Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


31/08/2018 10:46
Sekda Inhil Buka Perkemahan Berkarakter III Tahun 2018 Di Simpang Gaung

30/08/2018 10:02
Tabligh Akbar Al - Aqsa Dalam Bahaya, Bupati Inhil Sambut Dr Muraweh Mousa Nassar

29/08/2018 11:07
Bupati Inhil Lantik 5 BPD Kecamatan Kempas Serentak

26/08/2018 16:46
Temukan Solusi Harga Kelapa, Bupati Inhil Sambangi Kediaman Prof Wisnu Gardjito

25/08/2018 21:49
Bupati Inhil Apresiasi Festival Budaya Alam Nusantara

21/08/2018 15:12
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pembahasan Rancangan Teknokratik RPJMD Inhil 2018-2023

21/08/2018 14:49
Bupati Inhil Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di PMIP

19/08/2018 21:04
Meriahkan HUT RI Ke - 73, Bupati Inhil Apresiasi Berbagai Lomba yang Digelar DWP

18/08/2018 13:24
Bupati Wardan Pimpin Peringatan ke-57 Hari Pramuka di Kwarcab Kwarcab Pramuka Inhil

17/08/2018 15:39
Kemerdekaan ke-73 RI, Bupati Inhil Minta Generasi Bangsa Kenang Jasa Pahlawan

  Senin, 23 Oktober 2017 20:50
Bupati Inhil Pimpin Apel Besar Peringatan HUT ke-56 Pramuka

Apel besar peringatan HUT ke-56 Pramuka di Lapangan Gajah Mada Tembilahan berjalan Khidmat. Upacara dipimpin Bupati M Wardan selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Inhil.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Ke - 56, Senin (23/10/17) di Lapangan Gajah Mada Tembilahan.

Bupati Kabupaten Inhil HM Wardan yang membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Dr Adhyaksa Dault SH MSi, dalam penyampaian pidatonya menceritakan sepenggal kisah tentang cikal - bakal lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia.

Menurut Adhyaksa, Gerakan Pramuka Indonesia berasal dari Gerakan Kepanduan yang telah ada sejak masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1912 dengan nama kelompok, baik berdasarkan nama etnik maupun keagamaan.

"Jadi, sudah 105 tahun eksistensinya di Indonesia. Namun, yang penting untuk dipahami bahwa filosofi dan nilai - nilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia, yang bersamaan waktunya dengan berkembangnya gerakan kepanduan dunia yang dirintis oleh Sir Baden Powell di Inggris," ungkap Bupati Wardan.

Dikatakan, Presiden Soekarno melihat potensi dan militansi kepanduan yang perlu dipupuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Bung Karno menyatukan organisasi - organisasi kepanduan itu menjadi Gerakan Pramuka dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961.

"Gerakan Pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Presiden Soekarno telah menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 yang berpesan bahwa Gerakan Pramuka berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia," ujar Bupati.

Disamping itu, Bupati mengatakan, dengan mengusung tema Hari Pramuka Ke - 56 tahun 2017, yaitu 'Bekerja untuk kaum muda, mewariskan yang terbaik bagi bangsa', hal ini mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus dalam mendidik kaum muda berkarakter melalui berbagai kegiatan yang lebih melibatkan kaum muda untuk mewariskan yang terbaik bagi bangsa, utamanya menyiapkan generasi milenial untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya.

"Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa kita kini dan ke depan, pembangunan sumber daya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumber daya yang berkualitas. Ketika Indonesia memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke - 100 tahun 2045, diantara generasi milenial yang aktif menjadi Pramuka, kelak akan menjadi Pemimpin Negeri ini," harap Bupati.

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non - formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak - anak dari keluarga dan pendidikan formal di sekolah. Hal ini mengingat pendidikan formal tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter.

"Sedangkan, peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan oleh orang tua dalam membentuk karakter anak - anak sangatlah penting. Sementara, persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang sering terjadi dewasa ini," sebutnya.

Pada apel besar peringatan Hari Pramuka Ke - 56 di Kabupaten Inhil ini, tampak hadir Kapolres AKBP Dolifar Manurung, Kasdim 0314/Inhil, Ketua Komisi II DPRD Inhil Ir Junaidi AN dan Ketua Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil, Junaidi serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Dalam kegiatan peringatan Hari Pramuka Ke - 56 yang jatuh setiap tanggal 14 Agustus, juga dilakukan penyerahan penghargaan Panca Warsa bagi para anggota dewasa Gerakan Pramuka Inhil dari Kwartir Pramuka Provinsi Riau yang menandai kepatuhan, ketekunan, kerajinan dan kesungguhan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Tak hanya itu, kegiatan juga disemarakkan dengan dilakukannya senam semaphore serentak yang sedikitnya dilakukan oleh 400 anggota Gerakan Pramuka Inhil. Perbedaan juga tampak dari peringatan Hari Pramuka Ke - 56 di Kabupaten Inhil, dimana petugas dalam Apel Besar diisi oleh para anggota Pramuka perempuan.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com