Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : 'MENJADIKAN INDRAGIRI HILIR BERJAYA DAN GEMILANG TAHUN 2025'


4/04/2019 16:29
Pemilu Serentak, Sekda Inhil Harapkan ASN Tidak Terlibat Politik Praktis

3/04/2019 15:29
Bupati Inhil Hadiri Peringatan Isra' dan Mi'raj 1440 H di Masjid Agung Al-Huda, Tembilahan

31/03/2019 12:00
Sekda Inhil Pimpin RUPS PD BPR Gemilang

30/03/2019 23:03
Bupati Inhil Kunjungi Nursiah, Penderita Tumor Ganas di Wajah

29/03/2019 15:53
Sekda Pimpin Koordinasi dan Konsultasi TAPD Inhil ke Kemendagri RI

27/03/2019 21:55
Bupati Inhil Besuk Bayu Alfasah di RS Islam Ibnu Sina, Pekanbaru

26/03/2019 20:09
Bupati Wardan Lantik Pengurus TP-PKK dan Kukuhkan Pengurus K3S Inhil Periode 2018-2023

26/03/2019 20:06
Seminar Nasional, Bupati Inhil Hadirkan Pelaku Industri Kelapa Sebagai Peserta

25/03/2019 13:50
Wakil Bupati Inhil Ikuti Pengajian dan Silaturrahmi Ulama Nusantara

25/03/2019 07:40
Gala Dinner Bersama Gubri, Bupati Inhil Kupas Potensi dan Bonanza Perkelapaan di Masa Lalu

  Selasa, 22 Januari 2019 21:14
Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana Siput Menuju Negeri Jiran, Malaysia

Siput laut asal Inhil mulai dikirim ke luar negeri. Pelepasan ekspor perdana ke Malaysia dilakukan Bupati Wardan.

Riauterkini-TANAH MERAH-Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan melepas ekspor perdana siput laut atau oleh masyarakat Kabupaten Inhil dikenal dengan istilah Cincinot menuju Negeri Jiran, Malaysia, Senin (21/1/19).

Pelepasan 12,5 ton Cincinot dilakukan di Kecamatan Tanah Merah ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati Inhil, HM Wardan.

Ekspor perdana hewan molluska yang hidup melimpah di Kabupaten Inhil ini mendapat apresiasi dari Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan. Menurutnya, ekspor yang dilakoni oleh pelaku usaha lokal disana telah membawa angin segar peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor perikanan.

"Ini adalah kabar baik, angin segar bagi perekonomian masyarakat di tengah terpuruknya harga kelapa kita," pungkas Bupati dalam sambutannya.

Bupati berharap, terobosan positif tersebut dapat diikuti oleh komoditas perikanan tangkap lainnya yang sampai saat ini belum terkelola dan terpromosikan secara maksimal.

"Dengan begitu, sektor perikanan bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Pengembangan sektor perikanan berpotensi menjadi semakin gencar dan maju," tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menuturkan, sampai saat ini, HNSI terus berupaya agar tingkat kesejahteraan 29 ribu nelayan lokal yang umumnya warga kurang mampu dapat terangkat.

"Ekspor perdana Siput cincinot pun diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban dari upaya kita, selain Komoditas ekspor Inhil bernilai ekonomis tinggi lainnya, mulai dari Udang, limpa Ikan Malong dan Senohong, Udang Nenek dan lain sebagainya," jelas H Said Syarifuddin.

Selain mendorong promosi dan pengelolaan hasil perikanan tangkap, HNSI bersama Pemerintah Kabupaten Inhil pun gencar mensosialisasikan larangan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tak ramah lingkungan, seperti meracun dan menyetrum.***(adv).

 
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR © 2013
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com