Berita Terhangat.. |
Jum’at, 24 Mei 2013 08:16 Galeri Foto Kunjungan Bupati Pelalawan ke Karimuan Kepri
Jum’at, 24 Mei 2013 08:15 RAPP Taja Pelatihan Para Da'i Pulau Padang
Jum’at, 24 Mei 2013 07:56 Sudah Panggil Puluhan Saksi, KPK Belum Jadwalkan Pemeriksaan Tersangka Gubri
Jum’at, 24 Mei 2013 06:53 Tentukan Jago di Pilgubri, DPP Demokrat Terbelah antara Mambang dan Achmad
Jum’at, 24 Mei 2013 06:51 Dibuka Bupati Siak, Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Riau di Kampung Rempak
Jum’at, 24 Mei 2013 06:49 Riau Tertinggi Imput Data SDDKN
Jum’at, 24 Mei 2013 06:46 IKBR Inhu Tuding Forlet Timbulkan Konflik
|
|
|
|
Rabu, 1 Agustus 2012 18:21 Korban Penembakan: Warga Kasikan Tapung Hulu Masih Jalani Operasi
M Nur, warga Kasikan, Tapung Hulu yang menjadi korban penambakan oleh penembak bayaran, masih menjalani operasi di RS Bhayangkara Pekanbaru.
Riauterkini-PEKANBARU-M Nur (55), warga Kasikan, Tapung Hulu, Kampar hingga pukul 15.45 WIB, Rabu (1/8/12) masih menjalani operasi di ruang Istalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara, Pekanbaru.
M Nur merupakan korban penembakan oleh penembak bayaran, Mayor Ridwan Sidabutar, warga sipil bertempat tinggal di Pekanbaru, tadi pagi. Sayangnya anak korban, Akmal yang ditemui riauterkini.com di ruang tunggu IGD RS Bhayangkara Pekanbaru terkesan enggan mengungkapkan modus dari penembakan ayahnya itu.
“Bapak masih dirawat di ruang IGD. Mungkin jam tujuh malam baru selesai operasinya. Kalau melihat kondisi Bapak, kami berdoa tidak terjadi apa-apa dengan beliau. Kini dokter sedang mengangkat peluru yang tertinggal di paha bagian kiri (bukan betis seperti diberitakan sebelumnya, Red),” tutur Akmal.
Saat riauterkini.com mencoba mengorek informasi latar belakang tentang penembakan itu, pria lulusan salah satu perguruan tinggi di Yogyakarka ini terlihat begitu hati-hati. Katanya, kalau soal itu bisa langsung ditanya ke orangtuanya pasca operasi nanti.
“Kalau setahu kami dan juga menurut penuturan Bapak, ada orang-orang tertentu yang merasa terganggu oleh omongan beliau. Bapak itu kalau memberikan masukan atau saran terkesan vokal. Jadi mungkin ada yang tersinggung atau sakit hati,” kilahnya.
Akmal sendiri mengaku, seminggu yang lalu juga menjadi sasaran pemukulan di rumahnya oleh orang tak dikenal. Waktu itu, seseorang datang ke rumahnya dan menanyakan apakah ini memang rumah Pak M Nur.
Akmal yang ditanyai orang tak dikenal itu langsung mengiyakan. Setelah itu tanpa tedeng aling-aling pria itu langsung memukulnya sehingga pelipis kirinya robek dan mendapat tiga jahitan. Tetapi saat ditanya apakah orang yang menembaknya ayahnya sama dengan orang yang memukulnya pekan lalu, Akmal yang kini berdomisili di Jalan Parit Indah Pekanbaru itu menyatakan orangnya berbeda.
Tetapi ia merasa sedikit lega karena tidak lama sejak ayahnya ditembak satu dari dua tersangka pelaku sudah ditangkap dan kini diamankan di Mapolsek Tapung Hulu. Pelaku yang ditangkap itu kemudian diketahui bernama Mayor Ridwan Sidabutar yang profesinya diduga memang sebagai penembak bayaran. Mayor ditangkap setelah terjebak di Pasar Suram. Penangkapan itu sendiri diwarnai aksi tembak menembak antara pelaku dan pihak kepolisian setempat.*** (son)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
miang....... yang begini ni tembak aja tempurung lututnya selesai.....
|
|