Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:29
213 Calon Anggota PPK Pilgubri 2018 Bengkalis Lulus Administrasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 17:51
RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti

Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 Maret 2017 15:39
3.000-an Sapi Bali di Rohul Mati Diserang Virus Jembrana

Disnakbun laporkan tiga ribuan sapi petani di Rohul mati akibat virus jembrana. Dampak lainya, banyak petani yang menjual ke agen dengan harga murah.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Virus Jembrana masih menyerang sapi jenis Bali milik peternak di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Namun demikian, jumlah sapi yang mati akibat terserang virus jauh berkurang.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, Sri Hardono, mengatakan virus Jembrana menyerang ribuan sapi Bali di sejumlah kecamatan.

Data terakhir, lebih dari 3.000 ekor sapi jenis Bali mati mendadak, dan sebagian dijual oleh peternak ke belantik (agen sapi) dengan harga murah, sekira Rp4 juta per ekor.

"Tapi sekarang sudah berangsur mulai hilang, tidak seperti pada akhir 2016 lalu, sapi yang mati begitu banyak akibat virus Jembrana," jelas Sri Hardono ditemui riauterkinicom di kantor Disnakbun Rohul, Senin (13/3/17).

Hardono mengakui sejak virus Jembarana menyerang, peternak sempat panik. Disnakbun Rohul segera bertindak, namun tidak sedikit peternak yang merugi karena sapi peliharaan mati, dan ada yang dijual murah.

Ia mengakui virus Jembrana mewabah, karena sapi yang masih dalam pengobatan dilepas oleh peternak, sehingga sapi Bali yang sehat tertular dari liur sapi yang mengidap virus Jembrana.

"Sapi (Bali) yang terindikasi terserang virus Jembrana harus segera diobati dan dikandangkan. Ini dilakukan agar virus tidak menyebar ke sapi yang sehat," katanya.

Hardono mengimbau ke peternak di Rohul agar tidak langsung menjual sapinya dengan harga murah yang terindikasi Jembrana. Diakuinya, sapi masih bisa diobati.

"Segera laporkan kalau sapi terindikasi terserang virus (Jembrana)," saran Sri Hardono.

"Saya juga mengimbau ke masyarakat jangan mau ditakut-takuti oleh belantik yang mau membeli sapi dengan harga murah, karena sapi yang terindikasi tidak langsung mati," tambahnya.

Hardono menambahkan virus Jembrana masih menyerang sapi di lima kecamatan, seperti di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, Bangun Purba, dan Rambah Hilir, dan Tambusai Utara. Namun, jumlah sapi yang terserang jauh berkurang.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
pemuda rohul
Indo lai potuih kalian sobuik mati.. Kami tahu yo sapi ko...

puyuh botino
Hebat pak kok tibo tibo mati.... Lagu kalian ko emang mantab

mahasiswa
Kami tahu sapi itu kalian simpan di tapung, seharusnya itu untuk masyarakat....Kepada aparat penegak hukum harus di telusuri untuk data kami punya lengkap dengan kandang nya


loading...

Berita lainnya..........
- 30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang
- Enam Ruko dan Rumah Permanen di Ujung Batu Ludes Terbakar
- TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri
- Limbah Cemari Sungai,
Pemkab Rohul Tutup Sementara Operasional PKS PT EMA‎ di Kepenuhan

- ‎1.600 Sapi di Riau Mati Karena Jembrana
- Pemerintah Diminta Tegas, Limbah PKS PT EMA di Rohul Diduga Cemari Sungai
- 29.102 Hektare Kawasan Hutan Bakal Dilegalkan Pansus RTRWP Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.232.243
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com