Untitled Document
Rabu, 2 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 30 Juli 2014 01:19
Idul Fitri H+2, Istana Siak Dipadati Wisatawan

Selasa, 29 Juli 2014 19:08
Puluhan Lapak PKL di Jalan Agus Salim Dibongkar Eksavator

Selasa, 29 Juli 2014 18:22
Open Hose Hari Kedua di Rumdis Gubri,
Tanpa Tuan Rumah dan Tamu tak Disuguhi Makanan Sedikitpun


Selasa, 29 Juli 2014 17:40
Bank Mandiri Duri Himbau Nasabah Kebobolan Rekening Segera Melapor

Selasa, 29 Juli 2014 17:33
Satelit Terra dan Aqua Deteksi 143 Titik Hot Spot di Riau

Selasa, 29 Juli 2014 14:45
Lebaran Kedua,,
Open House di Kediaman Bupati InhilTetap Ramai Didatangi Warga


Selasa, 29 Juli 2014 14:42
a



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Mei 2012 08:40
Dihadang Warga Kampar Kiri,
Dishut Kampar Amakan Dua Alat Berat Perambah Hutan


Dinas Kehutanan Kampar dibantu kepolisian dan TNi melakukan penertiban perambah di hutan produksi terbatas (HPT) Kampar Kiri. Penyitaan dua alat berat sempat dihadang puluhan warga setempat.

Riauterkini-KAMPARKIRI-Tim Terpadu Pemberatasan Iilegal loging Kabupaten Kampar berhasil mengamankan satu unit alat berat Buldozer yang tengah melakukan pekerjaan pembuatan jalan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai lipai di Desa Lipat Kain Kecamatan Kampar kiri. Kamis (24/5/12).

Operasi ini dipimpim langsung Kadis Kehutanan Kabupaten Kampar M Syukur bekerjasama dengan pihak Kodim dan Polres Kampar serta anggota Satpol PP Kampar beserta para wartawan termasuk riauterkini.com.

Setelah melewati kawasan perkebunan yang bebukit dan curam sampai dilokasi kawasan HPT tersebut dan menemukan satu unit alat berat Buldozer tengah melakukan pekerjaan pembuatan jalan. Alat berat itu disewa oleh Prezer warga Kampar Kiri dengan alasan bahwa lahan tersebut miliknya.

Ketika melakukan penangkapan alat berat Prezer tidak sendirian ia berama istrinya Ratnawilis yang sempat mencak-mencak ketika tim berusaha mengamankan dan mengambil kunci alat berat, bahkan Ratnawilis sempat mengeluarkan kata-kata kotor dan mengancam tidak akan menyerahkan kunci alat berat tersebut.

‘’ Jangan seenaknya saja membawa alat berat ini, apa salah kami, ini lahan kami kami rakyat hidup dari hutan dan bapak-bapak memang enak yang hanya hidup dari uang negara,’’ teriak Ratnawilis sambil mencak-mencak dan mengeluarkan kata-kata kotor.

Namun tim tidak menyerah begitu saja lalu berusaha membujuk agar Ratnawilis mau menyerahkan kunci alata berat tersebut karena dinilai telah melakukan tindakan yang salah. Setelah memakan waktu hampir satu jam akhirnya Ratnawilis mau menyerahkan kunci alat berat ketika tim berjanji akan membayar kerugian yang telah dialami Ratnawilis. Dan alat berat itupun berhasil dibawa ke Mapolres Kampar bersama operator aat berat untuk diproses lebih lanjut.

Kemudian tim melanjutkan operasi ke kawasan yang tak jauh dari lokasi penangkapan alat berat Buldozer yang disewa Prezer dan Ratnawilis. Karena menurut informasi kawasan tersebut tengah terjadi pekerjaan lahan dengan menggunakan alat berat Eskavator.

Mendapat informasi tersebut tim berusaha menelusuri kawasan hutan yang berbukit dan curam. Mobil yang membawa Tim ini sempat tidak bisa melanjutkan pencarian karena terhalang sebuang sungai.

Lalu Tim melanjutkan pencarian dengan berjalan kaki dengan menelusuri kawasan berbukitan yang cukup terjal. Meski dengan menelusuri kawasan yang berbukit-bukit dan cukup menantang pencarian ini tidak sia-sia. Tim berhasil menemukan alat berat Eskavator tengah bekerja.

Lalu alat berat tersebut berusaha diamankan dan akan dibawa untuk menjadi barang bukti. Namun baru setengah perjalanan dan ketika waktu saat itu menunjukkan sekitar pukul 18.00 wib. Tepat disebuah jalan keluar ditengah hutan terlihat satu unit mobil Daihatsu Avanza menghalangi jalan keluar alat berat tersebut.

Dari dalam mobil terlihat keluar tiga orang pemuda yang mengaku anak kemenakan M Taher Datuk Singo penguasa tanah ulayat desa Lipat Kain. ‘’ Kami mohon agar alat berat ini tidak dibawa karena kami bukan melakukan kegiatan ilog kami bekerja atas perintah ninik mamak diatas tanah ulayat kami,’’ ungkap salah seorang pemuda yang kemudian diketahui bernama Anto ketua pemuda Desa Lipat Kain Utara.

Namun tim tidak menyerah begitu saja dan berusaha menjelaskan bahwa alat berat ini harus untuk diproses.’’ Kami akan bawa alat berat ini sebagai barang bukti untuk diproses sebab telah melakukan kegiatan diatas lahan HPT,’’terang Kadis Kehutanan Kampar M Syukur.

Akan tetapi mereka tetap tidak menerima apabila alat berat tersebut tetap dibawa menjadi barang bukti. Waktu tetap berjalan suasana mulai memanas hingga pukul 20.00 wib proses untuk mengeluarkan alat berat itupun kembali terkendala. Bahkan anak kemenakan dari Datuk Singo mulai berdatangan dengan menggunakan kenderaan roda dua dan kenderaan roda empat ditengah hutan tersebut.

‘’ Jangan coba-coba membawa alat berat ini apabila bapak-bapak bersikeras tetap membawa alat ini jangan salahkan kami apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,’’ ungkap beberapa orang anak kemenakan sembari berteriak dengan nada emosi.

Tak lama kemudian beberapa orang ninik mamak Desa Lipat Kain tiba dilokasi dengan didampingi puluhan anak kemenakan dan meminta agar alat berat escavator tersebut tidak dibawa.

‘’ Kami bererja di atas lahan ulayat kami dan bapak-bapak bisa lihat kami tidak melakukan kegiatan illegal loging dan alat berat ini kami yang menyewa dari uang yang dikumpulkan ninik mamak,’’ ungkap Suratman Datuk Tumenggung salah seorang ninik mamak.

Ditengah hutan yang hanya menggunakan penerangan lampu mobil suasana kembali mencekam namun Kadis Kehutanan Kabupaten Kampar M Syukur berusaha tenang dan memberikan pengertian dan meminta agar para ninik mamak dan anak kemenakan bisa melepas alat berat tersebut untuk dibawa sebagai barang bukti. Namun mereka bersikukuh dan tetap menolak.

Kemudian sekitar pukul 20.30 perundingan kembali dilakukan dan mendapat kata sepakat dan ninik mamak ini mendatangi perjanjian yang berisi antara lain, pertama, bahwa alat berat Eskavator dengan terpaksa diserahkan kepada ninik mamak dan tidak dibawa sebagai barang bukti, kedua,diminta agar tidak melakukan kegiatan diatas lahan tersebut sebelum masalah ini selesai. Ketiga agar para ninik mamak ini menemui Bapak Bupati Kampar untuk membiacarakan status lahan tersebut. Keempat agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap tim.

Setelah surat perjanjian itu dibuat lalu ditandatangi para ninik mamak yang hadir pada malam itu yakni M Taher Datuk Singo, Suratman datuk Tumenggung, Basri M Datuk Godang, Husnizar Datuk Mangkudun dan Harianto Ketua Pemuda Desa Lipat Kain Utara.

Kemudain massa mulai membubarkan diri dan tim mulai bergerak keluar dari kawasan tersebut. Ketika sampai dipintu keluar kawasan lahan tersebut dari pantauan riauterkini.com yang ikut dalam operasi itu terlihat ratusan anak kemenakan sudah stanby dan berjaga-jaga.***(man)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Puluhan Lapak PKL di Jalan Agus Salim Dibongkar Eksavator
- Bank Mandiri Duri Himbau Nasabah Kebobolan Rekening Segera Melapor
- Dua Nyawa Melayang di Jalanan Riau di Hari Raya Idul Fitri 1435 Hihriyah
- Sejumlah Nasabah Mandiri di Duri Merasa Rekeningnya Dibobol
- H-1 Lebaran, Arus Mudik di Riau Rengut 14 Korban Jiwa
- Motor Senggor Kios Bensin Picu Kebakaran di Reteh, Inhil
- Tiga Tewas dan Delapan Hilang,
Kapal Tujuan Bengkalis Tenggelam di Malaysia



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.50.5
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com