Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


15/10/2018 10:57
Bupati Inhil Harapkan Prestasi Qori dan Qoriah di Ajang MTQ Riau Mendatang

14/10/2018 09:51
Bupati Inhil Buka Penyelenggaraan MTQ Ke - 48 Tahun 2018

13/10/2018 14:56
Bupati Lepas Defile Pawai Ta'ruf dan Bazar MTQ ke-48 Kabupaten Inhil di Kecamatan GAS

12/10/2018 14:03
Bupati Inhil Lantik 6 Penjabat Kepala Desa Sekaligus

9/10/2018 20:43
Pembangunan Turab di Parit 6 Inhil, Warga Sekitar Lakukan Pembongkaran Rumah

9/10/2018 07:33
Bupati Inhil Hadiri Grebek Suro dan Kirab Budaya di Kecamatan Kempas

7/10/2018 13:52
Tinjau Infrastruktur, Bupati Inhil Dampingi Gubernur Riau Terpilih

4/10/2018 15:59
Bupati Serahkan Bantuan 25 Pompong Fiber dan Alat Tangkap Buat Nelayan di Inhil

3/10/2018 21:53
Sekda Inhil Launching Sistem Informasi e-Office Berbasis Web di Lingkungan Setda

27/09/2018 16:48
Sekda Inhil Buka MTQ Ke-48 Kecamatan Mandah

  Rabu, 20 Juni 2018 16:48
Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya, Parit 6 Mengungsi

Pemkab Inhil keluarkan menyusul terjadi longsor di Parit 6 Tembilahan Hulu. Warga setempat diminta mengungsi.

Riauterkini-TEMBILAHAN HULU-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir mengimbau warga Jalan Gerilya, Parit 6 Tembilahan Hulu mengungsi untuk sementara waktu menyusul terjadinya rentetan bencana tanah longsor.

Setidaknya, terjadi 2 kali bencana tanah longsor di Jalan Gerilya, Parit 6 Tembilahan Hulu dalam waktu yang tidak berjauhan, yakni pada Minggu (3/6/18) dan Minggu (17/6/18). 2 kali bencana longsor yang terjadi secara beruntun telah meluluhlantakkan sedikitnya 5 rumah warga.

Keresahan tidak hanya muncul dibenak warga sekitar kawasan tersebut. Melainkan juga di kalangan Pemerintah Kabupaten Inhil. Untuk itu, melalui BPBD, Pemerintah Kabupaten Inhil melayangkan imbauan agar warga sekitar dapat mengungsi menjelang kondisi di kawasan tersebut dinyatakan aman.

"Pihak RT dan RW di sekitar Parit 6, tepatnya di kawasan terjadinya longsor telah kita imbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ini untuk memastikan keamanan warga itu sendiri karena kita belum tahu kapan akan terjadinya longsor susulan," tukas Kepala BPBD Kabupaten Inhil, Yuspik, Rabu (20/6/18).

Antisipasi terjadinya longsor dalam jangka panjang, menurut Yuspik juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pemerintah Kabupaten Inhil telah mengajukan pembangunan turap kepada Pemerintah Kabupaten Inhil yang bertujuan untuk menahan abrasi air sungai di sekitar kawasan Parit 6, Tembilahan Hulu.

"Sedangkan, untuk sementara, kami telah membuat tanggul darurat dari karung berisikan pasir sebanyak 1500 karung untuk menahan abrasi di sekitar lokasi longsor," ungkap Yuspik.

Yuspik mengatakan, kekhawatiran muncul, manakala bencana longsor kali ini juga mengancam keberadaan jalan lintas disana. Jalan yang berstatus sebagai jalan Nasional tersebut merupakan satu - satunya akses menuju Kota Tembilahan dan beberapa daerah lainnya.

"Seandainya terjadi longsor susulan dan tanggul darurat tidak mampu menahannya. Maka besar kemungkinan ruas jalan lintas juga akan hanyut ke sungai dan akses menuju Tembilahan akan terputus. 2 kali longsor yang terjadi ini saja, sudah membuat sedikit retak pinggiran ruas jalan," jelasnya.

Yuspik menuturkan, sebenarnya bencana tanah longsor di kawasan Parit 6 memang kerap kali terjadi sejak beberapa tahun silam. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan rawan bencana longsor sehingga warga setempat wajib untuk senantiasa waspada.

"Memang sudah sering terjadi, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Langkah demi langkah perbaikan dan antisipasi juga telah dilakukan. Kendati tetap terjadi, namun, frekuensi terjadinya bencana tanah longsor diasumsikan telah berkurang," tandas Yuspik.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com