Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Mei 2013 10:05
Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Seota

Rabu, 22 Mei 2013 07:18
Jon Erizal Konsolidasi dengan Bacaleg PAK Siak

Rabu, 22 Mei 2013 07:16
Demokrat Rubah Bacaleg untuk DPRD Riau

Rabu, 22 Mei 2013 07:14
Belasan Juta Rupiah, Lapak Pasar Terubuk Bengkalis Diperdagangkan

Rabu, 22 Mei 2013 06:55
Dua Tersangka Narkotika Ditangkap Polres Dumai

Rabu, 22 Mei 2013 06:54
Marzuki Alie tak Tahu Berita Achmad Diusung PD di Pilgubri

Selasa, 21 Mei 2013 19:40
Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Agustus 2012 19:43
Banyak Kasus Tak Tertangani, BBKSDA Riau Akui Kekurangan PPNS

BBKSDA Riau mengaku kekurangan PPNS, sehingga banyak kasus kejahatan kehutanan tidak tertangani. Saat ini BBKSDA hanya memiliki 8 PPNS.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSA) Riau mengaku disebabkan kurangnya tenaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menjadikan banyak kasus kejahatan kehutanan tidak tertangani. Saat ini di BBKSA hanya terdapat 8 PPNS.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Konservasi BBKSDA Riau, Syahimin kepada riaterkini.com, Selasa malam (31/7/12). Disebutkannya, 8 PPNS itu harus berbagi dengan Kepri dalam melaksanakan tugasnya.

Menurut Syahimin, kasus kejahatan hutan di Riau termasuk pembunuhan satwa dilindungi relatif banyak. Sementara jumlah PPNS di BKSDA Riau tidak memadai untuk mereka menangani kasus-kasus kejahatan kehutanan dan pembunuhan satwa dilindungi di Riau. termasuk pembunuhan gajah Sumatera (Elepas Maximus Sumatranus) dan harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae).

"Dengan keterbatasan tersebut, hingga kini BKSDA Riau masih belum melakukan penanganan terhadap 10 kasus pembunuhan gajah Sumatera yang mati dengan dugaan di racun dalam kurun waktu Januari-Juni 2012. Belum lagi kasus pembunuhan harimau sumatera yang juga terjadi pada tahun ini," terangnya.

Kendati demikian, tambah Syahimin, dengan berbagai keterbatasan yang ada, BKSDA Riau tetap akan berupaya untuk mengungkap kasus-kasus kejahatan kehutanan dan pembunuhan satwa dilindungi di Riau. Menurutnya, penanganan berbagai kasus kejahatan kehutanan dan pembunuhan satwa dilindungi memerlukan waktu yang tidak sebentar.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Wiranto
Prihatin dengan keadaan iki, mosok ono tenaga 8 orang gak bisa apa2 terhadap satupun kematian gajah dan harimau,iki jenenge BBKSDA memle

Fadrizal Labay
PPNS Kehutanan di Riau ini jumlahnya ratusan orang, kenapa tidak meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kehutanan setempat

luster manurung.
maka kita jgn berpedoman sama anak tempatan(putra daerah).hasilnya ya gini. Kita sendiri tdk punya SDM yg cukup handal. Jangan priori terhadap hal2 yg belum tentu benar. Kita harus saling percaya. Ok bosss....????


Berita Hukum lainnya..........
- Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Seota
- Belasan Juta Rupiah, Lapak Pasar Terubuk Bengkalis Diperdagangkan
- Dua Tersangka Narkotika Ditangkap Polres Dumai
- Bagai Film Laga, Warga Pelalawan Halau Kawanan Rampok
- Edar Sabu, Pemilik Kolam Renang Ditangkap Polres Pelalawan
- Kasus Penamparan Guru,
Putri Said Nurjaya Keceplosan Sebut Bapaknya Tampar Nurbaiti

- Rekontruksi Pembunuhan,
Ani Toke Getah Dibacok Lima Kali



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.212.158
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com