Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 April 2017 22:29
Ditabrak Bus Medan Jaya, Rumah dan Mobil Warga Kuansing Rusak

Rabu, 26 April 2017 21:27
Jufri Nahkodai DPK HKTI Pelalawan Periode 2017-2022

Rabu, 26 April 2017 19:49
Gubri Kenalkan Istrinya Ditengah Masyarakat Transmigrasi di Kampar

Rabu, 26 April 2017 19:13
Gubri Tanam Jagung di Bina Baru, Kampar

Rabu, 26 April 2017 19:09
Terpilih Sebagai Wagubri,
Wan Thamrin Hasyim Diharapkan Bisa Atasi Sering Diundurnya Paripurna


Rabu, 26 April 2017 19:05
Wawako Dumai Hadiri Musrenbangnas 2017 di Jakarta

Rabu, 26 April 2017 18:58
Angkut Kayu Ilegal, Dua Pemilik Kayu Divonis Separo Tuntutan Jaksa

Rabu, 26 April 2017 18:56
ARDB Tolak Proyek Pipa Gas PGN di Dumai

Rabu, 26 April 2017 18:25
PLN akan Ganti Rugi Konsinyasi 24 Titik Tapak Tower di Dumai dan Rohil

Rabu, 26 April 2017 18:21
Tak Dihadiri PT Safari Riau,
Mediasi Warga Terantang Tuntut Haknya Belum Berhasil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Januari 2017 16:42
DBD Mewabah di Desa Rambah,
Dinkes Rohul Mengaku Belum Terima Laporan


Sedikitnya sepuluh warga Rambah, Rohul dikabarkan telah terindikasi terjangkit virus DBD. Namun hingga kini Dinkes mengaku belum menerima laporan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sekitar sepuluh warga Dusun Kumu Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir terindikasi terjangkit virus demam berdarah dengue (DBD). Namun, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengakui belum terima laporan.

Jeri Mentos, warga Dusun Kumu Desa Rambah mengakui ada sekitar sepuluh warga di daerahnya terindikasi terjangkit virus DBD yang disebarkan nyamuk aedes aegypti.

Sebagian besar penderita DBD di antaranya dirawat di RSUD Rohul, sedangkan seorang warga dikabarkan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Pekanbaru.

"Takutnya nanti meluas. Tapi sudah ada orang Puskesmas (Rambah Hilir) yang meresponnya," ujar Jeri Mentos, mantan Kepala Desa Rambah kepada riauterkinicom, Senin (9/1/17).

Sementara itu, Kepala Dinkes Rohul drg. Grifino Dahlihardy, melalui Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Pembersihan Lingkungan (P2P dan PL)‎ Dinkes Rohul dr. Bambang Triono, mengakui sejauh ini pihaknya belum menerima laporan, termasuk laporan dari Puskesmas Rambah Hilir.

Bambang mengakui memang sebagian besar penderita DBD lebih memilih dirawat di RSUD Rohul, tanpa melalui Puskesmas, sehingga tidak ada laporan ke Dinkes Rohul.

Data dirangkum riauterkinicom, sedikitnya sudah dua warga Rohul meninggal dunia akibat terserang DBD, pertama warga asal Kecamatan Kunto Darussalam yang tidak diketahui namanya.

Kedua, Della, bocah perempuan berusia 10 tahun di Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar belum lama ini.***(zal)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BPBD Bengkalis Selamatkan Korban Kapal Terbakar
- PT Arara Abadi Didesak Realisasikan Normalisasi Sungai Merawang di Pelalawan
- Siaga Bencana Alam, Tim Gabungan di Rohul Gelar Simulasi di Pasar Modern
- BPBD Simulasi Evakuasi Korban dari Lantai Puncak Kantor Gubri
- Pemkab Rohil Mulai Jual Keindahan Terumbu Karang Pulau Jemur
- Tim Rescue Karlahut BPBD Riau Tangkap Buaya Lepas
- Wakil Putra Indonesia 13 Provinsi Janji Promosikan TNTN dan SM Rimba Baling


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.46.59
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com