Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


12/09/2017 10:10
Wabup Rosman Sambut Kedatangan Jamaah Haji Asal Inhil di Batam, Kepri

11/09/2017 17:54
Bupati Inhil dan Delegasi APCC Melihat Proses Pengolahan Kelapa di Tempuling dan Kempas

11/09/2017 09:52
Bupati Wardan Kukuhkan Forum Silaturahmi dan Komunikasi Ulama Umara Inhil

10/09/2017 17:54
Bupati Inhil Buka Business Meeting Sempena Festival Kelapa Internasional

10/09/2017 16:18
Festival Kelapa Internasional 2017,
Bupati Inhil Bersama Gubri Saksikan Gelar Seni Melayu Serumpun

  Rabu, 23 Agustus 2017 16:52
Lakukan Penelitian di Inhil,
Bupati Paparkan Potensi daerah Kepada Mahasiswa Universitas Kobe Jepang


Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Inhil H Muhammad Wardan memaparkan berbagai potensi sumber daya alam daerah ini kepada mahasiswa Universitas Kobe Jepang, Rabu (23/8/17).

Pemaparan ini disampaikan beliau saat menerima kedatangan sejumlah mahasiswa asal Negeri Sakura ini yang akan melakukan penelitian di Inhil di kediaman dinas Jalan Kesehatan Tembilahan. Ikut mendampingi Bupati, Sekda H Said Syarifuddin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H Mukhtar T dan sejumlah pejabat lainnya.

Di awal pemaparannya, Wardan menyampaikan mengenai kondisi geografis dan demografis Inhil serta merupakan Kabupaten dengan wilayah paling luas di Provinsi Riau dengan heterogen suku yang mendiaminya.

"Adapun potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Inhil, mulai dari potensi perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan serta kepariwisataan," ungkapnya.

Khusus di sektor perkebunan, Inhil memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelapa, kelapa sawit, pinang, kopi termasuk kakao dan sagu. Selain itu, Inhil juga memiliki populasi Mangrove yang tumbuh melintas di sepanjang sungai Indragiri. Termasuk di pantai Solop yang merupakan salah satu wilayah dengan populasi mangrove terbesar di Inhil.

Semua potensi lokal ini, tentu saja dapat dikembangkan, karena pada penelitian sebelumnya terhadap salah satu tumbuhan lokal, yakni nipah yang dilakukan oleh Universitas Riau, diketahui bahwa terdapat potensi pengembangan yang luar biasa pada tumbuhan yang tumbuh liar di Kabupaten Inhil. Nipah, berdasarkan hasil riset dapat dikembangkan menjadi gula konsumsi masyarakat serta biodiesel.

"Saya berharap banyak dengan adanya penelitian ini, terdapat bahan dan kajian yang bisa disumbangkan kepada kami dalam rangka pengembangan potensi di wilayah kami," harap Bupati.

Seorang dosen luar biasa Universitas Riau selaku pendamping, Haruka Suzuki yang juga berasal dari Jepang, membenarkan, tujuan kedatangan sejumlah mahasiswa Jepang tersebut adalah untuk melakukan riset dalam aspek sosio - ekonomi potensi hutan bakau dan sosio - kultural kehidupan suku laut Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong.

"Hari ini, kami akan berkunjung ke Pantai Solop untuk melihat hutan mangrove yang banyak tumbuh disana. Kami akan menginap satu malam dan keesokan harinya, kami akan melanjutkan kunjungan ke Desa Panglima Raja, Concong melihat kehidupan suku laut," katanya.

Adapun dasar pemilihan Kabupaten Inhil sebagai lokasi riset adalah melalui pertimbangan potensi hutan mangrove yang besar jika dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia dan keberadaan suku laut yang kerap kali terekspose melalui pemberitaan selama ini.

Riset oleh para mahasiswa Jepang ini dilakukan atas kerjasama dengan pihak Universitas Riau. Beberapa pendamping mahasiswa Jepang adalah dosen - dosen dari Universitas Riau.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com