Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


9/04/2019 16:57
Bupati Hadiri Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 H di Kemenag Inhil

9/04/2019 13:50
Wakil Bupati Inhil Tinjau Ruas Jalan Sungai Beringin, Tembilahan

8/04/2019 12:52
Sukseskan Pemilu 2019, Bupati Instruksikan ASN Pemkab Inhil Jaga Netralitas

5/04/2019 07:41
Bupati Tinjau Logistik KPU di Venue  Futsal Tembilahan

4/04/2019 16:29
Pemilu Serentak, Sekda Inhil Harapkan ASN Tidak Terlibat Politik Praktis

3/04/2019 15:29
Bupati Inhil Hadiri Peringatan Isra' dan Mi'raj 1440 H di Masjid Agung Al-Huda, Tembilahan

31/03/2019 12:00
Sekda Inhil Pimpin RUPS PD BPR Gemilang

30/03/2019 23:03
Bupati Inhil Kunjungi Nursiah, Penderita Tumor Ganas di Wajah

29/03/2019 15:53
Sekda Pimpin Koordinasi dan Konsultasi TAPD Inhil ke Kemendagri RI

27/03/2019 21:55
Bupati Inhil Besuk Bayu Alfasah di RS Islam Ibnu Sina, Pekanbaru

  Senin, 30 Juli 2018 20:15
Bupati Inhil Tinjau Peralatan Peralatan Kelapa Terpadu di Dua Kecamatan

Bupati Inhil meninjau alat pengolah kelapa terpadu di Kecamatan Tembilahan Hulu dan Kempas. Bupati berpesan agar dimanfaatkan secara maksimal.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Indragiri Hilir HM Wardan meninjau alat pengolah kelapa terpadu di Desa Pulau Palas Dusun Sungai Sirih, Kecamatan Tembilahan Hulu dan Desa Sungai Ara, Kecamatan Kempas, Senin (30/7/18).

Dalam peninjauan tersebut Bupati didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil H T Juhardi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) H Kuswari, Camat Tembilahan Hulu M Nazar, sejumlah pejabat eselon di lingkungan pemkab Inhil.

Bupati mengatakan bahwa dirinya sengaja melakukan peninjauan terhadap alat-alat pengolahan kelapa tersebut. Hal tersebut dilakukannya karena beberapa waktu lalu ia mendapat informasi belum maksimalnya pemanfaatan alat-alat tersebut.

Diakuinya bahwa alat-alat pengolahan kelapa terpadu itu merupakan bantuan dari Kementerian Desa pada tahun 2017 lalu. Selaku Pemerintah Kabupaten Inhil ia sangat menyayangkan alat-alat tersebut belum difungsikan secara maksimal.

"Hari ini saya memang memfokuskan ingin memantau dan melihat beberapa peralatan yang sudah disediakan. Tadi kan kita melihat yang ada di lokasi Pulau Palas memang sudah lama sekali kita programkan sejak tahun 2014 tapi belum berfungsi. Dan saya berikan waktu selama satu bulan ini semoga bisa difungsikan," tegas Wardan.

Beliau menekankan, kepada camat dan Kepala Desanya untuk memanggil lagi kelompok-kelompok tani yang sudah ditetapkan. Namun kalau mereka tidak mampu, ganti dengan orang lain ataupun nanti peralatan ini akan dipindahkan kepada kecamatan yang memang bisa mengoperasikannya.

"Karena sayang sekali, alat itu bukan lagi harga sepuluh atau dua puluhan juta mungkin sudah sampai ratusan juta aset yang sudah dikeluarkan tapi tidak berfungsi," paparnya.

Diungkapkan Wardan bahwa alat-alat tersebut berupa alat pengolahan minyak kelapa. Tapi di Kempas ini ada juga alat untuk pengolahan sabut dan pengolahan tempurung jadi arang.

"Jadi ke depan alat-alat ini harus difungsikan karena masyarakat merasakan betapa anjloknya harga kelapa. Dengan memaksimalkan ini sudah ada upaya yang kita lakukan. Kalau ini sudah dapat berfungsi dan mendapat hasil yang baik maka akan kita kembangkan ke kecamatan-kecamatan lain sehingga upaya kita untuk memperbaiki dan meningkatkan harga kelapa bisa kita lakukan," harap orang nomor satu di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Menurutnya dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan harga kelapa dibutuhkan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD harus saling bahu membahu, tidak bisa hanya satu OPD saja. Di sini butuh peran dan kerjasama antara Disperindag, Dinas Koperasi, DPMD, Perkebunan dan OPD lain yang berkaitan.

Bupati Wardan juga berencana akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terkait operasi alat-alat pengolahan kelapa terpadu tersebut.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com