Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Maret 2017 18:57
Bayi 9 Bulan Nyaris Jadi Korban Penculikan di Dumai

Jum’at, 24 Maret 2017 17:56
Program Desa Bebas Api Rintisan PT RAPP Efektif Cegah Kebakaran

Jum’at, 24 Maret 2017 17:40
Jelang TNI KB Kes 2017, Dandim 0313/ KPR Sidak ke Rohul

Jum’at, 24 Maret 2017 17:31
Di Rokorwil PKS, Gubri Sempat Minta Maaf Pada Instiawati Ayus dan Achmad

Jum’at, 24 Maret 2017 17:13
Plt Bupati Rohul Panen Madu di Desa Pasir Jaya

Jum’at, 24 Maret 2017 17:06
Targetkan Ribuan Bidang, BPN Bengkalis Sosialisasikan PTSL ke Masyarakat Desa

Jum’at, 24 Maret 2017 16:43
Kasus Penistaan Agama, Dewan Minta Kepolisian Ambil Sikap Tegas

Jum’at, 24 Maret 2017 16:29
PT Nusantara Berlian Motor Sandang Dialer Berbintang Lima

Jum’at, 24 Maret 2017 16:26
Jelang Pilgubri 2018,
Sejumlah Balon Datangi Rakorwil PKS


Jum’at, 24 Maret 2017 16:17
Sepanjang Maret, SBT Torehkan 267 SPK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 8 Oktober 2012 17:34
Harus Bayar Zaidar Rp 600 Juta,
MA Tolak Kasasi Pemkab Bengkalis


Pemkab Bengkalis wajib membayar ganti rugi lahan Pelabuhan BSSR sekitar Rp 600 juta pada Zaidar, menyusul upaya kasasinya ditolak Mahkamah Agung.

Riauterkini-BENGKALIS- Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia memutuskan tolak kasasi permohonan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, terhadap gugatan ganti rugi tanah seluas 1.912,5 meterpersegi, milik Zaidir, nelayan, warga RT/RW 02/07 Parit I Dusun Parit Indah Desa Selatbaru Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, untuk pembangunan Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru.

Amar putusan menolak kasasi Pemkab Bengkalis tersebut, sebagaimana termaktum dengan nomor register 935 K/PDT/2012 yang diputuskan pada 19 September 2012 lalu. Bertindak termohon Presiden RI Cq. Menteri Dalam Negeri Cq. Gubernur Riau Cq. Bupati Bengkalis Dkk, dengan Majelis Hakim Suwardi, Abdul Gani Abdullah dan Abdul Kadir Mappong dan Penitera Pengganti Bongbongan Silaban.

Kuasa Hukum Zaidir, Windrayanto ketika dikonfirmasi terkait putusan tersebut juga mengakui telah menerima informasi itu. Hanya saja pihaknya masih menunggu salinan putusan penolakan kasasi yang disampaikan Pemkab Bengkalis kepada MA terhadap gugatan kliennya.

“Memang kita sudah memperoleh informasi itu. Nah, secara prosedur, kita masih menunggu salinannya,” ujarnya singkat saat ditemui riauterkini.com di Bengkalis, Senin (8/10/12).

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Zaidir, menggugat tanah miliknya kepada Pemkab Bengkalis, karena tidak memperoleh ganti rugi atas dibangunnya Pelabuhan BSSR Selatbaru.

Tanah seluas 1.912,5 meterpersegi miliknya itu sempat dipasang plang setelah dinyatakan menang melalui dua keputusan pengadilan, yakni Keputusan PN Bengkalis 02/PDT-G/2011/PN-BKS dan Keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Riau Nomor 149/PDT/2011/PTR.

“Saya kecewa, meskipun sudah dua kali gugatan itu dimenangkan pengadilan tapi terus berlarut-larut belum ada hasil. Dengan dua putusan ini saya merasa hukum telah memihak saya yang miskin ini. Makanya saya sengaja memasang plang ‘pengumuman’ ini,” tutur Zaidir pada waktu itu.

“Saya juga kecewa dengan proses kecil seperti ini. Apalagi saya orang kecil, kok diperlakukan seperti tidak adil. Saya yang miskin ini hanya menuntut hak apa adanya, karena saya juga telah merasa dizalimi,” keluhnya lagi.

Setelah melalui putusan memihak Zaidir, PT Riau memutuskan mewajibkan Pemkab Bengkalis, segera membayar ganti rugi kepada Zaidir sebesar Rp 600 juta lebih, atas tanah miliknya yang dibangun untuk pelabuhan BSSR itu.***(dik)

Teks Foto : Zaidir, seorang nelayan Desa Selatbaru sengaja memasang plang diatas tanah seluas 1.912,5 meterpersegi miliknya, beberapa waktu lalu.





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
butuh keadilan
byk tanah pantai di bks di alih dungsi menjd pertokoan bahkan hotel,jd perlu di usut tuntas terutama BPN terhdp pemda bks,tanah bks terutama tanah pantai kok bs jd hak milik dan cb di cek rata2 org cina semua yg punya,yg jls bkn termsk tanah pantai s

hang jebat
guna pembelajaran kepada masyarakat dan aparat hukum, pada kasus yang lucu ini perlu langkahs sbb: 1. Pelabuhan bandar sri laksmana bengkalis, digantirugi oleh pemda tanah pantainya, sehingga kepala kantor pertanahannya di penjara oleh pengadilan be


Berita Hukum lainnya..........
- Bayi 9 Bulan Nyaris Jadi Korban Penculikan di Dumai
- Bhabinkamtibmas Polres Inhil Aktif Counter Isu Penculikan Anak
- Polda Riau Amankan Pemilik 1 Kg Sabu dan 8.000 Ekstasi
- Larikan Gadis Bawa Umur, Pemuda di Ujungbatu Ditangkap Polisi Rohul
- Korupsi Aset Desa Beringin Jaya,
Kades di Kuansing Dihukum 4 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding

- Kejari Pelalawan Kantongi Calon Tersangka Dugaan Korupsi Cetak Sawah
- Dipuji, Personil Satlantas Polres Inhil Selamatkan Pelaku Curas dari Amuk Massa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.197.159.173
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com