
PENJELASAN RESMI PKS SOAL SIKAP ABSTAIN DI PILKADA
RIAU
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirahmanirrohim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam atas Nabi
Muhammad Saw. Bagi kita, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmad dan
hidayahnya. Amin.
Izinkan kami, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Propinsi Riau mengawali penjelasan ini dengan permohonan maaf atas keputusan
politik yang telah kami ambil terkait Pemilihan Kepala Daerah (pilkada)
di Riau. Kami sadar, keputusan ini mengejutkan, mengecewakan banyak pihak
dan cukup sulit dapat dipahami. Hal itu tercermin dari banyaknya tanggapan
yang kami terima dari berbagai pihak, baik disampaikan langsung, maupun
melalui telepon dan SMS. Juga sebagaimana diberitakan berbagai media massa
.
Semula kami tidak ingin menanggapi berbagai isu yang berkembang, namun
setelah mencermati opini yang berkembang pasca keputusan abstain di Pilkada
Riau, kami melihat ada sebuah kondisi yang mengancam kredibilitas dan
nama baik PKS sebagai sebuah institusi politik. Ada kecenderungan opini
berkembang ke arah pembunuhan karakter, kampanye hitam yang menyesatkan.
Secara umum kami menangkap ada sekelompok pihak yang sengaja mengarahkan
opini masyarakat ke satu kesimpulan, berupa anggapan gagalnya PKS berkualisi
dengan salah satu dari tiga pasangan tersebut semata-mata karena cost
politik atau karena uang. Dalam hal ini adalah, PKS terlalu tinggi mematok
tarif cost politik.
Melalui penjelasan ini, kami menegaskan bahwa persepsi di atas tidaklah
benar. Keliru, namun sengaja belakangan disebarkan kelompok yang tak bertanggung
jawab untuk merusak citra PKS!
Dari beberapa pilkada yang diikuti, kami menyimpulkan ada tiga faktor
penentu kemenangan, yaitu :
- Calon. Calon haruslah memiliki ekuitas yang cukup untuk memenangkan
pertarungan. Ekuitas dimaksud antara lain popularitas yang dibuktikan
dengan survey, citra diri, dan kemampuan berkompetisi, yang dengan ini
diharapkan mampu menggerakkan orang untuk memilih dirinya.
- Dukungan politik. Calon tidak mungkin bisa maju dalam pemilihan kepala
daerah jika tidak memiliki dukungan politk yang paling minimal, yaitu
15 % suara atau kursi di DPRD, jika melalui jalur parpol, atau dukungan
5% dari jumlah penduduk, jika melalui jalur perorangan. Ini baru dukungan
untuk bisa maju. Sudah tentu, bahwa setiap calon pasti ingin menang. Bukan
sekedar berpartisipasi. Oleh karenanya, yang bersangkutan harus memiliki
dukungan politik yang lain, berupa mesin yang bisa bekerja memenangkannya.
- Dukungan dana. Suka atau tidak, dana adalah salah satu faktor yang
bisa menentukan kemenangan calon. Mulai transportasi sampai saksi, logistik
hingga upaya melawan isu-isu dan intrik-intrik, memerlukan dana yang tidak
sedikit.
Ketiga faktor di atas saling terkait. Jika poin 1 dan 2 tidak dimiliki,
atau tidak mencapai batas minimal, berapa pun dana yang akan diberikan
oleh kandidat, itu tidak akan berpengaruh bagi kami untuk memberi dukungan
kepadanya.
Sangat disayangkan, bahwa poin 3 dianggap menjadi bagian yang berdiri
sendiri dan kemudian menjadi sangat penting. Sehingga seolah-olah bahwa
karena faktor inilah PKS gagal berkomunikasi dan berkoalisi dengan calon-calon
yang ada.
Jika hanya faktor yang ketiga, faktor uang yang menjadi pertimbangan,
maka kami tentu akan memilih kandidat yang secara tertulis berkomitmen
memberi dukungan dana sebesar Rp 50 miliar. Jumlah yang sangat jauh lebih
besar jika dibandingkan dengan komitmen dari ketiga pasangan yang sempat
meminta dukungan kepada PKS
Terakhir kami ingin mengatakan, bahwa keputusan tidak ikut Pilkada memang
sebuah keputusan sulit dan tidak populer, bahkan bisa jadi juga tidak
strategis, namun kami menilai itulah keputusan terbaik dalam situasi serba
sulit dan buruk yang berkembang selama proses prakoalisi.
Hanya kepada Allah kami mengembalikan keputusan tersebut. Semoga Allah
memberikan menjadikan jalan terbaik bagi PKS untuk terus mengembang amanah
melalui jalur politik. Kepada semua kader dan simpatisan, kami mengharapkan
dukungan atas keputusan tersebut dengan tetap tak bosan memberikan saran
dan kritik membangun. Kepada kader dan simpatisan kami berikan kebebasan
menentukan dukungan sesuai hati nurani. Berikan dukungan secara pribadi,
tanpa membawa nama dan atribut PKS. Sedangkan kepada seluruh masyarakat
Riau kami mohon maaf jika keputusan ini mengecewakan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
TTD Ketua DPW PKS Riau,
AMIN TRIAWAN
|