Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


7/02/2019 11:58
Wakil Bupati Inhil Hadiri Peringatan Milad ke-69 Kabupaten Kampar

6/02/2019 15:02
Bupati Inhil Hadiri Milad HMI Ke-72, Akui Banyak Mencetak Kader Terbaik Bangsa

5/02/2019 16:44
Tidak Selaras dengan Visi dan Misi Daerah, Bupati Ancam Coret RKA OPD

5/02/2019 13:12
Musrenbang RPJMD Inhil 2018-2023,
Bupati Tekankan Progam Peningkatan Ekonomi Dan Kualitas Infrastruktur

1/02/2019 11:48
Kunjungi Pasar Terapung Tembilahan,
Wabup Inhil Sebut Akan Segera Relokasi Pedagang ke Tempat yang Lebih Aman

31/01/2019 19:45
Bupati Launching Perizinan Online

29/01/2019 15:19
3 Tahun Restorasi Gambut,
Bupati Inhil Nyatakan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Lahan Gambut

28/01/2019 21:31
Bupati Inhil Terima Rapor SAKIP 2018, Bobot Penilaian Alami Kenaikan

27/01/2019 16:17
Wakil Bupati Inhil Hadiri Peresmian Kantor Polsek Batang Tuaka

24/01/2019 17:12
Bupati Inhil Koordinasikan Rencana Pembangunan Gedung Pos SAR Tembilahan

  Kamis, 5 Juli 2018 07:29
Upaya Dongkrak Harga, Bupati Inhil Undang Perusahaan dan Pengumpul Kelapa

Bupati Inhil kembali mengundang perusahaan dan pengumpul kelapa di daerahnya. Upaya mendokrak harga kelapa yang belakangan membahayakan perekomian masyarakat tersebut.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir kembali menggelar pertemuan dengan Perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa, Tembilahan, Rabu (4/7/18) malam.

Pertemuan ini mengagendakan pembahasan tentang stabilitas harga kelapa yang dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sempat menyentuh titik terendah.

"Kami sengaja mengundang perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa untuk berdiskusi karena beberapa bulan terakhir harga kelapa sempat anjlok dan menimbulkan keresahan di tingkat petani," kata Bupati, di Kantor Bupati Inhil.

Bupati menyebutkan, pertemuan juga ditujukan untuk mencari solusi ihwal harga kelapa yang cenderung fluktuatif sehingga kedepan harga kelapa tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi para petani dan dipolitisasi dengan dijadikan 'komoditas' politik.

"Kenapa harga kelapa menjadi suatu hal yang penting bagi kami Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Inhil berprofesi sebagai petani, sektor perkebunan kelapa merupakan tumpuan dari hampir 70 persen masyarakat petani," pungkas Bupati.

Dalam pertemuan, baik pihak Pemerintah Kabupaten Inhil, perusahaan dan pengusaha kelapa mengidentifikasi beberapa persoalan yang tengah dihadapi sektor perkebunan kelapa Inhil, mulai dari hulu hingga hilir.

Dari hulu sektor perkebunan kelapa, diketahui jumlah kebun kelapa tua dan rusak, kerusakan infrastruktur perkebunan, minimnya penggunaan teknologi dan bibit unggul masih menjadi problema yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Berbicara hilir sektor perkebunan kelapa Inhil, selain harga kelapa yang cenderung fluktuatif, terdapat juga beberapa masalah yang terjadi, yakni diversifikasi produk turunan kelapa yang masih kurang dan pemanfaatan hasil lain dari kelapa, seperti air kelapa, sabut dan tempurung yang belum optimal.

Mengerucut pada persoalan minimnya diversifikasi produk turunan kelapa, dalam forum pertemuan, Pemerintah Kabupaten Inhil kembali menyampaikan, solusi konkret dari persoalan tersebut, ialah pengembangan industri skala rumah tangga atau home industry.

Terkait rencana kebijakan pengembangan industri skala rumah tangga ini, Bupati Inhil mengatakan, Pemerintah Kabupaten Inhil akan menambah anggaran untuk mengadakan pelatihan terhadap masyarakat petani.

"Untuk pelatihan ini, kami sudah melakukan komunikasi dengan Profesor Wisnu Gardjito, ahli kelapa dunia asal Depok. Beliau sepakat untuk menggelar pelatihan bulan depan," ungkap Bupati.

Setelah pelatihan dilaksanakan, Bupati mengungkapkan, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah pembentukan kelompok - kelompok home industry yang mencakup daerah - daerah sentra produksi kelapa di Kabupaten Inhil serta pengadaan peralatan mesin pengolah kelapa.

"Nah, saat semua langkah ini direalisasikan, kita berharap kelompok - kelompok home industry ini dapat memproduksi sendiri barang jadi berbahan baku kelapa yang memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa kita dan meningkatkan pendapatan masyarakat petani," papar Bupati.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com