Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


23/10/2018 12:40
Bupati Inhil dan Ketua TP PKK Hadiri Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

15/10/2018 10:57
Bupati Inhil Harapkan Prestasi Qori dan Qoriah di Ajang MTQ Riau Mendatang

14/10/2018 09:51
Bupati Inhil Buka Penyelenggaraan MTQ Ke - 48 Tahun 2018

13/10/2018 14:56
Bupati Lepas Defile Pawai Ta'ruf dan Bazar MTQ ke-48 Kabupaten Inhil di Kecamatan GAS

12/10/2018 14:03
Bupati Inhil Lantik 6 Penjabat Kepala Desa Sekaligus

9/10/2018 20:43
Pembangunan Turab di Parit 6 Inhil, Warga Sekitar Lakukan Pembongkaran Rumah

9/10/2018 07:33
Bupati Inhil Hadiri Grebek Suro dan Kirab Budaya di Kecamatan Kempas

7/10/2018 13:52
Tinjau Infrastruktur, Bupati Inhil Dampingi Gubernur Riau Terpilih

4/10/2018 15:59
Bupati Serahkan Bantuan 25 Pompong Fiber dan Alat Tangkap Buat Nelayan di Inhil

3/10/2018 21:53
Sekda Inhil Launching Sistem Informasi e-Office Berbasis Web di Lingkungan Setda

  Kamis, 12 April 2018 22:29
Pemkab Inhil Harapkan Puskesmas Lacak dan Segera Tangani Bayi Gizi Buruk

Pemkab Inhil meminta masyarakat untuk lapor ke Pukesmas jika ditemukan bayi gizi buruk. Pukesmas juga diminta segera melacak dan menanganinya.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan mengharapkan kepada Puskesmas agar terus melakukan penanganan dan pelacakan kasus bayi dan anak yang mengalami permasalahan gizi kurang atau gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Zainal Arifin menyatakan, masyarakat terus mengunjungi Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan gizi kurang dan gizi buruk.

Bagi masyarakat yang menemukan anak-anak dengan gizi kurang atau gizi buruk, bisa melaporkan dan membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan perbaikan gizi.

"Karena indikator keberhasilan kita adalah semua kasus gizi kurang atau gizi buruk dapat ditangani 100 persen," ungkapnya.

Seperti kasus bayi Natania berusia 1, 4 tahun dengan berat hanya 5,6 kilogram, berdasarkan standar status gizi masuk dalam kategori gizi kurang. Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas Gajah Mada terus melakukan pemantauan status gizi melalui Rumah Pemulihan Gizi (RPG).

Ibu Natania secara aktif telah mengikuti kegiatan di RPG pada hari Kamis setiap pekannya yang dimulai pada tanggal 8 Maret lalu. Natania diberikan biskuit dan ibunya diedukasi mengenai cara pengolahan bahan makanan yang sesuai dengan usia Natania. Kondisi saat ini berat badan bayi Natania sudah meningkat menjadi 6,5 kilogram.

"Di Indonesia saat ini termasuk Kabupaten Inhil pada tema Rakerkeskab beberapa hari yang lalu juga mengangkat masalah Stunting (Kekerdilan). Kita terus melakukan penanganan gizi buruk dan Stunting yang mejadi prioritas kesehatan, walaupun banyak faktor yang berkontribusi terhadap kondisi bayi atau anak dengan Stunting," imbuh.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com