Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Agustus 2017 13:52
Edarkan Sabu, 2 Warga Rengat Ditangkap Polisi Inhu

Kamis, 24 Agustus 2017 13:50
PLN Apresiasi Dukungan Banyak Pihak,
Gardu Induk Terbesar Sumatera di Perawang Beroperasi


Kamis, 24 Agustus 2017 13:45
Distakan Pekanbaru Awasi Hewan Kurban

Kamis, 24 Agustus 2017 13:38
Kajari Inhil Ancam 'Sekolahkan' Kades yang Selewengkan Dana Desa

Kamis, 24 Agustus 2017 13:31
Curi Kotak Infak, Warga Kampar Babak Belur Dihakimi Warga Intan Jaya, Rohul

Kamis, 24 Agustus 2017 12:48
Bersiap Hadapi Tuntutan, Terdakwa Penista Agama Sampaikan Permohonan Maaf

Kamis, 24 Agustus 2017 11:40
Luncurkan TP4D, Bupati Inhil Pesan Dana Desa Dipergunakan Secara Bertanggung Jawab

Kamis, 24 Agustus 2017 11:30
Dikabarkan Bakal Ikut Pilgubri, Edy Natar Fokus jadi Danrem 031/WB

Kamis, 24 Agustus 2017 11:24
Anggota DPRD Riau Husaimi Hamidi Bantah Lindungi Warung Mesum di Rohil

Kamis, 24 Agustus 2017 11:04
5 JCH Asal Riau Meninggal di Tanah Suci



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 11 Januari 2017 15:45
Selama 2017 Terjadi 20 Kasus DBD,
95 Persen Nyamuk Aedes Aegypti di Rohul Bersarang di Ban Bekas


Dinkes Rohul mencatat telah terjadi 20 kasus DBD di Negeri Seribu Suluk di awal tahun 2017. Disebutkan, 95 persen nyamuk penyebab bersarang di ban bekas yang ditumpuk sembarangan oleh warga.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), hingga hari ini, Rabu 11 Januari 2017 telah terjadi 20 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebanyak 20 kasus DBD yang terjadi menyebar di enam kecamatan, terdiri di Kecamatan Rambah 7 kasus, Rambah Hilir 5 kasus, Tambusai 3 kasus, Ujungbatu 2 kasus, Tandun 2 kasus, dan Kecamatan Bangun Purba 1 kasus meninggal dunia.

"Sifatnya masih terkait peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau," ujar Kepala Dinkes Rohul dr. Grifino Dahlihardy, melalui Kasi Pemberantasan Penyakit Abu Sofyan SKM, M.Kes, di sela fogging di kawasan pemukiman di Wonosri Barat Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, Rabu (11/1/17).

Sedangkan terhitung Januari hingga Desember 2016, ungkap Abu Sofyan, terjadi 201 kasus DBD di Kabupaten Rohul. Kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Rambah 42 kasus, menyusul di Kecamatan Rambah Hilir 40 kasus.

"Faktor DBD, 95 persen karena ban bekas yang ditumpuk sembarangan oleh warga di dekat pemukiman," ungkapnya.

Abu Sofyan menambahkan sedangkan 5 persen lagi, faktor DBD disebabkan drum penampungan air hujan, ember-ember penampung air untuk menyiram bunga, jirigen, kaleng bekas, dan lainnya.

Sejauh ini, Dinkes Rohul sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti dan fogging di daerah endemi DBD, seperti di Kecamatan Rambah, Rambah Hilir, Tambusai, Ujungbatu, Tandun, dan Bangun Purba.

Abu mengakui penyebab nyamuk DBD berkembang karena kurangnya kesadaran masyarakat membersihkan lingkungan sekitar rumah dari barang-barang tak terpakai, seperti ban bekas, tempat penampungan air yang tidak ditutup, dan lainnya.

Padahal, ungkap Abu Sofyan, negara Singapura sendiri sudah menerapkan sanksi denda kepada masyarakat yang menumpuk ban bekas atau barang-barang tidak terpakai sembarangan.

"Sebenarnya pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti ini gampang. Seperti menerapkan 3M Plus (menutup, menguras, dan mengubur), serta membakar ban bekas yang ada di sekitar rumah," kata Abu Sofyan.

Data dirangkum riauterkinicom, petugas Dinkes Rohul melakukan fogging di Wonosri Barat menyusul ada beberapa warga yang terserang DBD. Sejauh ini ada dua warga yang dirawat di RSUD Rohul, dan 1 warga sudah dibolehkan pulang.

Sementara itu, warga Wonosri Barat, Mariati mengatakan seorang anak perempuannya bernama Yuliandri (13) positif terjangkit DBD, dan masih dirawat di RSUD Rohul.

Diakuinya, awalnya anaknya terserang demam. Setelah diperiksakan ke Puskesmas Rambah, ternyata anaknya terserang DBD dan harus dirawat di rumah sakit.

Sedangkan seorang anak perempuannya lagi juga terserang demam, namun saat diperiksakan ke RSUD Rohul, dokter mengatakan hanya terserang demam biasa, bukan DBD.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Januari-Agustus, 458 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru
- Aktif Cegah Karlahut,
4 Desa di Riau Dapat Penghargaan dan Bonus Rp100 Juta dari Asian Agri

- PT RAPP dan Sinarmas Serahkan 42 Peralatan Damkar kepada Polda Riau
- Gubri Tebar 58 Ribu Bibit Ikan Baung di Hilir Sungai Rokan
- Untuk Tata Kawasan Kumuh,
BKM Duri Timur Taja Latihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat

- Tergerus Abrasi, Wisata Ombak Bono di Teluk Meranti Terancam Hilang
- Puskesmas Rambah Hilir, Rohul Beri Penghargaan Tiga Desa Tersehat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.50.71
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com