Untitled Document
Kamis, 26 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 24 Juli 2014 17:39
THR Belum Dibayar, 12 Buruh PT WI Datangi Disnakertranduk Riau

Kamis, 24 Juli 2014 17:36
Jelang Lebaran,
Arus Penyeberangan Kempang Mekong-Semukut, Meranti Diperketat


Kamis, 24 Juli 2014 17:31
Gubri Gelar Open Hause Selama 2 Hari di Kediaman Dinas

Kamis, 24 Juli 2014 17:27
Jelang Lebaran,
Disnakan Rohul Pantau Kualitas dan Stok Daging


Kamis, 24 Juli 2014 17:23
Pegawai Kemenag Rohul Terima Gaji ke 13

Kamis, 24 Juli 2014 17:18
Berpasangan dengan Perwira TNI,
Wabup Harman Pastikan Maju di Pilkada Inhu 2015


Kamis, 24 Juli 2014 17:09
Gubri Larang Pejabat Terima Parcel, Bingkisan dan Uang Idul Fitri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 September 2012 07:55
Upika Inuman Kuansing Hanyutkan 30 PETI

Sebanyak 30 unit peralatan penambang emas tampa izin (PETI) dihanyutkan Upika Inuman, Kuantan Singingi. Penertipan dilakukan karena aktivitasnya ilegal dan bahayakan lingkungan hidup.

Riauterkini-KUANTAN SINGINGI-Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Inuman membuat Camat Inuman, Mastur Ismail dan masyarakat berang.

Senin (24/9/12), Camat bersama Upika Inuman lainnya dan seluruh unsur pemerintahan desa merazia puluhan kapal PETI. Dalam razia tersebut, Camat beserta rombongan berhasil menghanyutkan puluhan mesin kapal dompeng yang selama ini beraktivitas menambang emas secara ilegal.

“Banyak, sejauh ini sudah ada 30 kapal yang kami hanyutkan ke Sungai Kuantan. Ini baru di tiga desa (Pulau Panjang Hulu, Pulau Panjang Hilir dan Pasar Inuman, red),” jelas Camat Inuman Mastur Ismail SE kepada wartawan, Senin (24/9/12).

Sebelum puluhan kapal ini dihanyutkan, kata Mastur, pihaknya telah menertibkan sejumlah barang-barang yang bisa diangkat, dan sisanya ini hanyut bersama kapal.

Menurut Mastur, ia tidak peduli siapa yang punya kapal dan siapa yang berada dalam kapal. Akan tetapi, dirinya lebih mengedepankan keprihatinannya terhadap semakin rusaknya lingkungan di Inuman. “Tak peduli kita siapa yang mem-backing dan melakukan usaha PETI ini, semuanya kita sikat dan kita hanyutkan ke sungai,” tegasnya.

Sebelum melaksanakan razia ini, Mastur bersama sejumlah pihak lainnya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, menyurati seluruh kepala desa dan menyebarkan imbauan kepada masyarakat supaya menghentikan aktivitas PETI ini.

“Tak ada yang harus kita sesali, karena sebelum kita melaksanakan razia ini, surat edaran berupa imbauan sudah dilayangkan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Kalau masih ada yang beraktivitas di Sungai Kuantan, tentu kita sikat,” ujar Mastur.

Menurutnya, banyak dampak negatif dari aktivitas PETI ini. Di samping lingkungan yang tidak sehat, juga mengancam timbulnya penyakit kejiwaan di masyarakat yang telah memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar terutama para generasi muda.

Bisa juga kata Mastur, hilangnya pendengaran dari para pekerja, karena setiap saat berkutat dengan kerasnya suara mesin. “Banyak sekarang masyarakat kami yang tuli akibat PETI ini, dan kita tidak menginginkan ini terjadi terus-terusan di Inuman. Kasihan dan iba kita melihat mereka. Makanya, aktivitas ilegal ini harus kita hentikan bersama-sama,” katanya.

Diakui Mastur, pihaknya tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memberantas aksi ilegal ini. Pasalnya, juga diperlukan partisipasi dari pemerintah dan masyarakat. “Setelah ini hendaknya jangan ada lagi PETI di Inuman, kalau nanti masih kita temukan, kami siap ambil tindak lebih keras lagi,” tukasnya.***RPC




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Putra inuman
Ya,di hanyut kan,kta pak mastur ismail itu cma gyanya aja,spaya nma baiknya tdak tercmar.


Berita Hukum lainnya..........
- Tilap Dana Bantuan Pendidikan SD-SMP,
Mantan Kabid Disidik Inhu Divonis 5 Tahun Penjara

- Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Terminal Barang Dishub Dumai
- Dua Terdakwa Korupsi Stadiun Mini Pelalawan Jalani Sidang Perdana
- Korban Dibuang di HTI, Tersangka Sodomi dan Mutilasi di Siak jadi Lima
- Mata Kiri Buta, Karyawan Panen Gugat PTPN V
- Polsek Pekanbaru Kota Tangkap Tiga Penikam Asal Palembang
- Putri IGT Gelar Buka Bersama Warga Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.53.231
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com