Berita Terhangat.. |
Senin, 20 Mei 2013 18:00 Humas Pemkab Inhu Taja Pelatihan Jurnalistik
Senin, 20 Mei 2013 17:47 Dipicu Kicauan di Facebook, Pelajar Keroyok Temannya
Senin, 20 Mei 2013 17:40 Menyingkap Tabir Perkara Bioremediasi CPI
Senin, 20 Mei 2013 17:38 Nyaleg tak Kunjung Mundur, Wabup Rohul Nilai 11 Kades Merugikan Diri Sendiri
Senin, 20 Mei 2013 17:31 9 Hari Waktu Balon Gubri Independen Lengkapi Dukungan
Senin, 20 Mei 2013 17:18 Segera, Konser a special night with Glenn Fredly di Pekanbaru
Senin, 20 Mei 2013 17:12 Positif Narkotika, Dua Personil Satpol PP Pekanbaru Dipecat
|
|
|
|
Senin, 2 Juli 2012 21:12 Lahan Diserobot PT Palma Satu, Petani Pancur Laporkan ke Polres Inhil
Petani Pancur datangi Mapolres Inhil untuk mengadukan penyerobotan lahan yang dilakukan PT Palma Satu.
Riauterkini-TEMBILAHAN-Lahan diserobot dan PT Palma Satu, dua perwakilan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selamat, Desa Pancur mengadu ke Kepolisian Resort (Polres) Indragiri Hilir (Inhil).
Begitu sampai di ruangan SPKT Polres Inhil, Senin (2/7/12) sekitar pukul 15.00 WIB, para petani langsung menyampaikan kondisi lapangan kepada Kapolres.
Mereka yang melaporkan dugaan penyerobotan dan perusakan lahan
tersebut, yakni Ahmad Rizal Zuhdi, Ketua Gapoktan Selamat Desa Pancur
(sebagai Pelapor) dan H Adam Muhammad, Kepala Parit Selamat VI Desa
Pancur (sebagai Saksi). Keduanya didampingi kuasa hukum, Zainuddin
Acang, SH.
Setelah laporan perwakilan petani tersebut diterima di bagian SPKT
dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : B/12/VII/2012/POLRES
INHIL, kemudian kedua petani ini diminta keterangan oleh penyidik di
ruangan Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Inhil.
Sebelum melaporkan dugaan penyerobotan dan perusakan lahan ini,
perwakilan petani ini didampingi tim kuasa hukumnya menghadap Kapolres
Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melaporkan kondisi terkini di lapangan
yang dikuasai PT Palma Satu.
Karena sampai saat ini pihak PT Palma Satu tidak mengindahkan hasil
hearing dengan DPRD Inhil beberapa waktu lalu, bahkan mereka terus
menambah eksavator bekerja merusak lahan petani Desa Pancur. Tentunya
dikhawatirkan aktifitas perusahaan sawit ini memancing kemarahan
masyarakat.
"Kita menyampaikan kondisi di lapangan saat ini, dimana berpotensi
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita khawatirkan masyarakat di
lapangan tidak sabar," ungkap Ketua Gapoktan Selamat Ahmad Rizal
Zuhdi.
Menanggapi penyampaian perwakilan petani tersebut, Kapolres Inhil,
AKBP Dedi Rahman Dayan menyatakan bahwa terkait laporan petani ini
akan didalami oleh pihak kepolisian.
"Kita minta juga masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan
tindakan yang dapat merugikan kita semua," imbau Kapolres.***(mar)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|