Berita Terhangat.. |
Senin, 20 Mei 2013 21:11 Demo, Mahasiswa Desa Kadisduk Capil Kampar Dipecat
Senin, 20 Mei 2013 19:34 BUMD Kampar Hadirkan Sejumlah Wahana di Stanum
Senin, 20 Mei 2013 19:26 PT SRL-Dekranasda Meranti Launching Sirup Mangrove Lestari
Senin, 20 Mei 2013 19:25 Keputusan DPP Golkar, Annas-Andi Jago Pilgubri dan Wardan-Rosman Pilbup Inhil
Senin, 20 Mei 2013 19:24 Jon Erizal Hadiri Ulang Tahun Ikatan Mantan Personil Arhanudse 13
Senin, 20 Mei 2013 19:20 Tumpal Hutabarat segera Dikukuhkan Sebagai Ketua IKBR
Senin, 20 Mei 2013 19:18 DRPD Rohil Panggil Inspektorat, Terkait Kades Jarang Ngantor
|
|
|
|
Kamis, 26 Juli 2012 16:19 Penambang Emas Ilegal Kembali Marak di Inhu
Sejumlah aliran sungai di Inhu terancam pencemaran logam berat, menyusul kembali maraknya aktivitas penambang emas tanpa izin alias PETI.
Riauterkini -RENGAT-Ratusan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak
beroperasi disepanjang Sungai Indragiri, wilayah Kecamatan Peranap dan Batang
Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kamis (26/7/12).
Akibat maraknya PETI tersebut, puluhan ibu-ibu yang biasa memanfaatkan air sungai
Indragiri untuk kebutuhan MCK menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Camat Peranap.
Camat Peranap, Ardiansyah Eka Putra kepada riauterkini.com mengatakan, puluhan
ibu-ibu dari beberapa wilayah di Kecamatan Peranap yang mendatangi kantor camat
menyampaikan keluhan akibat semakin maraknya aktivitas PETI.
“Ibu ibu terseebut mengeluhkan dampak aktifitas PETI hingga berakibat, air sungai
menjadi keruh, kotor, berbau bahkan oli dari mesin boncai berserakan. Hal tersebut
mengganggu aktifitas keseharian ibu ibu di sungai," ujarnya.
Selain itu, para ibu-ibu tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran dampak dari
mercury yang dapat mengacam kesehatan masyarakat, sebab aktivitas PETI menggunakan
mercury sebagai zat kimia untuk mengikat emas yang ditambang.
Camat Peranap juga membenarkan aktivitas PETI yang dilakukan berdekatan dengan
pemukiman warga, gedung sekolah, masjid dan fasilitas umum lainnya. Selama ini
masyarakat tetap menggunakan air Sungai Indragiri sebagai sumber air untuk MCK dan
kegiatan lainnya.
Diakui Camat Peranap Ardiansyah, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk
menghentikan aktivtas PETI meskipun dilakukan di wilayah Kecamatan Peranap. Karena
itu, pihaknya sudah melaporkan aktivitas PETI yang meresahkan masyarakat tersebut ke
Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Inhu.
“Sudah ada respon dari Distamben. Ini dibuktikan upaya sosialisasi dengan tokoh
masyarakat di Kecamatan Peranap. Tindakan yang akan dilakukan tergantung pada hasil
keputusan dari pertemuan tersebut. Kalau keinginan Distamben mereka tetap akan
melakukan penertiban terhadap aktivtas PETI,” ungkapnya.
Aktivitas PETI ini juga menimbulkan kehawatiran timbulnya konflik horizontal antar
sesama masyarakat, sebab persoalan ini sudah lama terjadi, dimana pekerjanya juga
masyarakat tempatan. “Kita sarankan setiap desa bentuk tim pemantauan terhadap PETI
dan dampaknya sehingga jika terjadi konflik dapat segera di cegah,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Pertambangan Umum Distamben Inhu, Isran membenarkan bahwa
pihaknya tetap berkeinginan untuk menertibkan aktivitas PETI di wilayah Peranap,
Batang Peranap dan sekitarnya. Namun harus ada langkah-langkah pendekatan persuasif
dengan para penambang sembari mengungkapkan dampak zat kimia dari aktivitas
tersebut.
“Kendala yang selama dihadapi setelah dilakukan penertiban PETI hanya berhenti
sesaat. Setelah itu aktivitas berjalan kembali. Karena yang mempunyai Boncai
merupakan orang luar dan pekerjanya saja yang masyarakat tempatan, sehingga mereka
bisa berpindah-pindah," urainya.
Pihaknya juga masih menunggu hasil pertemuan antara Pemkab Inhu yang difasilitasi
Camat Peranap dengan tokoh masyarakat di Desa Pauh Ranap. “Kita berharap camat dapat
segera melaporkan hasil pertemuan tersebut, sehingga kita bisa mengetahui kebijakan
apa yang akan dibuat,” jelasnya. *** (guh)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
puitra jangan ekonominya aja yang dipikir. pikirin efeknya pada kami yang berada di sebelah hilir.emasnya tak ada limbahnya yang kami dapat. terpapar limbah hg kle tubuh nggak ada obatnya kecuali mati..
john hariano klu memang byk emas di tempat tsbt cari aja investor sehingga perintah bisa mengontrol kegiatan pertambangan
inan sebaiknya buat prtrn dan atrn mainya,yg jls.agr ekonomi msyrkt dpt trwjud dlm ksjhtrny bos.
inan sebaiknya buat prtrn dan atrn mainya,yg jls.agr ekonomi msyrkt dpt trwjud dlm ksjhtrny.
|
|