Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


7/10/2018 13:52
Tinjau Infrastruktur, Bupati Inhil Dampingi Gubernur Riau Terpilih

4/10/2018 15:59
Bupati Serahkan Bantuan 25 Pompong Fiber dan Alat Tangkap Buat Nelayan di Inhil

3/10/2018 21:53
Sekda Inhil Launching Sistem Informasi e-Office Berbasis Web di Lingkungan Setda

27/09/2018 16:48
Sekda Inhil Buka MTQ Ke-48 Kecamatan Mandah

26/09/2018 12:48
Sekda Lepas Pawai Taaruf dan Bula Bazar MTQ Kecamatan Mandah

25/09/2018 11:33
Asisten II Setdakab Inhil Buka MTQ XI Tingkat Kecamatan Pulau Burung

22/09/2018 20:42
Pemkab Inhil Apresiasi Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018

18/09/2018 19:54
Bupati Inhil Harapkan MTQ Kecamatan Tempuling Hasilkan Qori dan Qori'ah Unggul

18/09/2018 09:34
Sekda Buka Bazar dan MTQ Ke-39 Kecamatan Tempuling

17/09/2018 16:15
Bupati Inhil Hadiri Sosialisasi SPIP

  Senin, 30 Juli 2018 20:15
Bupati Inhil Tinjau Peralatan Peralatan Kelapa Terpadu di Dua Kecamatan

Bupati Inhil meninjau alat pengolah kelapa terpadu di Kecamatan Tembilahan Hulu dan Kempas. Bupati berpesan agar dimanfaatkan secara maksimal.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bupati Indragiri Hilir HM Wardan meninjau alat pengolah kelapa terpadu di Desa Pulau Palas Dusun Sungai Sirih, Kecamatan Tembilahan Hulu dan Desa Sungai Ara, Kecamatan Kempas, Senin (30/7/18).

Dalam peninjauan tersebut Bupati didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil H T Juhardi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) H Kuswari, Camat Tembilahan Hulu M Nazar, sejumlah pejabat eselon di lingkungan pemkab Inhil.

Bupati mengatakan bahwa dirinya sengaja melakukan peninjauan terhadap alat-alat pengolahan kelapa tersebut. Hal tersebut dilakukannya karena beberapa waktu lalu ia mendapat informasi belum maksimalnya pemanfaatan alat-alat tersebut.

Diakuinya bahwa alat-alat pengolahan kelapa terpadu itu merupakan bantuan dari Kementerian Desa pada tahun 2017 lalu. Selaku Pemerintah Kabupaten Inhil ia sangat menyayangkan alat-alat tersebut belum difungsikan secara maksimal.

"Hari ini saya memang memfokuskan ingin memantau dan melihat beberapa peralatan yang sudah disediakan. Tadi kan kita melihat yang ada di lokasi Pulau Palas memang sudah lama sekali kita programkan sejak tahun 2014 tapi belum berfungsi. Dan saya berikan waktu selama satu bulan ini semoga bisa difungsikan," tegas Wardan.

Beliau menekankan, kepada camat dan Kepala Desanya untuk memanggil lagi kelompok-kelompok tani yang sudah ditetapkan. Namun kalau mereka tidak mampu, ganti dengan orang lain ataupun nanti peralatan ini akan dipindahkan kepada kecamatan yang memang bisa mengoperasikannya.

"Karena sayang sekali, alat itu bukan lagi harga sepuluh atau dua puluhan juta mungkin sudah sampai ratusan juta aset yang sudah dikeluarkan tapi tidak berfungsi," paparnya.

Diungkapkan Wardan bahwa alat-alat tersebut berupa alat pengolahan minyak kelapa. Tapi di Kempas ini ada juga alat untuk pengolahan sabut dan pengolahan tempurung jadi arang.

"Jadi ke depan alat-alat ini harus difungsikan karena masyarakat merasakan betapa anjloknya harga kelapa. Dengan memaksimalkan ini sudah ada upaya yang kita lakukan. Kalau ini sudah dapat berfungsi dan mendapat hasil yang baik maka akan kita kembangkan ke kecamatan-kecamatan lain sehingga upaya kita untuk memperbaiki dan meningkatkan harga kelapa bisa kita lakukan," harap orang nomor satu di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Menurutnya dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan harga kelapa dibutuhkan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD harus saling bahu membahu, tidak bisa hanya satu OPD saja. Di sini butuh peran dan kerjasama antara Disperindag, Dinas Koperasi, DPMD, Perkebunan dan OPD lain yang berkaitan.

Bupati Wardan juga berencana akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terkait operasi alat-alat pengolahan kelapa terpadu tersebut.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com