Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 28 Juni 2017 21:14
Respon Keluhan Masyarakat Reteh,
Tahun Ini, Pemkab Inhil Lakukan Penimbunan Ruas Jalan Pulau Kijang


Rabu, 28 Juni 2017 19:50
Pengunjung Membludak,
Sabhara Polresta Pekanbaru Amankan Suasana Kunjungan Lebaran di Lapas


Rabu, 28 Juni 2017 19:47
Puncak Arus Mudik Besok Malam,
9 Tewas di Jalan Raya Riau Selama Operasi Ramadniya 2017


Rabu, 28 Juni 2017 17:47
Halal Bihalal di Rumah Bakal Csgubri Achmad Penuh Sesak

Rabu, 28 Juni 2017 14:57
Libur Idul Fitri 1438H, Wisatawan di Siak Dihibur Air Mancur "Joget"

Rabu, 28 Juni 2017 14:47
Ozcar Riau Ramaikan Wisata Kuliner di Pekanbaru

Rabu, 28 Juni 2017 14:43
Polda Riau Cek Jalan Lintas Riau-Sumbar

Rabu, 28 Juni 2017 14:36
Dua Sepeda Motor Adu Kambing, Akibatkan Satu Pengendara Tewas

Rabu, 28 Juni 2017 14:32
Miliki Sabu, Pemuda Pengangguran di Duri Ditangkap Polisi

Rabu, 28 Juni 2017 08:05
Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan di Sungai Indragiri Rengat, Inhu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 25 September 2012 07:55
Upika Inuman Kuansing Hanyutkan 30 PETI

Sebanyak 30 unit peralatan penambang emas tampa izin (PETI) dihanyutkan Upika Inuman, Kuantan Singingi. Penertipan dilakukan karena aktivitasnya ilegal dan bahayakan lingkungan hidup.

Riauterkini-KUANTAN SINGINGI-Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Inuman membuat Camat Inuman, Mastur Ismail dan masyarakat berang.

Senin (24/9/12), Camat bersama Upika Inuman lainnya dan seluruh unsur pemerintahan desa merazia puluhan kapal PETI. Dalam razia tersebut, Camat beserta rombongan berhasil menghanyutkan puluhan mesin kapal dompeng yang selama ini beraktivitas menambang emas secara ilegal.

“Banyak, sejauh ini sudah ada 30 kapal yang kami hanyutkan ke Sungai Kuantan. Ini baru di tiga desa (Pulau Panjang Hulu, Pulau Panjang Hilir dan Pasar Inuman, red),” jelas Camat Inuman Mastur Ismail SE kepada wartawan, Senin (24/9/12).

Sebelum puluhan kapal ini dihanyutkan, kata Mastur, pihaknya telah menertibkan sejumlah barang-barang yang bisa diangkat, dan sisanya ini hanyut bersama kapal.

Menurut Mastur, ia tidak peduli siapa yang punya kapal dan siapa yang berada dalam kapal. Akan tetapi, dirinya lebih mengedepankan keprihatinannya terhadap semakin rusaknya lingkungan di Inuman. “Tak peduli kita siapa yang mem-backing dan melakukan usaha PETI ini, semuanya kita sikat dan kita hanyutkan ke sungai,” tegasnya.

Sebelum melaksanakan razia ini, Mastur bersama sejumlah pihak lainnya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, menyurati seluruh kepala desa dan menyebarkan imbauan kepada masyarakat supaya menghentikan aktivitas PETI ini.

“Tak ada yang harus kita sesali, karena sebelum kita melaksanakan razia ini, surat edaran berupa imbauan sudah dilayangkan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Kalau masih ada yang beraktivitas di Sungai Kuantan, tentu kita sikat,” ujar Mastur.

Menurutnya, banyak dampak negatif dari aktivitas PETI ini. Di samping lingkungan yang tidak sehat, juga mengancam timbulnya penyakit kejiwaan di masyarakat yang telah memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar terutama para generasi muda.

Bisa juga kata Mastur, hilangnya pendengaran dari para pekerja, karena setiap saat berkutat dengan kerasnya suara mesin. “Banyak sekarang masyarakat kami yang tuli akibat PETI ini, dan kita tidak menginginkan ini terjadi terus-terusan di Inuman. Kasihan dan iba kita melihat mereka. Makanya, aktivitas ilegal ini harus kita hentikan bersama-sama,” katanya.

Diakui Mastur, pihaknya tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memberantas aksi ilegal ini. Pasalnya, juga diperlukan partisipasi dari pemerintah dan masyarakat. “Setelah ini hendaknya jangan ada lagi PETI di Inuman, kalau nanti masih kita temukan, kami siap ambil tindak lebih keras lagi,” tukasnya.***RPC




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Putra inuman
Ya,di hanyut kan,kta pak mastur ismail itu cma gyanya aja,spaya nma baiknya tdak tercmar.


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Puncak Arus Mudik Besok Malam,
9 Tewas di Jalan Raya Riau Selama Operasi Ramadniya 2017

- Polda Riau Cek Jalan Lintas Riau-Sumbar
- Dua Sepeda Motor Adu Kambing, Akibatkan Satu Pengendara Tewas
- Miliki Sabu, Pemuda Pengangguran di Duri Ditangkap Polisi
- Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan di Sungai Indragiri Rengat, Inhu
- Antisipasi Keamanan Lapas,
Kabag Ops Polres Kampar Kunjungi Lapas Kelas IIb Bangkinang

- Pergi Berlebaran,
Seorang Bocah di Inhil Tewas Terbentur Besi Mesin Pompong



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.148.176
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com