VISI : 'KABUPATEN KAMPAR NEGERI BERBUDAYA, BERDAYA DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT AGAMIS TAHUN 2020'


30/01/2017 17:17
HUT ke-67, Pemkab Akan Publikasikan Sejarah Kampar

27/01/2017 18:22
Pelestarian Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai‬,
Yon 132/BS Bersama Masyarakat Gelar Bhakti Sosial

26/01/2017 15:35
Lihat Kesiapan Pemilukada, Komisi II DPR RI Kunjungi Kampar

25/01/2017 17:23
DPRD Kampar Sahkan APBD Kampar 2017

23/01/2017 18:59
Pj Bupati Kampar Hadiri Rakor Karlahut Nasional di Istana Negara

16/01/2017 16:46
Bupati Kampar Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di Salo

12/01/2017 21:43
Seruan Pj Bupati Kampar untuk Peserta Pilkada,
Hidupkan Lampu Kita, Jangan Padamkan Lampu Orang

31/12/2016 23:38
Bersama Pj Bupati, Kapolres Kampar Gelar Do'a Bersama dan Istighosah

31/12/2016 23:30
Pj. Bupati Kampar Pimpin Gelar Pasukan Pengamanan Malam Tahun Baru

31/12/2016 11:09
Masuk Kabinet OPD Pemprov Riau, Pj Bupati Kampar Tetap Kadis ESDM

29/12/2016 23:40
Pj Bupati Kampar Bersama Kapolres dan Forkopimda Tinjau Pos Pam Ops Lilin Siak 2016

28/12/2016 19:25
Pj. Bupati Kampar Minta Dinas Maksimalkan Produktivitas dan Efisiensi Kerja

28/12/2016 06:55
Pj Bupati Kampar dan Jajaran Silaturahmi dengan Wartawan

27/12/2016 14:33
Pj Bupati Kampar Pimpin Apel Gabungan Terakhir Tahun Ini

22/12/2016 09:51
Pj Bupati Kampar Puji Langkah Cepat DPRD Bahas RAPBD-P 2016

   
Senin, 23 Januari 2017 18:59
Pj Bupati Kampar Hadiri Rakor Karlahut Nasional di Istana Negara

Riauterkini-JAKARTA-Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi menghadiri rapat pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2017 serta pengarahan Presiden Republik Indonesia (RI), yang dipusatkan di istana negara Jakarta, Senin (23/1/17).

Kegiatan yang ditaja Kementerian Sekretaris Negara serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini, turut dihadiri oleh berbagai Menteri seluruh kepala daerah, gubernur, bupati, danrem, dandim, kapolda dan kapolres se-Indonesia.

Usai melakukan Rapat Koordinasi tersebut Pj. Bupati Kampar Syarial Abdi mengatakan bahwa arahan dari Presiden RI Joko Widodo sangat jelas sekali dan pada intinya Presiden tidak ingin lagi kita terlambat mengambil sikap, terlambat memutuskan terutama memutuskan siaga darurat.

“Memang secara regulasi kita terhambat bahwa terpenuhi dulu beberapa kabupaten untuk siaga darurat provinsi, namun demikian nantinya ada regulasi yang akan diperbaiki terutama penggunaan APBD yang terbentur dengan permendagri, intinya penggunaan dana-dana cadangan nantinya akan lebih simple atau lebih mudah dalam melaksanakan siaga darurat,"ucapnya.

Lebih lanjut Syahrial Abdi mengatakan dari hasil rapat tersebut telah dibagi tugas antara pusat, provinsi dan kabupaten sendiri. “Kita mendapat tugas baru, bagaimana mengedukasi masyarakat termasuk pemilik lahan dan perusahaan bagaimana bisa melakukan pengelolaan dan pengolahan lahan dengan tidak membakar,"kata Pj Bupati Kampar

Kabar gembiranya lanjut Syahrial Abdi, akan ada tindakan tegas untuk perusahaan-perusahan yang selama ini konsesinya terus menerus terjadi atau mengalami kebakaran lahan.

”Jadi kalau dulu perintahnya peringatan-peringatan, seperti yang dilaporkan menkopolhukam yang bersumber dari kementerian lingkungan hidup ada 115 peringatan kepada perusahaan, berdasarkan perintah Presiden sekarang tidak ada peringatan namun langsung ditindak, mudah-mudahan ini dapat mengurangi dan menurunkan angka hotspot,"ujar Pj Bupati Kampar.

Dijelaskan Syarial Abdi, kalau dilihat dari hasil statistic pada rakor tadi, dari 2015 ke 2016 turun sangat drastis hingga 82 persen hotspot, dengan rincian dari 37.000 menjadi 3200 hotspot secara total di seluruh Indonesia.

“Kita mengharapkan Kabupaten Kampar secara bersama untuk menjaga jangan sampai terjadi lagi, dan kita sudah berkoordinasi dengan gubernur Riau untuk insentive masyarakat peduli api sudah dianggarkan di provinsi, tinggal penyelesaian administrasi dan pembuatan SK, mungkin nantinya cukup dengan SK dari Camat saja untuk lingkup kecamatan, insya Allah sudah di persiapkan anggarannya,”ucapnya.

Pj Bupati Kampar juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pemilik lahan di Kabupaten Kampar untuk lebih berhati-hati lagi, sebab menurut prediksi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tahun 2017 ini lebih kering dari tahun 2016 kemaren, artinya suhu semakin meningkat, kekeringan akan terjadi sehingga lebih mudah memicu kebakaran hutan dan lahan.***(man)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KAMPAR © 2014
Home  |  Website Resmi Pemkab Kampar  |  Riauterkini.com