Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


5/08/2018 17:29
Bupati Inhil Serahkan Bantuan Kapal dan Alat Tangkap dari Kementerian KKP Buat Nelayan Tanah Merah

4/08/2018 14:11
Bupati Inhil Tinjau Lokasi Pengolahan Air PDAM TI

1/08/2018 14:26
Bupati Tinjau Tempat Pengumpul Kelapa

30/07/2018 20:15
Bupati Inhil Tinjau Peralatan Peralatan Kelapa Terpadu di Dua Kecamatan

28/07/2018 18:30
Sempena Pacu Sampan Leper, Pemkab Inhil Luncurkan SIMAS dan Inhil Nan Molek

27/07/2018 21:59
Bupati Inhil Hadiri Rakornas TPID Ke - 7

26/07/2018 16:56
Usulkan Preservasi Jalan Nasional,
Bupati Inhil Temui Dirjen Jasa Konstruksi dan Penanganan Jalan Kementerian PU

25/07/2018 07:45
Kabupaten Inhil Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2018 untuk Tembilahan

24/07/2018 18:18
Hadirkan Prof Wisnu Gardjito,
Sekda Inhil Jadi Moderator Seminar Vision Workshop Tentang Kelapa

23/07/2018 13:48
Pemkab Inhil Akan Selenggarakan Festival Sampan Leper

  Kamis, 19 Juli 2018 18:28
Bupati Inhil Hadiri Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan menghadiri Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang digelar Kejaksaan Negeri Inhil di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Kamis (19/7/18).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari Bhakti Adhyaksa Ke - 58. Dalam Diskusi Panel, pihak Kejaksaan Negeri Inhil juga menghadirkan Mantan Ketua Jema'ah Islamiyah Asia Tenggara, Nasir Abbas sebagai narasumber.

Bupati Inhil, HM Wardan mengatakan, Diskusi Panel yang digelar ini merupakan langkah yang baik sebagai upaya antisipasi dini atas masuknya radikalisme dan terorisme.

"Tindakan radikal dan teror di negara kita belakangan ini memang sudah menimbulkan keresahan yang luar biasa. Saya mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif pihak Kejaksaan untuk mengadakan kegiatan Diskusi panel berkaitan dengan pencegahan radikalisme dan terorisme," pungkas Bupati.

Menurut Bupati, diskusi panel yang diselenggarakan akan memberikan dampak positif terhadap tingkat kewaspadaan dan kehati - hatian masyarakat Inhil sehingga kegiatan serupa mesti dilaksanakan secara rutin bagi setiap elemen masyarakat Inhil.

"Kegiatan seperti ini bagus sekali, semestinya bisa rutin digelar, baik oleh instansi vertikal maupun OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil kedepannya," ungkap Bupati.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Inhil, Susilo menjelaskan radikalisme dan terorisme tidak hanya dapat disalurkan melalui kontak fisik atau pertemuan langsung semata, melainkan juga dapat 'ditularkan' melalui media sosial.

"Diskusi panel ini diadakan memang dilatarbelakangi oleh tindakan radikalisme dan terorisme yang terjadi, terutama yang terjadi beberapa waktu lalu di Provinsi Riau," ungkap Susilo.

Sementara itu, Nasir Abbas selaku narasumber berkesempatan memaparkan cerita singkat tentang awal mula Dirinya terperangkap ke dalam jaringan terorisme sewaktu berumur 16 tahun.

Selain pemaparan, diskusi panel juga membuka sesi tanya - jawab antara peserta dengan narasumber yang membuat kegiatan diskusi lebih interaktif. Kegiatan Diskusi Panel ini juga dimoderasi oleh Titin Triana.

Diskusi panel melibatkan ratusan peserta yang mencakup hampir seluruh elemen masyarakat Inhil, seperti siswa, mahasiswa, PNS, organisasi dan lainnya.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com