Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


8/08/2018 11:33
Dipimpin Asisten 2, PLN Sepakati Tanam Pohon Tertebang untuk Jaringan 20 KV Rumbai Jaya-Tembilahan Hulu

5/08/2018 17:29
Bupati Inhil Serahkan Bantuan Kapal dan Alat Tangkap dari Kementerian KKP Buat Nelayan Tanah Merah

4/08/2018 14:11
Bupati Inhil Tinjau Lokasi Pengolahan Air PDAM TI

1/08/2018 14:26
Bupati Tinjau Tempat Pengumpul Kelapa

30/07/2018 20:15
Bupati Inhil Tinjau Peralatan Peralatan Kelapa Terpadu di Dua Kecamatan

28/07/2018 18:30
Sempena Pacu Sampan Leper, Pemkab Inhil Luncurkan SIMAS dan Inhil Nan Molek

27/07/2018 21:59
Bupati Inhil Hadiri Rakornas TPID Ke - 7

26/07/2018 16:56
Usulkan Preservasi Jalan Nasional,
Bupati Inhil Temui Dirjen Jasa Konstruksi dan Penanganan Jalan Kementerian PU

25/07/2018 07:45
Kabupaten Inhil Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2018 untuk Tembilahan

24/07/2018 18:18
Hadirkan Prof Wisnu Gardjito,
Sekda Inhil Jadi Moderator Seminar Vision Workshop Tentang Kelapa

  Ahad, 11 Pebruari 2018 13:48
Bupati Inhil Resmikan RTK Puskesmas Gajah Mada Tembilahan

Puskesmas Gajah Mada Tembilahan melengkapi sarananya. Adalah Ruang Tunggu Kelahiran atau RKT yang diresmikan Bupati Inhil M Wardan.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Inhil HM Wardan meresmikan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Puskesmas Gajah Mada Tembilahan di Jalan Datuk Bandar, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Ahad (11/2/18).

Bupati Inhil HM Wardan memberikan apresiasi atas keberadaan RTK ini dalam upaya lebih mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya ibu hamil menjelang dan setelah melahirkan.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Hj Zulaikhah Wardan, Camat Tembilahan Ahmad Khusairi, Lurah Tembilahan Hilir Rechy Sandra Dana Saputra dan tokoh masyarakat Inhil H Syamsuddin Uti.

"Diharapkan, keberadaan ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya ibu hamil," harapnya.

Ditambahkan, RTK seperti ini sebaiknya juga didirikan di kecamatan lainnya, sehingga dapat lebih memaksimalkan pemberian layanan kesehatan bagi ibu hamil sampai melahirkan.

Sedangkan terhadap keberadaan Juru Pemantau Jentik-Jentik (Jumantik) sangat penting dalam upaya memberikan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya lingkungan bersih dan bebas dari jentik-jentik sebagai sumber penyakit demam berdarah.

"Karena daerah kita sangat rawan terhadap penyakit ini (demam berdarah), maka berikan sosialisasi tentang pentingnya lingkungan bersih," sebutnya. Jumantik diminta juga melakukan pengawasan keberadaan oknum yang menjual obat pembunuh jentik-jentik dengan meminta bayaran kepada warga, padahal obat tersebut bisa didapatkan secara gratis.

Sejalan dengan peresmian RTK ini, juga dilakukan pengukuhan Jumantik, penyerahan e-KTP dan pemberian vitamin A kepada bayi.

Untuk diketahui, Rumah Tunggu Kelahiran adalah suatu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), berupa tempat (rumah/bangunan tersendiri) yang dapat digunakan *untuk tempat tinggal sementara *bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya (suami/keluarga/ kader kesehatan).

Rumah Tunggu Kelahiran ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sehingga terjadi peningkatan jumlah persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil bersalin dan nifas serta bayi baru lahir.

Ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses sulit, untuk sementara tinggal di Rumah Tunggu Kelahiran hingga masa nifasnya (beserta bayi yang dilahirkannya), agar dekat dengan Puskesmas yang mampu melakukan pertolongan persalinan atau Rumah Sakit Umum Daerah/Pusat. Sehingga pada saat tiba waktu persalinan nanti, penanganan si Ibu atau bayi lebih cepat dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Jadi persalinan tetap di lakukan di fasilitas kesehatan bukan di rumah tunggu kelahiran.***(adv/mar)

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com