Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 April 2017 22:29
Ditabrak Bus Medan Jaya, Rumah dan Mobil Warga Kuansing Rusak

Rabu, 26 April 2017 21:27
Jufri Nahkodai DPK HKTI Pelalawan Periode 2017-2022

Rabu, 26 April 2017 19:49
Gubri Kenalkan Istrinya Ditengah Masyarakat Transmigrasi di Kampar

Rabu, 26 April 2017 19:13
Gubri Tanam Jagung di Bina Baru, Kampar

Rabu, 26 April 2017 19:09
Terpilih Sebagai Wagubri,
Wan Thamrin Hasyim Diharapkan Bisa Atasi Sering Diundurnya Paripurna


Rabu, 26 April 2017 19:05
Wawako Dumai Hadiri Musrenbangnas 2017 di Jakarta

Rabu, 26 April 2017 18:58
Angkut Kayu Ilegal, Dua Pemilik Kayu Divonis Separo Tuntutan Jaksa

Rabu, 26 April 2017 18:56
ARDB Tolak Proyek Pipa Gas PGN di Dumai

Rabu, 26 April 2017 18:25
PLN akan Ganti Rugi Konsinyasi 24 Titik Tapak Tower di Dumai dan Rohil

Rabu, 26 April 2017 18:21
Tak Dihadiri PT Safari Riau,
Mediasi Warga Terantang Tuntut Haknya Belum Berhasil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Januari 2017 16:40
Langgar Komitmen FCP, APP Ubah Desa Jadi Kebun Akasia

Komitment APP group untuk melaksankana kebijakan FCP tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak perusahaan-perusahaan yang berafiliasi mengubah desa menjadi kebun akasia.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejak 1 February 2013 lalu, APP Group melaksanakan kebijakan komitment forest conservation policy (FCP). Yaitu pertama menyampaikan informasi kepada dan memperoleh persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa/FPIC) dari masyarakat lokal maupun adat. Kedua adalah penanganan keluhan yang bertanggung jawab.

Ketiga adalah penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional. Keempat adalah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, mengakui dan menghormati hak-hak karyawannya, kepatuhan terhadap hukum, prinsip dan kriteria sertifikasi bertaraf internasional yang relevan.

Tetapi pada kenyataannya menurut Direktur Scale up, Harry Octavian Kamis (12/1/17) sangat berbeda antara komitment dengan realisasi di lapangan. Dari 73 konflik sumber daya alam di Riau pada 2016, 10 konflik terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi ke group APP.

Komitment APP group mengenai penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Mengubah Kampung Menjadi Kebun Akasia Dari 10 konflik yang terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi di group APP, 3 diantaranya terjadi di Kampar, Teluk Meranti dan Minas.

Pertama adalah Konflik masyarakat di Tiga Koto Sibelimbing. Adalah Syamsir warga desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar, ia mengatakan bahwa luas lahan masyarakat suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing dikuasai oleh PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) seluas 5000 hektar.

"Dulu, desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar dihuni oleh suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing. Diduga, dengan menggunakan alat negara (TNI), PSPI kemudian menggusur warga kemudian menguasai kawasan tersebut dan menanaminya dengan akasia," terang Syamsir.

Sementara itu, konflik antara perusahaan yng berfiliasi dengan APP Group juga terjadi di Minas Barat. Nur Aziman warga Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak menceritakan bahwa permasalahan di kawasan itu adalah sekitar tahun 2011. Terjadi penggusuran masyarakat suku Sakai di dusun Banja Sebi'i yang dihuni 35 KK. Dusun itu kemudian digantikan tanaman akasia.

Menurutnya, dalam kasus itu, perusahaan (APP) merampas tanah ulayat suku sakai sekitar 2000 hektar.

Eriyanto warga Desa Teluk Meranti juga menjadi korban invasi perusahaan. Ia menjelaskan akan adanya upaya penyerobotan lahan seluas 28 hektar milik 14 KK warga desa Teluk Meranti yang dilakukan PT Arara Abadi. Yaitu perusahaan yang berfiliasi ke APP Group.***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BPBD Bengkalis Selamatkan Korban Kapal Terbakar
- PT Arara Abadi Didesak Realisasikan Normalisasi Sungai Merawang di Pelalawan
- Siaga Bencana Alam, Tim Gabungan di Rohul Gelar Simulasi di Pasar Modern
- BPBD Simulasi Evakuasi Korban dari Lantai Puncak Kantor Gubri
- Pemkab Rohil Mulai Jual Keindahan Terumbu Karang Pulau Jemur
- Tim Rescue Karlahut BPBD Riau Tangkap Buaya Lepas
- Wakil Putra Indonesia 13 Provinsi Janji Promosikan TNTN dan SM Rimba Baling


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.46.59
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com