Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


16/11/2017 15:48
Lantik 4 Kades di Mandah,
Bupati Inhil Ingatkan Sumpah dan Janji yang Diikrarkan

15/11/2017 20:01
Sukseskan Pilkada Serentak 2018,
Bupati Harapkan Sikap Kooperatif Komponen Desa

15/11/2017 09:33
Bupati Inhil Lantik 5 Kades di Kecamatan Kemuning

14/11/2017 09:52
Bupati Hadiri dan Buka Kejurprov PBSI Riau 2017 di Tembilahan

13/11/2017 15:19
Bupati Buka Lomba Pildacil se-Kabupaten Inhil Tajaan Muslimat NU

  Rabu, 15 Maret 2017 13:18
Bupati Wardan Minta Disdukpencapil Lakukan Standarisasi Indikator Kemiskinan

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) melakukan standarisasi indikator kemiskinan sebagai acuan yang dapat digunakan secara umum.

Hal ini dilakukan, mengingat sampai sejauh ini sering terjadi kesimpang-siuran menyangkut angka kemiskinan rill, khususnya di Kabupaten Inhil.

"Memang tidak dapat dipungkiri, indikator kemiskinan ada berbagai macam. Sehingga, penyimpulan terhadap angka kemiskinan pun menjadi variatif. Peran Disdukpencapil dalam pengumpulan data masyarakat miskin dengan indikator yang baku tentu menjadi sebuah keharusan untuk menghindari kesimpang - siuran" ujar Wardan kepada awak media disela kegiatan Forum Komunikasi Publik, Senin (13/3/17).

Ihwal kesimpang - siuran ini, Wardan mencontohkan, antara data rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Inhil dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tembilahan terdapat perbedaan.

"Hal tersebut terjadi, karena terdapat indikator yang berbeda dari dua lembaga mengenai angka kemiskinan. Yang mana, BPS mengacu pada hasil survey di lapangan, sedangkan BPJS berpedoman pada jumlah peserta yang mendaftarkan diri sebagai Penerima Bantuan Iuran. Sehingga, angka kemiskinan membengkak," pungkasnya.

Lebih lanjut, Wardan mengungkapkan, kasus membengkaknya angka kemiskinan seperti yang terjadi di BPJS Tembilahan, disebabkan oleh banyaknya masyarakat 'mengaku miskin' yang mendaftarkan diri sebagai Penerima Bantuan Iuran.

"Makanya, nanti dari Disdukpencapil, harus ada indikator - indikator yang tepat, indikator yang akurat dalam penghitungan angka kemiskinan, dalam estimasi masyarakat rentan miskin dan sebagainya," imbuh Wardan.***(adv/diskominfo/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com