Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


7/03/2019 17:32
Puncak Peringatan HUT Damkar dan Satpol PP,
Bupati Inhil Berpesan Junjung Tinggi Pancasila

6/03/2019 14:55
Bupati Beri Tanggapan padda Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda Kabupaten Inhil

6/03/2019 07:27
Paripurna Ke-3 Masa Persidangan 1, Bupati Inhil Sampaikan 4 Ranperda

3/03/2019 20:46
Bupati Inhil Berharap Kedatangan Menko Kemaritiman Membawa Dampak Positif

2/03/2019 12:55
Bupati Inhil Serahkan SK Kepada 329 CPNS

1/03/2019 13:57
Puncak Rakornas PKK 2019, Ketua TP-PKK Inhil Ikuti Dialog Interaktif Bersama Presiden dan Ibu Negara

27/02/2019 15:29
Bupati Inhil Orasi Ilmiah 'Kampung Qur'an' Pada Wisuda UIN Suska Riau

27/02/2019 13:38
Ketua TP PKK Inhil Ikuti Rakornas PKK Tahun 2019 di Jakarta

26/02/2019 19:38
Pemuncak Penilaian Renaksi 2018,
Bupati Inhil: Ini Peningkatan Prestasi

26/02/2019 07:41
Hadiri Pisah Sambut, Bupati Inhil Siap Dukung Program Gubri Majukan Riau

  Selasa, 8 Januari 2019 11:11
Bupati Inhil Diskusi Mengenai Kelapa Bersama Tim Dari Institut Pertanian Bogor

Bupati Wardan sambut baik acara FGD IPB bersama Pemkab Inhil. Diharapkan peroleh informasi mengenai regulasi terkini dari daerah tentang aturan industri dan perkebunan kelapa.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Focus Group Disscussion (FGD) tentang Dampak Sosial dan Ekonomi terhadap Masyarakat dari Industri Kelapa Terpadu Milik Sambu Group Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Pemkab Inhil, Selasa (8/1/2019) di salah satu hotel di Tembilahan.

Tujuan diadakannya FGD ini ialah untuk memperoleh informasi mengenai regulasi terkini dari daerah tentang aturan industri dan perkebunan kelapa baik perkebunan kelapa industri maupun perkebunan kelapa rakyat, memperoleh informasi mengenai usaha-usaha Pemkab Inhil dalam perkembangan perkebunan kelapa, mengetahui dan memetakan keterkaitan antar instansi dalam pengembangan perkebunan kelapa dan pemberdayaan petani kelapa, serta memperoleh informasi terkait perspektif setiap instansi mengenai keberlanjutan industri dan perkebunan kelapa.

FGD diikuti oleh Kepala Bappeda Inhil, Kepala Dinas Perkebunan Inhil yang diwakili Sekretaris, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil, Kepala DPMD Inhil, serta tokoh masyarakat Inhil.

PT Pulau Sambu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa yang terletak di Kabupaten Inhil, Provinsi Riau. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1967 yang terbentuk atas usaha Mr Tay Juhana. Dalam menjalankan bisnis, PT Pulau Sambu sangat bergantung pada pasokan kelapa dari masyarakat dan bagi masyarakat PT Pulau Sambu merupakan pasar utama dalam penjualan produksi kelapa rakyat. Hal ini menjadikan perusahaan banyak berinteraksi dengan masyarakat baik melalui aktivitas bisnis maupun aktivitas pemberdayaan masyarakat di sekitar industri khususnya dan di Kabupaten Inhil secara umum.

Berdasarkan hal tersebut, studi penelitian tentang dampak sosial ekonomi PT Pulau Sambu terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar PT Pulau Sambu dan masyarakat Inhil sangat penting dilakukan. Hal ini disebabkan studi ini dapat memberi gambaran dampak sosial dan ekonomi sebelum dan setelah berdirinya PT Pulau Sambu di tengah-tengah masyarakat Inhil. Selain itu studi ini juga memberikan analisis mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat terutama apabila beberapa atau keseluruhan aktivitas usaha dari PT Pulau Sambu berhenti.

Usai FGD, Bupati Inhil HM Wardan mengundang para peserta FGD untuk berdialog ke kediaman Dinas Bupati di Jalan Kesehatan Nomor 1 Tembilahan, Selasa (8/1/2019) siang.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya FGD tersebut. Dirinya mengaku semenjak dilantik sebagai Bupati Inhil periode 1 lalu dirinya tak pernah surut dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui kelapa.

Menurutnya, kehadiran PT Pulau Sambu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dampak perekonomian masyarakat terhadap PT Pulau Sambu sangat berpengaruh. Saat ini saya sedang menggalakkan BUMDes, setiap desa sudah saya instruksikan agar membentuk BUMDes.

"Saya harap dengan Bumdes angka kemiskinan di Inhil akan berkurang. Kehadiran PT Pulau Sambu juga diharapkan dapat membantu mengembangkan BUMDes ini," terangnya.

Dirinya menceritakan perjuangan Pemkab Inhil dalam mengenalkan kelapa Inhil seluruh penjuru Tanah Air bahakan hingga internasional.

"Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Riau tahun 2015 lalu saya menginstruksikan para wartawan untuk menulis tentang kelapa. Berkat hal tersebut orang-orang mulai melirik dan mengenal Inhil. Selain itu sudah banyak juga hal yang kami lakukan untuk memperkenalkan kelapa sebagai identitas Inhil. Salah satunya bentuk lampu jalan," paparnya.

Tak hanya itu, imbuhnya, melalui World Coconut Day (Peringatan Hari Kelapa Sedunia) pada tahun 2017 lalu juga merupakan upaya pemerintah dalam membumikan kelapa Inhil kepada dunia. Dalam acara tersebut dibuat 500 makanan berbahan dasar kelapa.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com