Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Mei 2018 21:55
Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap


Kamis, 24 Mei 2018 21:50
Uji 50 Jenis Bahan dan Produk Makanan,
BBPOM Pekanbaru Nihil Temukan Makanan Berbahaya di Bengkalis


Kamis, 24 Mei 2018 20:43
Tokoh Masyarakat Koto Baru Sebut Syamsuar Cagubri Terbaik

Kamis, 24 Mei 2018 20:19
Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang

Kamis, 24 Mei 2018 20:14
Loyalitas dan Militansi Kader Golkar Siak Modal Kemenangan Paslon Nomor 4

Kamis, 24 Mei 2018 19:49
Dipecat karena Tolak Teken PKWT, 16 Karyawan PT AFR Mengadu ke DPRD Riau

Kamis, 24 Mei 2018 19:44
Kampanye di 'Negeri Seribu Kubah',
Rusli Effendi Tawarkan Perbaikan Jalan Lintas Menggala-Rantau Kopar


Kamis, 24 Mei 2018 16:35
Kadin Riau Ingatkan BUMN Tak Ikut Proyek di bawah Rp 100 miliar

Kamis, 24 Mei 2018 16:11
Sosok Mayat Mr. X Mengapung di Sungai Rokan Desa Muara Dilam, Rohul

Kamis, 24 Mei 2018 15:46
‎Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Salurkan Bantuan Banjir di Rambah Samo


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Maret 2017 17:31
RGE Kedepankan FFVP RAPP di Diskusi Panel FFA

Dirut Royal Golden Eagle atau RGE Aderson Tanoto menjadi pembicara di diskusi panel FFA. Ia mengkedepankan keberhasilan FFVP yang diterapkan APRIL.

Riauterkini-JAKARTA- Sempena satu tahun Fire Free Alliance (FFA) digelar diskusi panel di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (15/3/17) dengan pembicara sejumlah perwakilan perusahaan yang menjadi anggota FFA, salah seorangnya Adersonz Tanoto, Direktur Royal Golden Eagle (RGE), induk dari APRIL yang membahi PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP).

Dalam diskusi dengan wadah "Responsibility Bussines Forum" tersebut, Aderson mengkedepankan upaya jitu yang dilakukan PT RAPP dalam merangkul para pihak untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan dan hutan atau Karlahut di Provinsi Riau.

"Kami memiliki program yang terbukti mampu mengajak peran serta masyarakat untuk peduli dalam mencegah sekaligus menanggulangi kebakaran lahan di Riau," tuturnya.

Program yang dimaksud Aderson adalah Fire Free Village Program (FFVP) atau lazim disebut Program Desa Bebas Api. Program tersebut kini melibatkan masyarakat di 50 desa di beberapa kabupaten di Provinsi Riau.

Dalam program ini, RAPP tidak sekedar menginisiasi pembentukannya, melainkan juga melakukan pembinaan dan memberikan dukungan, baik pengingkatan kualitas sumber daya manusia maupun sarana prasarana, pada masyarakat yang dilibatkan untuk membebaskan kawasan desanya dari bahaya kebakaran lahan.

"Bahkan ada apresiasi berupa program pembangunan infrastruktur desa senilai Rp100 juta bagi desa yang sepanjang tahun berhasil membebaskan kawasannya dari kebakaran lahan," tutur Aderson.

Langkah RAPP tersebut mendapat respon positif dari pembicara dari Kementerian Bidang Korekonomian Republik Indonesia, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Prabianto.

"Pemerintah saat ini lebih fokus pada prevetion, bukan suppression. Karena itu, pemerintah sangat menghargai dukungan semua pihak, terutama perusahaan. Mengingat, saat ini ada sekitar 731 desa di seluruh Indonesia yang masuk kawasan rawan kebakaran lahan," demikian penjelasan Prabianto.***(mad)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BBPOM Pekanbaru Uji Puluhan Produk Makanan di Bengkalis
- Pagi Ini Hotspot Nihil, Sudah 1.868,96 Hektar Luasan Lahan Terbakar di Riau
- Kerjasama Pihak Ketiga, Dishub Pekanbaru Miliki 100 Separator
- Produksi Sampah di Kota Pekanbaru Lampau 500 Ton Sehari
- BRG Beri Dai 3 Provinsi Pelatihan Restorasi Gambut
- APP dan UNAS Jakarta Teliti Cagar Biosfer GSKBB Bengkalis
- Dinas PUPR Riau Gesa Perbaikan Kerusakan Jalan Provinsi di Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com