Demo 4 - with Navigation Buttons
VISI : TERWUJUDNYA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI YANG AGAMIS, SEJAHTERA DAN UNGGUL DI PROVINSI RIAU TAHUN 2021


5/12/2017 21:32
Pembayaran Listrik, Pemkab Kuansing Gandeng PLN dan Bank Riau Kepri

5/12/2017 19:54
Tingkatkan PAD, Pemkab Kuansing Serius Garap PPJ

4/12/2017 07:20
2018, Pemkab Kuansing Pastikan Obyek Wisata Batangkoban Direnovasi

4/12/2017 07:15
Pemkab Kuansing Diminta Carikan Solusi Deretan Ruko Terbengkalai di Telukkuantan

3/12/2017 20:20
Petani di Logas, Kuansing Siap Kembangkan Budidaya Padi

1/12/2017 16:38
2018, Kuansing Bangun Dermaga Objek Wisata Air Terjun Batangkoban

1/12/2017 16:20
Galeri Foto Pengesahan APBD Kuansing 2018

30/11/2017 13:07
Bupati Kuansing Jawab Desakan Bayar Hutang Megaproyek Tiga Pilar

30/11/2017 07:32
Disdik Kausing Terus Berupaya Meratakan Distribusi Guru

29/11/2017 12:45
Selewengkan Dana Koperasi, Mantan Anggota DPRD Kuansing Diadili di Pekanbaru

  Ahad, 1 Oktober 2017 12:41
Belajar ke Malang, Bupati Kuansing Targetkan 2018 Seluruh Desa Miliki BumDes

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Tahun 2018 mendatang, pemerintahan Kabupaten Kuansing menargetkan seluruh desa yang ada diwilayah itu sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Target tersebut disampaikan oleh Bupati Kuansing, H Mursini saat melakukan kunjungan kedinasannya ke Batu Malang pekan lalu.

Dihadapan sejumlah Kades saat itu, bupati menyampaikan bahwa, daerahnya memiliki banyak potensi yang dapat dikelola dan dijadikan Bumdes. Potensi tersebut kata dia, meliputi sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor pariwisata.

Semenatara itu, Ketua forum Kades se Kuansing, Emil Harda mengamini ucapan bupati itu. "Target kami pada rapat kerja Forum Kades Kabupaten Kuantan Singingi sebelumnya, di tahun 2018 mendatang setiap desa memiliki 1 usaha yang dikelola melalui BUMDes," ujar Emil.

Usaha tersebut kata Emil, merupakan usaha air minum dengan sisitim kerjasama antar desa secara patungan. Emil merincikan, dengan sistim kerja sama seperti ini setiap desa akan diwajibkan menyediakan modal awal sebesar Rp15 juta perdesa. Atau Rp2,9 miliar modal awal yang dibutuhkan. Dana sebesar Rp2,9 miliar ini akan digunakan untuk pembelian mesin.

Sebagai target utama kita akan melakukan program usaha air minum atau air mineral yang dikelola melalui sistem kerjasama, jadi ini lah target BUMDes yang kita akan lakukan segera mulai tahun ini melalui APBDes-P," tambahnya.

Pada kesempatan ini juga di presentasikan tentang AMDK (Air Mineral Dalam Kemasan) dengan total investasi mesin seharga Rp 2,9 Milyar modal pada BUMDes Kerjasama Antar Desa, berarti setiap desa menyediakan modal sekitar Rp 15 juta untuk mesin," sambung Emil.

Sekedar diketahui, sejumlah Kades dan Sekdes se Kabupaten Kuansing melakukan Bimtek ke Malang untuk membahas mengenai program Bumdes. Acara tersebut dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 29 Sepetember 2017.

Hadir sebagai nara sumber pada kegiatam Bimtek ini, Kepala Balai Besar PMD Ditjen PMD Kemendagri, Edy Supriyanta, Kepala Bidang Kerjasama Desa Balai Besar PMD Ditjen PMD Kemendagri, Naswir Darmansjah SH MSi, dan Kepala Seksi Kerjasama Desa Balai Besar PMD DitjenPMD Kemendagri, Ir Mei Wulandari MM.

Selain Bupati Kuantan Singingi Drs H Mursini MSi, turut hadir mendampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kuansing, Muradi, Kabag Umum Setda Kuansing, Saleh, Inspektur Hernalis, Kabid PMD Dinas Sosial dan PMD Kuansing Drs Napisman, Camat Kuantan Hilir Drs Yulfides, Camat Kuantan Mudik, Jefrian Afriadi, Camat Benai Yuhendra SSos, Camat Kuantan Tengah HM Refendi Zukman, Camat Singingi Irfansyah, Camat Singingi Hilir Hazrianto.***(dri/adv).


 
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com