Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


15/11/2017 20:01
Sukseskan Pilkada Serentak 2018,
Bupati Harapkan Sikap Kooperatif Komponen Desa

15/11/2017 09:33
Bupati Inhil Lantik 5 Kades di Kecamatan Kemuning

14/11/2017 09:52
Bupati Hadiri dan Buka Kejurprov PBSI Riau 2017 di Tembilahan

13/11/2017 15:19
Bupati Buka Lomba Pildacil se-Kabupaten Inhil Tajaan Muslimat NU

12/11/2017 18:03
Bupati Inhil Ikuti Jalan Sehat Sempena HKN ke-53

  Ahad, 10 September 2017 17:54
Bupati Inhil Buka Business Meeting Sempena Festival Kelapa Internasional

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Inhil H Muhammad Wardan membuka Bussiness Meeting sempena Festival Kelapa Internasional, Ahad (10/9/17) di Ballroom Bank Negara Indonesia (BNI) Inhil.

Dalam kesempatan ini, Bupati Wardan mengharapkan kontribusi konstruktif dari para pelaku usaha. Tindaklanjut konstruktif yang diharapkan berupa pengembangan industri pengolahan kelapa. Sebab, Kelapa, memiliki peran esensial di Kabupaten Inhil sebagai sebuah pohon kehidupan bagi segenap masyarakat.

"Kelapa memiliki peran penting sebagai pohon kehidupan yang berharga dan memiliki banyak manfaat. Setiap bagian dari kelapa bernilai ekonomis, dapat dimanfaatkan bagi kehidupan," katanya.

Lebih lanjut, dikatakan, kelapa dalam tidak hanya dipandang dari perspektif industri sebagai bahan olahan dan entitas yang berorientasi pada permintaan dan penawaran. Namun, kelapa juga memiliki makna kultural, historis dan sosial yang terkandung di dalamnya.

"Melalui momentum bersejarah Festival Kelapa Internasional ini, terutama pada temu bisnis yang digelar, diseminasi informasi potensi kelapa dapat dilakukan. Temu bisnis sebagai ruang publik dapat dijadikan media sharing bagi stake holder yang berkepentingan dan menginisiasi kemitraan strategis antara petani dan pelaku usaha," ujar Bupati Wardan.

Setelah kemitraan terjalin, hamparan kelapa di pantai, sungai dan suak, diharapkan dapat dikelola dengan baik. Aspek pengelolaan dari sisi pengairan, dijelaskan Bupati Wardan, dapat dilakukan melalui penerapan sistem irigasi tradisional yang berasal dari Kallimantan Selatan dan Sulawesi serta telah tumbuh dan berkembang di Inhil, yakni sistem Trio Tata Air.

"Dalam menerapkan sistem ini, interaksi masyarakat di sungai, teluk dan parit sangat berperan vital karena memiliki makna yang berarti dalam pertumbuhan kelapa," jelasnya.

Pada kegiatan Business Meeting yang juga dihadiri Sekda H Said Syarifuddin ini, Bupati Wardan juga melakukan penandatanganan nota kesepakatan tentang penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Kabupaten Inhil dan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dengan sejumlah lembaga lainnya, seperti dengan PT Top Asia Global dan BPJS Ketenagakerjaan.

Disamping itu, dilakukan juga penyerahan cinderamata secara simbolis kepada seluruh pelaku bisnis yang telah turut berpartisipasi dalam Festival Kelapa Internasional Tahun 2017 Kabupaten Inhil dari Pemerintah Kabupaten Inhil.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com