Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 14:39
16 Parpol di Bengkalis Siap untuk Diteliti Administrasi

Selasa, 17 Oktober 2017 14:04
Triwulan Tiga 2017, PAD Parkir Tembus Angka Rp6,7 Miliar

Selasa, 17 Oktober 2017 13:23
KLHK Bingung Ditanyak Izin Operasional RAPP Dicabut

Selasa, 17 Oktober 2017 13:15
Hasilkan Anggota Polri Terbaik, Polres Inhil dan Pemkab Inhil Teken MoU

Selasa, 17 Oktober 2017 12:37
Letkol Pnb Jajang Setiawan Jabat Kadisops Lanud RSN Pekanbaru

Selasa, 17 Oktober 2017 12:31
Gugat Kejati Riau, Dua Terdakwa Lampu PJR Pekanbaru Serahkan Nota Praperadilan

Selasa, 17 Oktober 2017 12:29
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Pekanbaru Dibenahi 18 Puskesmas

Selasa, 17 Oktober 2017 11:44
Napi dan Pengujung Wanita Tertangkap Basah Pesta Sabu di Sel Lapas Bengkalis

Selasa, 17 Oktober 2017 11:41
RSUD Arifin Achmad Bantah Abaikan Pasien Kanker Payudara asal Bengkalis

Selasa, 17 Oktober 2017 11:37
Bapenda Pekanbaru Bakal Tempeli Stiker Mal dan Hotel Telat Bayar Pajak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 12 Januari 2017 16:40
Langgar Komitmen FCP, APP Ubah Desa Jadi Kebun Akasia

Komitment APP group untuk melaksankana kebijakan FCP tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak perusahaan-perusahaan yang berafiliasi mengubah desa menjadi kebun akasia.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejak 1 February 2013 lalu, APP Group melaksanakan kebijakan komitment forest conservation policy (FCP). Yaitu pertama menyampaikan informasi kepada dan memperoleh persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa/FPIC) dari masyarakat lokal maupun adat. Kedua adalah penanganan keluhan yang bertanggung jawab.

Ketiga adalah penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional. Keempat adalah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, mengakui dan menghormati hak-hak karyawannya, kepatuhan terhadap hukum, prinsip dan kriteria sertifikasi bertaraf internasional yang relevan.

Tetapi pada kenyataannya menurut Direktur Scale up, Harry Octavian Kamis (12/1/17) sangat berbeda antara komitment dengan realisasi di lapangan. Dari 73 konflik sumber daya alam di Riau pada 2016, 10 konflik terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi ke group APP.

Komitment APP group mengenai penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Mengubah Kampung Menjadi Kebun Akasia Dari 10 konflik yang terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi di group APP, 3 diantaranya terjadi di Kampar, Teluk Meranti dan Minas.

Pertama adalah Konflik masyarakat di Tiga Koto Sibelimbing. Adalah Syamsir warga desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar, ia mengatakan bahwa luas lahan masyarakat suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing dikuasai oleh PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) seluas 5000 hektar.

"Dulu, desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar dihuni oleh suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing. Diduga, dengan menggunakan alat negara (TNI), PSPI kemudian menggusur warga kemudian menguasai kawasan tersebut dan menanaminya dengan akasia," terang Syamsir.

Sementara itu, konflik antara perusahaan yng berfiliasi dengan APP Group juga terjadi di Minas Barat. Nur Aziman warga Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak menceritakan bahwa permasalahan di kawasan itu adalah sekitar tahun 2011. Terjadi penggusuran masyarakat suku Sakai di dusun Banja Sebi'i yang dihuni 35 KK. Dusun itu kemudian digantikan tanaman akasia.

Menurutnya, dalam kasus itu, perusahaan (APP) merampas tanah ulayat suku sakai sekitar 2000 hektar.

Eriyanto warga Desa Teluk Meranti juga menjadi korban invasi perusahaan. Ia menjelaskan akan adanya upaya penyerobotan lahan seluas 28 hektar milik 14 KK warga desa Teluk Meranti yang dilakukan PT Arara Abadi. Yaitu perusahaan yang berfiliasi ke APP Group.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Disaat Tugas Menumpuk, Kantor KPU Bengkalis Tiangnya Retak dan Lantainya Amblas
- 4 Hektar Kebun Sawit di Desa Pauh Rohul Hangus Terbakar
- Sebaiknya Dicabut, LAM Riau Nilai Permen LHK 17/2017 Menimbulkan Banyak Mudhorot
- Ancaman Terendam Air Laut,
Ketika Ketahanan Pangan di Bengkalis Tergantung Tanggul

- Geram Kerusakan Dibiarkan Menahun, Warga Duri Tanam Sawit di Badan Jalan
- Camat Bantan Sebut Rencana Tutup Pabrik Batu Bata di Papal, Bengkalis Demi Lingkungan
- Anggaran Perbaikan Kerusakan Jalan di Pekanbaru Dipangkas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.236.48
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com