terancam disita oleh warga dan PT Hasrat Tata Jaya. Alasannya tanah itu masih bersengketa di pengadilan yang sejauh ini putusan MA memenangkan warga dan PT Hasrat Tata Jaya sebagai pemilik lahan seluas 18 Haktar. *** (dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tenggelam Saat Latihan,
Jasad Atlet Dayung Berhasil Ditemukan

- Diduga Sopir Mengantuk, Seorang Warga Muara Lembu, Kuansing Tewas Tertabrak
- Warga Bengkalis Tewas Kesetrum Genset
- Operasi Zebra Satlantas Polres Bengkalis di Duri Jaring Puluhan Ranmor
- Dewan Mengecam,
FPI Ingatkan Polisi Insiden Musholla RRI Sangat Serius

- Cukong Perambah Hutan Cagar Biosfer Diamankan Polsek Pinggir
- Operasi Zebra 2014, Polres Rohil Kerahkan 55 Personil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.239.54
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com