Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


31/08/2018 14:27
Bupati Inhil Buka Jambore Kader PKK Tahun 2018

31/08/2018 10:46
Sekda Inhil Buka Perkemahan Berkarakter III Tahun 2018 Di Simpang Gaung

30/08/2018 10:02
Tabligh Akbar Al - Aqsa Dalam Bahaya, Bupati Inhil Sambut Dr Muraweh Mousa Nassar

29/08/2018 11:07
Bupati Inhil Lantik 5 BPD Kecamatan Kempas Serentak

26/08/2018 16:46
Temukan Solusi Harga Kelapa, Bupati Inhil Sambangi Kediaman Prof Wisnu Gardjito

25/08/2018 21:49
Bupati Inhil Apresiasi Festival Budaya Alam Nusantara

21/08/2018 15:12
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pembahasan Rancangan Teknokratik RPJMD Inhil 2018-2023

21/08/2018 14:49
Bupati Inhil Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di PMIP

19/08/2018 21:04
Meriahkan HUT RI Ke - 73, Bupati Inhil Apresiasi Berbagai Lomba yang Digelar DWP

18/08/2018 13:24
Bupati Wardan Pimpin Peringatan ke-57 Hari Pramuka di Kwarcab Kwarcab Pramuka Inhil

  Rabu, 20 Juni 2018 16:48
Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya, Parit 6 Mengungsi

Pemkab Inhil keluarkan menyusul terjadi longsor di Parit 6 Tembilahan Hulu. Warga setempat diminta mengungsi.

Riauterkini-TEMBILAHAN HULU-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir mengimbau warga Jalan Gerilya, Parit 6 Tembilahan Hulu mengungsi untuk sementara waktu menyusul terjadinya rentetan bencana tanah longsor.

Setidaknya, terjadi 2 kali bencana tanah longsor di Jalan Gerilya, Parit 6 Tembilahan Hulu dalam waktu yang tidak berjauhan, yakni pada Minggu (3/6/18) dan Minggu (17/6/18). 2 kali bencana longsor yang terjadi secara beruntun telah meluluhlantakkan sedikitnya 5 rumah warga.

Keresahan tidak hanya muncul dibenak warga sekitar kawasan tersebut. Melainkan juga di kalangan Pemerintah Kabupaten Inhil. Untuk itu, melalui BPBD, Pemerintah Kabupaten Inhil melayangkan imbauan agar warga sekitar dapat mengungsi menjelang kondisi di kawasan tersebut dinyatakan aman.

"Pihak RT dan RW di sekitar Parit 6, tepatnya di kawasan terjadinya longsor telah kita imbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ini untuk memastikan keamanan warga itu sendiri karena kita belum tahu kapan akan terjadinya longsor susulan," tukas Kepala BPBD Kabupaten Inhil, Yuspik, Rabu (20/6/18).

Antisipasi terjadinya longsor dalam jangka panjang, menurut Yuspik juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pemerintah Kabupaten Inhil telah mengajukan pembangunan turap kepada Pemerintah Kabupaten Inhil yang bertujuan untuk menahan abrasi air sungai di sekitar kawasan Parit 6, Tembilahan Hulu.

"Sedangkan, untuk sementara, kami telah membuat tanggul darurat dari karung berisikan pasir sebanyak 1500 karung untuk menahan abrasi di sekitar lokasi longsor," ungkap Yuspik.

Yuspik mengatakan, kekhawatiran muncul, manakala bencana longsor kali ini juga mengancam keberadaan jalan lintas disana. Jalan yang berstatus sebagai jalan Nasional tersebut merupakan satu - satunya akses menuju Kota Tembilahan dan beberapa daerah lainnya.

"Seandainya terjadi longsor susulan dan tanggul darurat tidak mampu menahannya. Maka besar kemungkinan ruas jalan lintas juga akan hanyut ke sungai dan akses menuju Tembilahan akan terputus. 2 kali longsor yang terjadi ini saja, sudah membuat sedikit retak pinggiran ruas jalan," jelasnya.

Yuspik menuturkan, sebenarnya bencana tanah longsor di kawasan Parit 6 memang kerap kali terjadi sejak beberapa tahun silam. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan rawan bencana longsor sehingga warga setempat wajib untuk senantiasa waspada.

"Memang sudah sering terjadi, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Langkah demi langkah perbaikan dan antisipasi juga telah dilakukan. Kendati tetap terjadi, namun, frekuensi terjadinya bencana tanah longsor diasumsikan telah berkurang," tandas Yuspik.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com