Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 31 Maret 2017 00:09
Terindikasi Judi, Satreskrim Polres Meranti Tutup Pasar Malam Milik Aheng

Kamis, 30 Maret 2017 20:22
Kades dan Perangkat Desa di Kuansing Minta Naik Gaji

Kamis, 30 Maret 2017 20:17
Polsek Kuantan Mudik, Kuansing Tertibkan Dua PETI

Kamis, 30 Maret 2017 19:37
Embarkasi Haji Riau Masih Dalam Kajian Pusat

Kamis, 30 Maret 2017 18:18
Tidak Quorum, Paripurna Pandangan Umum Fraksi LKPj Gubri 2016 Batal

Kamis, 30 Maret 2017 18:06
Tak Butuh Waktu Lama, Dua Tahanan Polsek Pangkalan Kerinci Kabur Kembali Diciduk

Kamis, 30 Maret 2017 17:43
Bupati Meranti Lantik 59 Pejabat Eselon II dan III

Kamis, 30 Maret 2017 17:38
Jasad Korban Dipotong 13 Bagian,
Polres Bengkalis Tetapkan 3 Tersangka Mutilasi


Kamis, 30 Maret 2017 16:55
DPRD Riau Telah Disposisikan Berkas Dua Cawagubri ke Panlih

Kamis, 30 Maret 2017 16:21
Dugaan Mark Up ADD Tangun,
Enam Saksi Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Rohul




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Januari 2017 16:40
Langgar Komitmen FCP, APP Ubah Desa Jadi Kebun Akasia

Komitment APP group untuk melaksankana kebijakan FCP tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak perusahaan-perusahaan yang berafiliasi mengubah desa menjadi kebun akasia.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejak 1 February 2013 lalu, APP Group melaksanakan kebijakan komitment forest conservation policy (FCP). Yaitu pertama menyampaikan informasi kepada dan memperoleh persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa/FPIC) dari masyarakat lokal maupun adat. Kedua adalah penanganan keluhan yang bertanggung jawab.

Ketiga adalah penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional. Keempat adalah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, mengakui dan menghormati hak-hak karyawannya, kepatuhan terhadap hukum, prinsip dan kriteria sertifikasi bertaraf internasional yang relevan.

Tetapi pada kenyataannya menurut Direktur Scale up, Harry Octavian Kamis (12/1/17) sangat berbeda antara komitment dengan realisasi di lapangan. Dari 73 konflik sumber daya alam di Riau pada 2016, 10 konflik terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi ke group APP.

Komitment APP group mengenai penyelesaian Konflik yang bertanggung jawab dengan dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Mengubah Kampung Menjadi Kebun Akasia Dari 10 konflik yang terjadi di perusahaan-perusahaan yang berafiliasi di group APP, 3 diantaranya terjadi di Kampar, Teluk Meranti dan Minas.

Pertama adalah Konflik masyarakat di Tiga Koto Sibelimbing. Adalah Syamsir warga desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar, ia mengatakan bahwa luas lahan masyarakat suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing dikuasai oleh PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) seluas 5000 hektar.

"Dulu, desa Siabu kecamatan Salo Kabupaten Kampar dihuni oleh suku Melayu Tiga Koto Sibelimbing. Diduga, dengan menggunakan alat negara (TNI), PSPI kemudian menggusur warga kemudian menguasai kawasan tersebut dan menanaminya dengan akasia," terang Syamsir.

Sementara itu, konflik antara perusahaan yng berfiliasi dengan APP Group juga terjadi di Minas Barat. Nur Aziman warga Minas Barat Kecamatan Minas Kabupaten Siak menceritakan bahwa permasalahan di kawasan itu adalah sekitar tahun 2011. Terjadi penggusuran masyarakat suku Sakai di dusun Banja Sebi'i yang dihuni 35 KK. Dusun itu kemudian digantikan tanaman akasia.

Menurutnya, dalam kasus itu, perusahaan (APP) merampas tanah ulayat suku sakai sekitar 2000 hektar.

Eriyanto warga Desa Teluk Meranti juga menjadi korban invasi perusahaan. Ia menjelaskan akan adanya upaya penyerobotan lahan seluas 28 hektar milik 14 KK warga desa Teluk Meranti yang dilakukan PT Arara Abadi. Yaitu perusahaan yang berfiliasi ke APP Group.***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dishub Pekanbaru Kekurangan Armada Tangga PJU
- Hujan Deras Picu Rumah dan Sawah Warga Pelalawan Terendam
- 8 Rumah Warga Kateman, Inhil Ludes Terbakar
- Satu Unit Rumah Dekat Asrama Polres Kampar Terbakar
- Gubri dan Kemenhub Teken Kesepakatan Pengembangan SDM Bidang Transportasi
- Gagal Panen Akibat Limbah PT SAGM,
Kades Kuala Sebatu, Inhil 'Meradang' dengan Ulah Perusahaan

- Bakti Sosial TNI KB-Kes Tingkat Nasional di Rohul Dimajukan 5 April 2017


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.149.225
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com