Untitled Document
Senin, 1 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 24 Nopember 2014 11:47
Paman Bejat, Cabuli Keponakan Berumur 6 Tahun di Pekanbaru

Senin, 24 Nopember 2014 11:41
Masih Proses Penyidikan,
Kasus Korupsi Setwan DPRD Riau Tak Mungkin Diendapkan


Senin, 24 Nopember 2014 11:38
KRPHPMR Gelar Aksi Demo,
Ratusan Mobil Perusahaan di Duri Ditahan


Senin, 24 Nopember 2014 06:58
Kepemimpinan Herliyan di PAN Riau Terguncang Mosi tak Percaya

Senin, 24 Nopember 2014 06:56
Terus Kehujanan, Turap Venue Dayung di Kuansing Ambruk

Senin, 24 Nopember 2014 06:53
Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR

Senin, 24 Nopember 2014 06:49
671 PNS Dimutasi, Pelayanan RSUD Indrasari dan Disdukcapil Inhu Terganggu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 September 2012 07:55
Upika Inuman Kuansing Hanyutkan 30 PETI

Sebanyak 30 unit peralatan penambang emas tampa izin (PETI) dihanyutkan Upika Inuman, Kuantan Singingi. Penertipan dilakukan karena aktivitasnya ilegal dan bahayakan lingkungan hidup.

Riauterkini-KUANTAN SINGINGI-Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Inuman membuat Camat Inuman, Mastur Ismail dan masyarakat berang.

Senin (24/9/12), Camat bersama Upika Inuman lainnya dan seluruh unsur pemerintahan desa merazia puluhan kapal PETI. Dalam razia tersebut, Camat beserta rombongan berhasil menghanyutkan puluhan mesin kapal dompeng yang selama ini beraktivitas menambang emas secara ilegal.

“Banyak, sejauh ini sudah ada 30 kapal yang kami hanyutkan ke Sungai Kuantan. Ini baru di tiga desa (Pulau Panjang Hulu, Pulau Panjang Hilir dan Pasar Inuman, red),” jelas Camat Inuman Mastur Ismail SE kepada wartawan, Senin (24/9/12).

Sebelum puluhan kapal ini dihanyutkan, kata Mastur, pihaknya telah menertibkan sejumlah barang-barang yang bisa diangkat, dan sisanya ini hanyut bersama kapal.

Menurut Mastur, ia tidak peduli siapa yang punya kapal dan siapa yang berada dalam kapal. Akan tetapi, dirinya lebih mengedepankan keprihatinannya terhadap semakin rusaknya lingkungan di Inuman. “Tak peduli kita siapa yang mem-backing dan melakukan usaha PETI ini, semuanya kita sikat dan kita hanyutkan ke sungai,” tegasnya.

Sebelum melaksanakan razia ini, Mastur bersama sejumlah pihak lainnya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, menyurati seluruh kepala desa dan menyebarkan imbauan kepada masyarakat supaya menghentikan aktivitas PETI ini.

“Tak ada yang harus kita sesali, karena sebelum kita melaksanakan razia ini, surat edaran berupa imbauan sudah dilayangkan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Kalau masih ada yang beraktivitas di Sungai Kuantan, tentu kita sikat,” ujar Mastur.

Menurutnya, banyak dampak negatif dari aktivitas PETI ini. Di samping lingkungan yang tidak sehat, juga mengancam timbulnya penyakit kejiwaan di masyarakat yang telah memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar terutama para generasi muda.

Bisa juga kata Mastur, hilangnya pendengaran dari para pekerja, karena setiap saat berkutat dengan kerasnya suara mesin. “Banyak sekarang masyarakat kami yang tuli akibat PETI ini, dan kita tidak menginginkan ini terjadi terus-terusan di Inuman. Kasihan dan iba kita melihat mereka. Makanya, aktivitas ilegal ini harus kita hentikan bersama-sama,” katanya.

Diakui Mastur, pihaknya tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memberantas aksi ilegal ini. Pasalnya, juga diperlukan partisipasi dari pemerintah dan masyarakat. “Setelah ini hendaknya jangan ada lagi PETI di Inuman, kalau nanti masih kita temukan, kami siap ambil tindak lebih keras lagi,” tukasnya.***RPC




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Putra inuman
Ya,di hanyut kan,kta pak mastur ismail itu cma gyanya aja,spaya nma baiknya tdak tercmar.


Berita Hukum lainnya..........
- Paman Bejat, Cabuli Keponakan Berumur 6 Tahun di Pekanbaru
- Masih Proses Penyidikan,
Kasus Korupsi Setwan DPRD Riau Tak Mungkin Diendapkan

- Tim Koordinasi Tinjau Kesiapan Lokasi Penyambutan Presiden di Meranti
- Lagi, Pelaku Curanmor di Pekanbaru Babak Belur Dimassa
- Terindikasi Korupsi, Tim Kejagung Periksa Kapal Pelindo Dumai
- Polda Riau Bidik Kepala Daerah dan Perusahaan Perambah Hutan
- Polda Riau Banding Praperadilan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.94.254
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com