Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


17/04/2018 14:53
HUT ke-68 Satpol PP dan ke-56 Satlinmas,
Pj Bupati Inhil Minta Personel Jaga Netralitas dalam Pilkada

17/04/2018 13:56
Aksi Demo Mahasiswa, Pemkab Inhil Beri Klarifikasi Anjloknya Harga Kelapa

17/04/2018 07:58
Sekda Inhil Buka Pemilihan Duta GenRe dan Ajang Kreatifitas Remaja Provinsi Riau 2018

16/04/2018 13:45
Sekda Inhil Buka Jambore PAUD dan Jambore Kader Posyandu Kecamatan Tanah Merah

15/04/2018 22:27
Targetkan Selesai Mei,
Disdukcapil Inhil Miliki Persediaan 12 Ribu Keping Blanko e-KTP

  Selasa, 12 Desember 2017 11:41
Ekspos Bupati, Pusat Apresiasi Keberhasilan Progam DMIJ

Riauterkini-JAKARTA - Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menggelar ekspos terhadap pencapaian program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) di Jakarta, Senin (11/12).

Di depan Sekretaris Jendral (Sekjen) PDT, Anuar Sanusi dan jajaranya, Bupati memaparkan pencapaian program unggulan tersebut. Pada kesimpulannya pihak kementerian mengapresiasi sekaligus mengakui keberhasilan program ini.

Mengawali ekspos, Bupati negeri hamparan kelapa dunia ini menjelaskan gambaran umum daerah. Secara geografis Inhil diapit oleh beberapa negara maju, seperti Singapura dan Malaysia.

"Selain perkebunan kelapa, kami juga memiliki hutan mangrove dan sagu,"kata Bupati Inhil HM Wardan.

Di era kepemimpinannya, Bupati membuat terobosan dengan melahirkan program DMIJ. Cukup besar dana yang dialokasikan untuk meningkatkan pembangunan di tingkat desa. Pembagian dananya sesuai dengan tipologi masing-masing desa.

Sesuai urutan tipologi desa yang terkecil, yakni Desa Swadaya, Swakarya, Swasembada dan Desa Maju. Untuk menetapkan tipologi desa terdapat 19 poin yang menjadi apsek penilaian. Antara lain, dinilai dari sektor prasarana dasar dan aspek sarana pendidikan.

"Termasuk aspek sarana kesehatan serta ekonomi. Desa paling kecil kami alokasikan dana hingga Rp 350 juta dan yang paling besar hingga Rp 1,2 miliar," paparnya.

DMIJ tak hanya membangun sarana infrastruktur. Program ini memadukan arahan pembinaan yang kemudian di integrasikan dengan program Pos Yabdu maupun pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Melalui DMIJ kami bangun pula gedung satu atap untuk Babinsa dan Babinkamtibmas. Untuk memaksimalkan pelaksanaan DMIJ kami membutuhkan dukungan pusat dari segala sektor," harap Bupati.

Setelah mendengarkan pemaparan Bupati Inhil HM Wardan, Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anuar Sanusi, menilai bahwa program tersebut merupakan terobosan yang perlu mendapat apresiasi, namun juga perlu menyamakan konsep yang ada di Kementerian Desa dalam memberikan tipologi Desa.

"Apalagi kalau di gabungkan dengan dana desa (DD). Tentu akan menjadi akselerasi pembangunan yang baik. Sehingga dalam waktu tak lama lagi akan banyak desa-desa di Inhil yang maju," tutur Sekjen.

Dalam membangun desa pihak kementerian PDT juga telah menetapkan indeks pembangunan. Mereka melihat sejauh mana dana desa memberikan dampak positif terhadap desa itu sendiri. Indeks tersebut sebagai kebijakan Kementrian dalam mengambil keputusan.

"Selama ini kita menilai bahwa Inhil masuk dalam klaster desa sangat tertinggal. Namun kedepan saya yakin akan banyak desa maju jika program ini dapat dikolaborasikan," harapnya.

Saat itu Bupati Inhil HM Wardan, didampingi anggota DPRD Riau, H Agus Triansyah, anggota DPRD Inhil, HM Yusuf Said dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa H Yulizal dan Kadis Kominfo yang diwakili Kabid Informasi Komunikasi Publik Trio Beni Putra.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com