Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


14/07/2018 12:58
Sistem InPAS, Bupati Inhil: Sebut Sebagai Terobosan Cerdas di Era Digital

13/07/2018 12:17
Bakesbangpol Inhil Taja Sosialisasi Pembentukan Karakter Bangsa, Budaya Generasi Muda

12/07/2018 19:17
Diwakili Asisten II, Bupati Lepas JCH Korpri Pemkab Inhil

11/07/2018 13:00
Asisten I Pemkab Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-72 Bhayangkara

7/07/2018 20:14
PMI Inhil Salurkan Bantuan Kepada Bayi Penderita Infeksi Paru - Paru

6/07/2018 14:45
Belajar Manajemen Masjid, Pemkab Inhil Berangkatkan Tokoh Agama dan Pengurus Masjid ke Jakarta

5/07/2018 07:29
Upaya Dongkrak Harga, Bupati Inhil Undang Perusahaan dan Pengumpul Kelapa

4/07/2018 13:55
Bupati Inhil Hadiri Tepung Tawar Kajari dan Ketua PA

1/07/2018 16:33

1/07/2018 16:33
Bupati Inhil Hadiri Puncak Peringatan Harlah Muslimat NU ke-72

  Ahad, 8 Oktober 2017 11:15
November Siap, Pemkab Inhil Prioritaskan Warga Miskin Tempati Rusunawa

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan mengatakan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk mengakomodir masyarakat yang tinggal di permukiman minim sanitasi. Pembangunannya ditargetkan selesai pada bulan November mendatang.

Rusunawa yang berlokasi di Parit 6, Tembilahan Hulu itu nantinya akan dihuni oleh masyarakat yang saat ini berdomisili di bantaran sungai Indragiri, khususnya yang berada di kawasan Parit 13 Tembilahan.

"Pada prinsipnya, ini adalah upaya relokasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Inhil bagi masyarakat bantaran sungai Indragiri yang rumah tinggalnya minim atau bahkan tanpa sanitasi," ujar Bupati, Sabtu (7/10/17).

Di Rusunawa ini telah menyediakan sarana untuk sanitasi yang memadai. Bahkan, terdapat juga fasilitas yang penggunaannya diperuntukkan bagi penghuni secara umum, seperti Mini Market, Mushalla dan lain sebagainya.

Ditambahkan, tujuan khusus pembangunan Rusunawa sebagai hunian menengah ke bawah ini adalah untuk menertibkan masyarakat yang mendirikan rumah tanpa terlebih dahulu memperhatikan prasyarat pendirian rumah, yakni bangunan rumah harus berjarak minimal 5 meter dari sempadan jalan.

"Selain berdampak terhadap ketertiban berlalu - lintas. Ini (Pembangunan Rusunawa, red) juga baik untuk tata kota dan keterbukaan ruang publik," tukas Bupati.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Inhil, Tengku Eddy Erizal menyebutkan, setelah pembangunan rusunawa selesai pada November mendatang, Pemerintah Kabupaten Inhil kemudian akan menyusun regulasi yang berisi tentang kriteria bagi penghuni rusunawa.

"Karena ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah, konteks MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) ini harus tetap dikedepankan untuk penetapan masyarakat yang mana yang akan menghuni rusunawa ini. Prioritas relokasi kita adalah masyarakat yang berada di bantaran sungai Indragiri," paparnya.

Tengku Eddy Erizal mengatakan, sebelum dilakukan inventarisasi penghuni, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat akan melakukan penyerahan Rusunawa kepada Pemerintah Kabupaten Inhil sebagai aset daerah.

Setelah penyerahan dilakukan, maka secara penuh pengelolaan Rusunawa akan menjadi kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com