Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Maret 2017 21:25
Lagi, CPO Milik PT. Naga Mas Tumpah dan Mencemari Laut di Dumai

Sabtu, 25 Maret 2017 19:56
The 2nd PRIA, Bank Riau Kepri Raih Award Media Relations 2017

Sabtu, 25 Maret 2017 19:21
Ardiansyah Resmi Pimpin DPD Partai Berkarya Inhil

Sabtu, 25 Maret 2017 19:16
Tingkatkan Hubungan Silahturahmi, Wawako Dumai Temui Masyarakat Pinggiran

Sabtu, 25 Maret 2017 19:12
Ekspedisi Superqurban, Rumah Zakat Riau Salurkan 1.000 Kornet di Meranti

Sabtu, 25 Maret 2017 19:08
Miliki Sabu, Pemuda Singingi Hilir Ditangkap Polisi Kuansing

Sabtu, 25 Maret 2017 17:15
Ratusan Crosser Ikuti Kejuaraan Motor Cross Pemuda Pancasila Pelalawan

Sabtu, 25 Maret 2017 16:11
Harapkan Lahirkan Atlet Andal,
Bupati Buka Turnamen Sepakbola Bandar Yaman Cup I se Inhil


Sabtu, 25 Maret 2017 16:07
Jadi Pusat Pendidikan dan Kajian Islam,
Awal April Yayasan Abdurrab Resmikan Masjid At Tabrani di Pekanbaru


Sabtu, 25 Maret 2017 16:02
Sat Reskrim Polres Inhil Tangkap Bandar Judi Rolet dan Pemain Judi Klotok



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Maret 2017 15:39
3.000-an Sapi Bali di Rohul Mati Diserang Virus Jembrana

Disnakbun laporkan tiga ribuan sapi petani di Rohul mati akibat virus jembrana. Dampak lainya, banyak petani yang menjual ke agen dengan harga murah.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Virus Jembrana masih menyerang sapi jenis Bali milik peternak di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Namun demikian, jumlah sapi yang mati akibat terserang virus jauh berkurang.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, Sri Hardono, mengatakan virus Jembrana menyerang ribuan sapi Bali di sejumlah kecamatan.

Data terakhir, lebih dari 3.000 ekor sapi jenis Bali mati mendadak, dan sebagian dijual oleh peternak ke belantik (agen sapi) dengan harga murah, sekira Rp4 juta per ekor.

"Tapi sekarang sudah berangsur mulai hilang, tidak seperti pada akhir 2016 lalu, sapi yang mati begitu banyak akibat virus Jembrana," jelas Sri Hardono ditemui riauterkinicom di kantor Disnakbun Rohul, Senin (13/3/17).

Hardono mengakui sejak virus Jembarana menyerang, peternak sempat panik. Disnakbun Rohul segera bertindak, namun tidak sedikit peternak yang merugi karena sapi peliharaan mati, dan ada yang dijual murah.

Ia mengakui virus Jembrana mewabah, karena sapi yang masih dalam pengobatan dilepas oleh peternak, sehingga sapi Bali yang sehat tertular dari liur sapi yang mengidap virus Jembrana.

"Sapi (Bali) yang terindikasi terserang virus Jembrana harus segera diobati dan dikandangkan. Ini dilakukan agar virus tidak menyebar ke sapi yang sehat," katanya.

Hardono mengimbau ke peternak di Rohul agar tidak langsung menjual sapinya dengan harga murah yang terindikasi Jembrana. Diakuinya, sapi masih bisa diobati.

"Segera laporkan kalau sapi terindikasi terserang virus (Jembrana)," saran Sri Hardono.

"Saya juga mengimbau ke masyarakat jangan mau ditakut-takuti oleh belantik yang mau membeli sapi dengan harga murah, karena sapi yang terindikasi tidak langsung mati," tambahnya.

Hardono menambahkan virus Jembrana masih menyerang sapi di lima kecamatan, seperti di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, Bangun Purba, dan Rambah Hilir, dan Tambusai Utara. Namun, jumlah sapi yang terserang jauh berkurang.***(zal)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
pemuda rohul
Indo lai potuih kalian sobuik mati.. Kami tahu yo sapi ko...

puyuh botino
Hebat pak kok tibo tibo mati.... Lagu kalian ko emang mantab

mahasiswa
Kami tahu sapi itu kalian simpan di tapung, seharusnya itu untuk masyarakat....Kepada aparat penegak hukum harus di telusuri untuk data kami punya lengkap dengan kandang nya


Berita lainnya..........
- 80 Rider Dua Negera Siap Taklukan Jalur Ekstrim di Rohul di X-PERT Adventure Riau-Sumbar 2017
- Trail Runners dan Walhi Kampanyekan Earth Hour Sambil Berlari
- Program Desa Bebas Api Rintisan PT RAPP Efektif Cegah Kebakaran
- Kerusakan Kebun Kelapa Makin Parah,
Petani Inhil Desak Anak Perusahaan PT Surya Dumai Ganti Kerugian

- Pemko Pekanbaru tak Punya Anggaran Penanggulangan Banjir
- Sungai Kampar Surut, Justru 12 Sekolah di Pelalawan Kebanjiran
- Longsor di Tebing Sungai Kuantan Disebabkan PETI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.201.200
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com