Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : TERWUJUDNYA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI YANG AGAMIS, SEJAHTERA DAN UNGGUL DI PROVINSI RIAU TAHUN 2021


14/02/2018 10:07
Dianggap Merusak Aset, Bupati Kuansing Minta Pencoret Plang Kantor Bupati Dipolisikan

14/02/2018 07:39
Bupati Kuansing Sebut Penerimaan Honorer Dimulai Maret

13/02/2018 19:31
Pencoretan Plang Kantor Bupati Kuansing, Kasatpol PP Mengaku Lalai

13/02/2018 16:55
Protes Pengadaan Mobil Dinas Rp6 Miliar,
Plang Kantor Bupati Kuansing Dicoret OTK

12/02/2018 14:55
Korupsi Dana Pendidikan,
Status Tahanan Kota untuk Sekdakab Kuansing dan Bendahara Diterima Hakim

11/02/2018 07:00
Partai Pengsung Siap Menangkan Firli di Kuansing

8/02/2018 08:17
Pengoperasian Hotel Kuansing dan UNIKS Tunggu Regulasi

8/02/2018 07:42
Kunjungi Kuansing, Kabin Riau Himbau Masyarakat Tolak Adu Domba

7/02/2018 07:35
Dianggap Melukai Rasa Kadilan, Tahanan Kota Dua Terdakwa Korupsi Beasiswa Pemkab Kuansing

6/02/2018 15:35
ISPP Kuansing Gelar Jelajah Pendidikan ke Pelosok Negeri

  Ahad, 1 Oktober 2017 12:41
Belajar ke Malang, Bupati Kuansing Targetkan 2018 Seluruh Desa Miliki BumDes

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Tahun 2018 mendatang, pemerintahan Kabupaten Kuansing menargetkan seluruh desa yang ada diwilayah itu sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Target tersebut disampaikan oleh Bupati Kuansing, H Mursini saat melakukan kunjungan kedinasannya ke Batu Malang pekan lalu.

Dihadapan sejumlah Kades saat itu, bupati menyampaikan bahwa, daerahnya memiliki banyak potensi yang dapat dikelola dan dijadikan Bumdes. Potensi tersebut kata dia, meliputi sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor pariwisata.

Semenatara itu, Ketua forum Kades se Kuansing, Emil Harda mengamini ucapan bupati itu. "Target kami pada rapat kerja Forum Kades Kabupaten Kuantan Singingi sebelumnya, di tahun 2018 mendatang setiap desa memiliki 1 usaha yang dikelola melalui BUMDes," ujar Emil.

Usaha tersebut kata Emil, merupakan usaha air minum dengan sisitim kerjasama antar desa secara patungan. Emil merincikan, dengan sistim kerja sama seperti ini setiap desa akan diwajibkan menyediakan modal awal sebesar Rp15 juta perdesa. Atau Rp2,9 miliar modal awal yang dibutuhkan. Dana sebesar Rp2,9 miliar ini akan digunakan untuk pembelian mesin.

Sebagai target utama kita akan melakukan program usaha air minum atau air mineral yang dikelola melalui sistem kerjasama, jadi ini lah target BUMDes yang kita akan lakukan segera mulai tahun ini melalui APBDes-P," tambahnya.

Pada kesempatan ini juga di presentasikan tentang AMDK (Air Mineral Dalam Kemasan) dengan total investasi mesin seharga Rp 2,9 Milyar modal pada BUMDes Kerjasama Antar Desa, berarti setiap desa menyediakan modal sekitar Rp 15 juta untuk mesin," sambung Emil.

Sekedar diketahui, sejumlah Kades dan Sekdes se Kabupaten Kuansing melakukan Bimtek ke Malang untuk membahas mengenai program Bumdes. Acara tersebut dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 29 Sepetember 2017.

Hadir sebagai nara sumber pada kegiatam Bimtek ini, Kepala Balai Besar PMD Ditjen PMD Kemendagri, Edy Supriyanta, Kepala Bidang Kerjasama Desa Balai Besar PMD Ditjen PMD Kemendagri, Naswir Darmansjah SH MSi, dan Kepala Seksi Kerjasama Desa Balai Besar PMD DitjenPMD Kemendagri, Ir Mei Wulandari MM.

Selain Bupati Kuantan Singingi Drs H Mursini MSi, turut hadir mendampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kuansing, Muradi, Kabag Umum Setda Kuansing, Saleh, Inspektur Hernalis, Kabid PMD Dinas Sosial dan PMD Kuansing Drs Napisman, Camat Kuantan Hilir Drs Yulfides, Camat Kuantan Mudik, Jefrian Afriadi, Camat Benai Yuhendra SSos, Camat Kuantan Tengah HM Refendi Zukman, Camat Singingi Irfansyah, Camat Singingi Hilir Hazrianto.***(dri/adv).


 
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com