Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Januari 2017 16:42
DBD Mewabah di Desa Rambah,
Dinkes Rohul Mengaku Belum Terima Laporan


Sedikitnya sepuluh warga Rambah, Rohul dikabarkan telah terindikasi terjangkit virus DBD. Namun hingga kini Dinkes mengaku belum menerima laporan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sekitar sepuluh warga Dusun Kumu Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir terindikasi terjangkit virus demam berdarah dengue (DBD). Namun, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengakui belum terima laporan.

Jeri Mentos, warga Dusun Kumu Desa Rambah mengakui ada sekitar sepuluh warga di daerahnya terindikasi terjangkit virus DBD yang disebarkan nyamuk aedes aegypti.

Sebagian besar penderita DBD di antaranya dirawat di RSUD Rohul, sedangkan seorang warga dikabarkan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Pekanbaru.

"Takutnya nanti meluas. Tapi sudah ada orang Puskesmas (Rambah Hilir) yang meresponnya," ujar Jeri Mentos, mantan Kepala Desa Rambah kepada riauterkinicom, Senin (9/1/17).

Sementara itu, Kepala Dinkes Rohul drg. Grifino Dahlihardy, melalui Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Pembersihan Lingkungan (P2P dan PL)‎ Dinkes Rohul dr. Bambang Triono, mengakui sejauh ini pihaknya belum menerima laporan, termasuk laporan dari Puskesmas Rambah Hilir.

Bambang mengakui memang sebagian besar penderita DBD lebih memilih dirawat di RSUD Rohul, tanpa melalui Puskesmas, sehingga tidak ada laporan ke Dinkes Rohul.

Data dirangkum riauterkinicom, sedikitnya sudah dua warga Rohul meninggal dunia akibat terserang DBD, pertama warga asal Kecamatan Kunto Darussalam yang tidak diketahui namanya.

Kedua, Della, bocah perempuan berusia 10 tahun di Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar belum lama ini.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Upaya Pencurian Diduga Picu Kebocoran Pipa Minyak Chevron di Duri
- Pasca Bocor, Lokasi Pipa Chevron Terbuka Tanpa Garis Pembatas
- Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak

- BBPOM Pekanbaru Uji Puluhan Produk Makanan di Bengkalis
- Pagi Ini Hotspot Nihil, Sudah 1.868,96 Hektar Luasan Lahan Terbakar di Riau
- Kerjasama Pihak Ketiga, Dishub Pekanbaru Miliki 100 Separator
- Produksi Sampah di Kota Pekanbaru Lampau 500 Ton Sehari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com