Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 25 September 2016 20:13
Buoati Kampar Beri Moivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit

Ahad, 25 September 2016 20:01
Sengaja Datang ke Bandung, Jabar,
Gubri Beri Semangat kepada Altet PON Riau


Ahad, 25 September 2016 18:07
SMA dan SMK Dialihkan ke Pemprov,
Di Siak, 528 Orang Honorer Terancam "Diistirahatkan"


Ahad, 25 September 2016 18:04
Pasca Kantor "Diserbu",
PLN Rohul Gelar Mediasi dengan Upika dan Warga Ujungbatu


Ahad, 25 September 2016 15:50
Kisruh Pemekaran Kota Duri, DPM Gelar Konpers

Ahad, 25 September 2016 15:33
Dampak Rasionalisasi 20 Persen Ancam Ratusan Petugas Damkar ‘Tak Bergaji’

Ahad, 25 September 2016 15:31
Walikota Dumai Buka Seminar Nasional Peranan Media Hadapi MEA



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 September 2012 07:55
Upika Inuman Kuansing Hanyutkan 30 PETI

Sebanyak 30 unit peralatan penambang emas tampa izin (PETI) dihanyutkan Upika Inuman, Kuantan Singingi. Penertipan dilakukan karena aktivitasnya ilegal dan bahayakan lingkungan hidup.

Riauterkini-KUANTAN SINGINGI-Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Inuman membuat Camat Inuman, Mastur Ismail dan masyarakat berang.

Senin (24/9/12), Camat bersama Upika Inuman lainnya dan seluruh unsur pemerintahan desa merazia puluhan kapal PETI. Dalam razia tersebut, Camat beserta rombongan berhasil menghanyutkan puluhan mesin kapal dompeng yang selama ini beraktivitas menambang emas secara ilegal.

“Banyak, sejauh ini sudah ada 30 kapal yang kami hanyutkan ke Sungai Kuantan. Ini baru di tiga desa (Pulau Panjang Hulu, Pulau Panjang Hilir dan Pasar Inuman, red),” jelas Camat Inuman Mastur Ismail SE kepada wartawan, Senin (24/9/12).

Sebelum puluhan kapal ini dihanyutkan, kata Mastur, pihaknya telah menertibkan sejumlah barang-barang yang bisa diangkat, dan sisanya ini hanyut bersama kapal.

Menurut Mastur, ia tidak peduli siapa yang punya kapal dan siapa yang berada dalam kapal. Akan tetapi, dirinya lebih mengedepankan keprihatinannya terhadap semakin rusaknya lingkungan di Inuman. “Tak peduli kita siapa yang mem-backing dan melakukan usaha PETI ini, semuanya kita sikat dan kita hanyutkan ke sungai,” tegasnya.

Sebelum melaksanakan razia ini, Mastur bersama sejumlah pihak lainnya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, menyurati seluruh kepala desa dan menyebarkan imbauan kepada masyarakat supaya menghentikan aktivitas PETI ini.

“Tak ada yang harus kita sesali, karena sebelum kita melaksanakan razia ini, surat edaran berupa imbauan sudah dilayangkan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Kalau masih ada yang beraktivitas di Sungai Kuantan, tentu kita sikat,” ujar Mastur.

Menurutnya, banyak dampak negatif dari aktivitas PETI ini. Di samping lingkungan yang tidak sehat, juga mengancam timbulnya penyakit kejiwaan di masyarakat yang telah memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar terutama para generasi muda.

Bisa juga kata Mastur, hilangnya pendengaran dari para pekerja, karena setiap saat berkutat dengan kerasnya suara mesin. “Banyak sekarang masyarakat kami yang tuli akibat PETI ini, dan kita tidak menginginkan ini terjadi terus-terusan di Inuman. Kasihan dan iba kita melihat mereka. Makanya, aktivitas ilegal ini harus kita hentikan bersama-sama,” katanya.

Diakui Mastur, pihaknya tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memberantas aksi ilegal ini. Pasalnya, juga diperlukan partisipasi dari pemerintah dan masyarakat. “Setelah ini hendaknya jangan ada lagi PETI di Inuman, kalau nanti masih kita temukan, kami siap ambil tindak lebih keras lagi,” tukasnya.***RPC




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Putra inuman
Ya,di hanyut kan,kta pak mastur ismail itu cma gyanya aja,spaya nma baiknya tdak tercmar.


Berita Hukum lainnya..........
- Tak Senang Tersenggol Motor, Warga Inhil Bacok Wajah Penyenggol
- Kesal Listrik Sering Padam, Kantor PLN Ujungbatu Diserbu Warga
- Ruang Penmas Polda Riau Terbakar Dini Hari Tadi
- Polsek Lirik Inhu Temukan Bong Sabu di Rumah Korban Pembunuhan Tukang Kebun
- KPK Dituding Ogah Tindak-lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Kuansing
- Gaji 3 Bulan tak Dibayar Pemicu Tukang Kebun di Inhu Bunuh Majikan
- Tukang Kebun Pembunuh Majikan di Lirik Inhu Berhasil Ditangkap Polisi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.58.155
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com