VISI : 'KABUPATEN KAMPAR NEGERI BERBUDAYA, BERDAYA DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT AGAMIS TAHUN 2020'


3/03/2018 14:05
Bupati Kampar Hadiri Ramah Tamah dengan Danrem Sony Aprianto

27/02/2018 11:32
Bupati Azis Zaenal Dukung KPK RI Percepat Pelaporan e - LHKPN di Kampar

19/02/2018 17:17
Hadiri Musrenbang 6 Kecamatan, Bupati Kampar Tekankan Skala Prioritas Pembangunan

16/02/2018 19:37
Terbaring di RSUD Bangkinang,
PWI dan P2TP2A Kampar Bantu Pasien Miskin Lasmini

16/02/2018 19:19
Jelang Akhir Jabatan, Bupati Kampar Azis Zaenal Ingin Bedah 4.000 Rumah

16/02/2018 19:11
Kukuhkan Forum BPD Kampar, Azis Zaenal Minta BPD Jangan Jadi Provokator

15/02/2018 19:23
Polres Kampar Siap Kerahkan Pengamanan Pilkada 2018

15/02/2018 19:19
Desa Gunung Sari, Kampar Dicanangkan sebagai Program Kampung Iklim

13/02/2018 21:37
Sekda Kampar Wacanakan Buat Posko Pengendalian Dana Desa

13/02/2018 19:42
Wabup Kampar Buka Musrenbang 5 Kecamatan

12/02/2018 18:34
Sekdakab Kampar: ASN Harus Punya Jiwa Kewirausahaan

6/02/2018 14:32
Peringatan Hut Kampar, DPRD Gelar Paripurna Istimewa

5/02/2018 17:29
Car Free Day Hut Kampar Bebas Sampah

29/01/2018 21:32
PMI Kampar Gelar Baksos dan Donor Darah di Desa Air Terbit

29/01/2018 13:53
Penobatan Datuok Kholifah, Wabup Dipasangkan Soluok Tanda Persaudaraan

   
Jum’at, 16 Pebruari 2018 19:37
Terbaring di RSUD Bangkinang,
PWI dan P2TP2A Kampar Bantu Pasien Miskin Lasmini


Pasien miskin yang terbaring di RSUD Bangkinang menjadi perhatian luas. PWI dan P2TP2A datang menjenguk Lasmini sekaligus menyerahkan bantuan.

BANGKINANG – Prihatin atas nasib yang menimpa gadis remaja kurang mampu, Lasmini (16) yang masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, dua organisasi di Kabupaten Kampar yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Kabupaten Kampar dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (*P2TP2A*) Kabupaten Kampar menjenguk Lasmini sekaligus menyerahkan bantuan sejumlah uang, Jum’at (16/2/2018) sore.

Rombongan P2TP2A dipimpin Ketua P2TP2A Hafiz Tohar, Wakil Ketua Misrahayati, Bendahara Erniwati dan rombongan PWI Kampar dipimpin Ketua PWI Kampar Akhir Yani, Penasehat Netty Mindrayani yang juga salah satu coordinator bidang di P2TP2A Kampar, Wakil Bendahara Ari Amrizal serta pengurus PWI Kampar Hendri Kampai.

Tiba di ruang perawatan di lantai III RSUD Bangkinang rombongan P2TP2A langsung berbincang dengan Erdawati yang juga ibu kandung Lasmini.

Menurut penuturan Erdawati, anaknya telah dirawat selama empat hari di RSUD Bangkinang. Kondisi anaknya masih lemah dan selera makannya masih kurang. Ia mengaku, sejauh ini berharap mendapat fasilitas layanan kesehatan untuk warga kurang mampu seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau jaminan kesehatan lainnya, namun harapan tinggal harapan, ia tak kunjung tercatat sebagai salah satu peserta di beberapa program pemerintah maupun pemerintah daerah tersebut.

Apalagi ia selama ini hidup pas-pasan sebab suaminya telah meninggal sejak ia hamil anaknya Lasmini. “Ayahnya anak saya ini meninggal saat ia masih dalam kandungan,” tuturnya.

Ia mengaku saat ini telah mengantongi surat keterangan miskin dan berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk meringankan biaya pengobatan dan biaya lainnya selama Lasmini dirawat.

Kepada rombongan Erdawati juga bercerita mengenai kondisi anaknya dimana anaknya telah mengalami kelainan sejak kecil berupa pembengkakan di bagian tulang punggung belakang. Anaknya juga mengalami keterbatasan lain tak bisa bicara layaknya orang normal. Akibat kondisi itu, anaknya ini hanya mengecap pendidikan di Tamak Kanak-Kanan dan tak melanjutkan ke sekolah dasar.

Meskipun usia anaknya telah menginjak 16 tahun, namun bentuk fisiknya tidak seperti anak berusia remaja dan masih seperti anak-anak berusia dibawah 10 tahun. Kini tubuh anaknya semakin kurus. Anaknya ini hanya bisa tidur miring karena tulang punggungnya semakin membesar.

Ketua P2TP2A Kampar Hafiz Tohar terkait hal ini berjanji akan terus mengawal dan membantu keluarga kurang mampu ini. Ia berharap ada solusi secara medis agar Lasmini bisa menikmati hidup sebagaimana anak-anak lainnya. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan secara medis. Kalau misalnya diharuskan operasi kita juga akan berupaya agar operasinya bisa dilaksanakan,” ucap Hafiz.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk mencari solusi agar keluarga Lasmini mendapatkan layanan kesehatan gratis, jika tak masuk KIS, hendaknya bisa masuk dalam program jaminan kesehatan daerah.(man)

Foto: Ketua P2TP2A Kampar Hafiz Tohar didampingi Wakil Ketua Misrahayati, dan Ketua PWI Kampar Akhir Yani membezuk pasien kurang mampu Lasmini di ruang perawatan lantai III RSUD Bangkinang, Jumat (16/2/2018).

 
PEMERINTAH KABUPATEN KAMPAR © 2014
Home  |  Website Resmi Pemkab Kampar  |  Riauterkini.com