Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : TERWUJUDNYA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI YANG AGAMIS, SEJAHTERA DAN UNGGUL DI PROVINSI RIAU TAHUN 2021


6/12/2017 13:33
Wabup Kuansing Suruh Kembalikan, Separo Bibit Sawit Gratis Rusak

5/12/2017 21:32
Pembayaran Listrik, Pemkab Kuansing Gandeng PLN dan Bank Riau Kepri

5/12/2017 19:54
Tingkatkan PAD, Pemkab Kuansing Serius Garap PPJ

4/12/2017 07:20
2018, Pemkab Kuansing Pastikan Obyek Wisata Batangkoban Direnovasi

4/12/2017 07:15
Pemkab Kuansing Diminta Carikan Solusi Deretan Ruko Terbengkalai di Telukkuantan

3/12/2017 20:20
Petani di Logas, Kuansing Siap Kembangkan Budidaya Padi

1/12/2017 16:38
2018, Kuansing Bangun Dermaga Objek Wisata Air Terjun Batangkoban

1/12/2017 16:20
Galeri Foto Pengesahan APBD Kuansing 2018

30/11/2017 13:07
Bupati Kuansing Jawab Desakan Bayar Hutang Megaproyek Tiga Pilar

30/11/2017 07:32
Disdik Kausing Terus Berupaya Meratakan Distribusi Guru

  Rabu, 15 Maret 2017 16:53
Ingin Raih Prediket Kabupaten Layak Anak, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Inisiasi

Riauterkini-TELUK KUANTAN – Untuk mewujudkan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai kabupaten layak anak, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, memulainya dengan melakukan inisiasi dengan cara mengadakan pertemua dengan seluruh stake holder baik dari instansi vertikal, maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kuansing.

Rapat inisiasi ini dipimpin langsung Bupati Kuantan Singingi Drs H Mursini, M, Si di ruang Multi Media Kantor Bupati Kuansing, Rabu (15/3). Instansi vertikal ikut hadir dalam rapat ini seperti dari kepolisian dan kejaksaan.

Sedangkan, dari OPD hadir seluruh pejabat eselon II, seluruh camat, Kepala UPTD Kesehatan dan Kepala UPTD Pendidikan.Bupati Kuansing dalam arahannya menyampaikan, tujuan dibentuknya kabupaten layak anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah untuk membangun inisiatif pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia yang mengarah kepada kepada transpormasi konvensi hak-hak anak (convention on the rights of the child) dari kerangka hukum kedalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan hak-hak anak pada suatu dimensi wilayah kabupaten/kota.

“Inti dari kabupaten/kota layak anak ini adalah agar nak dapat tumbuh dan berkembang secara oftimal serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Apa lagi dari total penduduk Indonesia saat ini sepertiganya terdiri dari anak-anak,” terang bupati.

Lebih jauh dijelaskan bupati, agar kabupaten Kuantan Singingi bisa terwujut menjadi kabupaten layak anak, ada 31 indikator yang harus dipenuhi. Salahsatu indikatornya adalah persentase anggaran untuk pemenuhan hak anak, termasuk anggaran untuk penguatan kelembagaan seperti dari Bappeda, BPKAD dan OPD terkait lainnya harus memberikan dukungan terhadap hal ini.

Dalam pada itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak H Irwandi, S,Sos, MM menambahkan, penilaian terhadap kabupaten atau kota layak anak nantinya akan dilakukan secara online dan penginputan data dimulai dari tanggal 8 Maret- 7 April 2017. Sedangkan lembaga yang berperan untuk mewujutkan hal ini dimulai dari legeslatif, yudikatif, pemerintah dimulai dari pusat hingga ke desa, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.

Penilaian terhadap kabupaten dan kota layak anak ini, lanjut Irwandi, juga melalui beberapa jenjang predikat penghargaan baru bisa dikatakan sebuah kabupaten atau kota mendapatkan predikat kabupaten atau kota layak anak. Predikat pertama atau paling bawah disebut sebagai pratama. Kemudian naik setingkat menjadi madya.Kemudia naik lagi ke predikat selanjutnya yaitu Nindya, dan setelah itu utama kemudian barulah sampai kepada jenjang predikat tertinggi yaitu kabupaten atau kota layak anak.

“Jika predikat ini bisa dicapai oleh Kabupaten Kuantan Singingi, ada lima penghargaan lainnya yang bisa secara otomatis diraih oleh Kuantan Singingi. Yaitu sebagai kabupaten hijau, cerdas, kabupaten sehat, kabupaten aman bencana, dan kabupaten inklusi yaitu kabupaten yang mempuyai perhatian khusus terhadap anak berkebutuhan khusus. ***(humas/dri)


 
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com