Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


6/07/2018 14:45
Belajar Manajemen Masjid, Pemkab Inhil Berangkatkan Tokoh Agama dan Pengurus Masjid ke Jakarta

5/07/2018 07:29
Upaya Dongkrak Harga, Bupati Inhil Undang Perusahaan dan Pengumpul Kelapa

4/07/2018 13:55
Bupati Inhil Hadiri Tepung Tawar Kajari dan Ketua PA

1/07/2018 16:33

1/07/2018 16:33
Bupati Inhil Hadiri Puncak Peringatan Harlah Muslimat NU ke-72

30/06/2018 10:46
Sempena Harganas Ke-25, Sekda Inhil Melepas Gerak Jalan Santai Forum GenRe Inhil

29/06/2018 21:13
Sempena Harganas Ke-25, Sekda Inhil Melepas Gerak Jalan Santai Forum GenRe Inhil

28/06/2018 18:28
Menang Pilkada Versi Quick Count,
Bupati Inhil Gelar Press Conference dengan Insan Pers

28/06/2018 09:22
Peroleh 51,98 Persen Suara, HM Wardan 'Ungguli' Para Pesaingnya

27/06/2018 17:21
Hari Pemungutan Suara,
Bupati Inhil Laporkan Kejadian 'Aneh Bin Ajaib' kepada Wagubri

  Kamis, 12 April 2018 22:29
Pemkab Inhil Harapkan Puskesmas Lacak dan Segera Tangani Bayi Gizi Buruk

Riauterkini-TEMBILAHAN-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan mengharapkan kepada Puskesmas agar terus melakukan penanganan dan pelacakan kasus bayi dan anak yang mengalami permasalahan gizi kurang atau gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Zainal Arifin menyatakan, masyarakat terus mengunjungi Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan gizi kurang dan gizi buruk.

Bagi masyarakat yang menemukan anak-anak dengan gizi kurang atau gizi buruk, bisa melaporkan dan membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan perbaikan gizi.

"Karena indikator keberhasilan kita adalah semua kasus gizi kurang atau gizi buruk dapat ditangani 100 persen," ungkapnya.

Seperti kasus bayi Natania berusia 1, 4 tahun dengan berat hanya 5,6 kilogram, berdasarkan standar status gizi masuk dalam kategori gizi kurang. Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas Gajah Mada terus melakukan pemantauan status gizi melalui Rumah Pemulihan Gizi (RPG).

Ibu Natania secara aktif telah mengikuti kegiatan di RPG pada hari Kamis setiap pekannya yang dimulai pada tanggal 8 Maret lalu. Natania diberikan biskuit dan ibunya diedukasi mengenai cara pengolahan bahan makanan yang sesuai dengan usia Natania. Kondisi saat ini berat badan bayi Natania sudah meningkat menjadi 6,5 kilogram.

"Di Indonesia saat ini termasuk Kabupaten Inhil pada tema Rakerkeskab beberapa hari yang lalu juga mengangkat masalah Stunting (Kekerdilan). Kita terus melakukan penanganan gizi buruk dan Stunting yang mejadi prioritas kesehatan, walaupun banyak faktor yang berkontribusi terhadap kondisi bayi atau anak dengan Stunting," imbuh.***(adv/mar).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com