Untitled Document
Senin, 10 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 20 Mei 2013 12:41
Nanti Sore, DPP Golkar Umumkan Jago untuk Pilgubri

Senin, 20 Mei 2013 11:24
Ikat Satpam,
5 Rampok Gondol Mobil dari Gudang Es Krim Walls


Senin, 20 Mei 2013 11:22
Berdasarkan SK DPP,
PDIP Inhil Resmi Usung HM Wardan-H Rosman Malomo


Senin, 20 Mei 2013 10:09
13 Siswi SMAN 2 Bangko Rohil Kesurupan

Senin, 20 Mei 2013 06:32
Rohul Usulkan Dua Kawasan Hutan jadi Tahura

Senin, 20 Mei 2013 06:28
Mahkota Medical Center Melaka Gelar Patient Gathering

Senin, 20 Mei 2013 06:26
Wakil Rakyat di Rohil Minta PLN Ganti Tiang Listrik Kayu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 Juli 2012 21:15
Sidang Suap PON Riau,
Roem Zein Tertunduk Dengar Rekaman Dirinya Minta Upah Lelah


Setelah sempat bersikap bingung dalam persidangan, akhirnya tersangka suap PON Roem Zein tak berkutik. Anggota DPRD Riau itu tertunduk lesu begitu jaksa memutar rekaman ia minta upah lelah.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati sering menjawab pertanyaan majelis hakim dan jaksa dengan kata tidak tahu dan pura pura bingung.

Akhirnya, Muhammad Roem Zein, anggota DPRD Riau yang bersaksi di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Kamis (26/7/12) siang tadi. Tidak dapat berkutik, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Risma Ansari SH, Asrul Alimin SH dan Nurul Widiasih SH, membuka rekaman percakapan antara saksi dengan Muhammad Dunir (anggota DPRD Riau yang telah ditetapkan sebagai tersangka).

Dimana dalam percakapan itu, diketahui, kalau M Roem Zein yang bersaksi dipersidangan kasus suap PON dengan terdakwa Eka Darma Putra itu, mempertanyakan uang lelah kepada M Dunir.

" Macam mano anu tu Pak Dunir, ni kawan kawan dah pada ngantuk menunggu ni," kata Roem Zein dalam percakapannya.

"Sabarlah dulu Bang, ini masih diupayakan," jawaban telepon dari M Dunir.

Mengetahui adanya rekaman percakapan itu, raut wajah Roem Zein langsung berubah, dan dirinya mengakui, kalau yang berbicara itu dirinya.

Saksi yang merupakan anggota Panitia Khusus (Pansus) dalam pembahasan perda no 5/2008 dan no 6/2010 untuk main stadion PON. Mengaku tidak tahu, dan membantah jika dirinya terlibat terkait uang lelah.

Namun dari rekaman percakapan tersebut, saksi tak menampiknya. Dan raut wajah saksi yang berubah dan mulai grogi itu, langsung ditertawakan pengunjung sidang.

Selain bersaksi dipersidangan dengan terdakwa Eka Darma Putra. M Roem Zein juga memberikan kesaksiannya dipersidangan dengan terdakwa Rahmad Syahputra, Manager KSO PT Pembangunan Perumahan (PP), dengan majelis yang sama yakni, Krosbin L Gaol.

Seperti diketahui, JPU KPK mendakwa Eka Darma Putra, Kasi Sarana dan Prasarana Dispora Riau dan Rahmad Syahputra, Manager KSO PT PP. Karena telah melakukan tindak pidana korupsi suap kepada anggota DPRD Riau.

Dimana uang pemberian hadiah (suap) tersebut, merupakan pemberian untuk perubahan Ranperda nomor 6 tahun 2010 tentang pembangunan stadion PON ke XVIII. Atas perbuatannya, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memberikan suap dijerat dengan pasal 13 UU no 31 tahun 1999 junto 55.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
atan lebay
Alamak....semakin hari semakin banyak saja "pejabat" Riau yang terjerat kasus korupsi ,akan disembunyikan kemana lagi muka kami ini kepada propinsi lainnya...aih aih malunya ini...!

investigasi
mau cari sponsor dengan kepres ha ha ha rusli rusli mana ada yg mau menjadi sponsor kalo buntut buntutnya di periksa KPK, pak rahmat gobel akan pikir 1000 kali walo ada kepres, jadi dari pada sponsor ngak ada bagaimana baleho calon gubri dipasang di setiap venue? trus uang yang di korupsi dipakai untuk acara kembang api yang spektakuler , ha ha ha kacian rusli pening mikir sponsor tarik diri

Rakyat Biasa
Pantasan bang Room kini sudah kaya raya...Padahal dulu sebelum jadi anggota dewan hanya pakai vespa butut dan berumah gubuk di gang sempit...Itu ye kerja dikau...

Cape deh
Itulah enaknya jadi anggota dewan.. Korupsi terus dan terus diotaknya..Itu karena mau jadi anggota dewan membutuhkan dana milyaran rupiah ditambah lagi setelah jadi anggota dewan harus menyetor ke partainya jadi wajar mereka merampoknya kembali dengan cara Haram..

ARy
Rasakan perbuatanmu..kasihan istri dan anakmu mereka kau beri uang haram..jadi apa daging anakmu?haram semuanya dan nerakalah tempatnya nanti..masya Allah

lucu
anggota dewan satu ne pembohong besar dan serakah...hancurlah p3 dibuat nya..hahahahahahahah...

Orang inhil
inilah tipikal pejabat riau umumnya, riau yang konon katanya identik dengan %@!*, yang notabene identik islam, tapi setelah kita dengar dari seluruh indonesia adalah propinsi terkorup. Itukah kehebatan orang %@!*???????????????? Keje males, duit nak banyak.Keje cume merintah orang, kepandaian takde. Itulah %@!*.....

Rokan
Rasokanlah.......nikmatilah ulah mu sendiri

Inilah Kasus Thamsir, Raja Maling
Dalam rinciannya, terdakwa meminta pencairan dana kasbon ke kasda yang dibuat oleh Abdullah Sani, Indriansyah, Nurhadi selaku bendahara dan oknum SKPD. Kemudian dana dicairkan untuk terdakwa sebesar Rp. 46.577.403.000. Selanjutnya, pada Mei Tahun 2006 terdakwa secara lisan meminta uang kepada E. Marwan dan disuruh transfer ke rek ajudan terdakwa yakni Agus sebesar Rp 18 Miliar. Dan uang tersebut digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi. Begitu juga untuk kasbon berikutnya, dimana terdakwa kembali mengajukan kasbon dan kemudian meminta bendahara untuk mencairkan senilai Rp 6 Miliar, Rp. 19,6 Miliar dan Rp 23,5 Miliar. Dari total kasbon terdakwa mencapai Rp. 114.662.203.509," terang JPU. Semasa menjabat, kasbon terdakwa di Pemkab Inhu sudah terlalu banyak yang digunakan terdakwa untuk kepetingan pribadi. Seperti digunakan untuk pencalonan terdakwa untuk menjadi Gubri pada Tahun 2009 lalu. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 jo 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," jelas JPU.


Berita Hukum lainnya..........
- Ikat Satpam,
5 Rampok Gondol Mobil dari Gudang Es Krim Walls

- Polres Dumai Amankan Pelaku Curat dan Judi Togel
- Kapal Angkut Sayur dan Buah Terbakar dan Tenggelam di Bengkalis
- Demo di Polresta,
KPPA Minta Klewang Dihukum Berat

- Ormas Kembali Gagal Duduki Arena Permainan Spider Zone
- Puluhan Pasang Mesum Terjaring Razia Satpol PP Pekanbaru
- 40 Sepeda Motor Terjaring Razia Geng Motor di Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.75.101
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com