Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Pebruari 2017 22:10
Danrem 031 Wirabima Jabat Dantim Satgas Karlahut Riau

Senin, 20 Pebruari 2017 21:31
Siak Optimis Pertahankan Piala Adipura Kota Kecil Terbersih

Senin, 20 Pebruari 2017 20:26
Penyegelan Kantor DPW PAN Riau Dinilai Memalukan

Senin, 20 Pebruari 2017 20:20
Polisi Amankan Pelaku Pencurian di Kotabaru, Inhil

Senin, 20 Pebruari 2017 19:08
Tekan Laka Lantas, Satlantas Polres Inhil Bentuk Komunitas Korban

Senin, 20 Pebruari 2017 18:46
Dihadiri Wabup Padang Pariaman,
Bupati Harris Hadiri Pengukuhan Pengurus DPD PKDP Pelalawan


Senin, 20 Pebruari 2017 18:42
Wabup Kuansing Kunjungi Bazar UKM Benai

Senin, 20 Pebruari 2017 18:37
Tatib Pemilihan Gubri, Pansus DPRD Riau Coret Poin Kearifan Lokal

Senin, 20 Pebruari 2017 18:10
Pasca Dilantik Plt Bupati Rohul, Kades Terpilih dan Camat Mulai Jalani Sertijab

Senin, 20 Pebruari 2017 17:45
Pukat Hela Kembali Resahkan Nelayan Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Januari 2017 16:40
Langgar Komitmen FCP, APP Ubah Desa Jadi Kebun Akasia

Komitment APP group untuk melaksankana kebijakan FCP tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak perusahaan-perusahaan yang berafiliasi mengubah desa menjadi kebun akasia.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejak 1 February 2013 lalu, APP Group melaksanakan kebijakan komitment forest conservation policy (FCP). Yaitu pertama menyampaikan informasi kepada dan memperoleh persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa/FPIC) dari masyarakat lokal maupun adat. Kedua adalah penanganan keluhan yang bertanggung jawab.

Ketiga adalah penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional. Keempat adalah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, mengakui dan menghormati hak-hak karyawannya, kepatuhan terhadap hukum, prinsip dan kriteria sertifikasi bertaraf internasional yang relevan.

Tetapi pada kenyataannya menurut Direktur Scale up, Harry Octavian Kamis (12/1/17) sangat berbeda antara komitment dengan realisasi di lapangan. Dari 73 konflik sumber daya alam di Riau pada 2016, 10 konflik terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi ke group APP.

Komitment APP group mengenai penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Mengubah Kampung Menjadi Kebun Akasia Dari 10 konflik yang terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi di group APP, 3 diantaranya terjadi di Kampar, Teluk Meranti dan Minas.

Pertama adalah Konflik masyarakat di Tiga Koto Sibelimbing. Adalah Syamsir warga desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar, ia mengatakan bahwa luas lahan masyarakat suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing dikuasai oleh PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) seluas 5000 hektar.

"Dulu, desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar dihuni oleh suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing. Diduga, dengan menggunakan alat negara (TNI), PSPI kemudian menggusur warga kemudian menguasai kawasan tersebut dan menanaminya dengan akasia," terang Syamsir.

Sementara itu, konflik antara perusahaan yng berfiliasi dengan APP Group juga terjadi di Minas Barat. Nur Aziman warga Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak menceritakan bahwa permasalahan di kawasan itu adalah sekitar tahun 2011. Terjadi penggusuran masyarakat suku Sakai di dusun Banja Sebi'i yang dihuni 35 KK. Dusun itu kemudian digantikan tanaman akasia.

Menurutnya, dalam kasus itu, perusahaan (APP) merampas tanah ulayat suku sakai sekitar 2000 hektar.

Eriyanto warga Desa Teluk Meranti juga menjadi korban invasi perusahaan. Ia menjelaskan akan adanya upaya penyerobotan lahan seluas 28 hektar milik 14 KK warga desa Teluk Meranti yang dilakukan PT Arara Abadi. Yaitu perusahaan yang berfiliasi ke APP Group.***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pukat Hela Kembali Resahkan Nelayan Rohil
- Ditinggal ke Kebun, Rumah Janda di Sungai Raya, Batang Tuaka Ludes Terbakar
- BPBD dan Basarnas Inhil Sosialisasikan Tanggap Bencana di Dua Kecamatan
- Gerak Cepat, BPBD Inhil Berhasil Padamkan Karhutla di Kecamatan Kateman
- Tenda Pesta di Jalan Lintas Duri Ganggu Arus Lalu-lintas
- Promo Wisata dan Kampanye Lingkungan, Digagas Tour de Solop di Inhil
- Distanak Pekanbaru Tegur Warung Bakso Terkontaminasi Daging Babi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.158.163
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com