Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 26 Maret 2017 20:55
WA Pertamina Lirik Inhu Raih Penghargaan PR Indonesia Award 2017

Ahad, 26 Maret 2017 20:18
Satu Kantin Roboh,
7 Rumah Rusak Dihantam Puting Beliung di Desa Pelanduk, Mandah


Ahad, 26 Maret 2017 20:12
Pas Buat Berpetualang, Capella Honda Luncurkan Motor Rally CRF250

Ahad, 26 Maret 2017 19:59
Pemkab Meranti Gratiskan 20 Siswa Kuliah di BTP

Ahad, 26 Maret 2017 19:19
Penerima Beasiswa PT RAPP dan Tanoto Foundation,
Raih IPK 3,97, Pemuda Kampar Pemuncak di INSTIPER Yogyakarta


Ahad, 26 Maret 2017 19:06
Terjaring Razia, 27 Motor Pebalap Liar di Pekanbaru Diamankan Polisi

Ahad, 26 Maret 2017 19:02
Andi Rachman Lantik Pengurus DPD I Partai Golkar Dumai 2017-2020

Ahad, 26 Maret 2017 18:05
Kapolres Rohul Turun Tangan,
Sengketa Lahan di Hutan Lindung Mahato Akan Dimediasi di Dishut Riau


Ahad, 26 Maret 2017 17:53
Tabrak Vespa, Pengendara Kawasaki Ninja di Duri Tewas Seketika

Ahad, 26 Maret 2017 17:46
Polisi Tangkap Lima Bajak Laut di Perairan Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Maret 2017 17:31
RGE Kedepankan FFVP RAPP di Diskusi Panel FFA

Dirut Royal Golden Eagle atau RGE Aderson Tanoto menjadi pembicara di diskusi panel FFA. Ia mengkedepankan keberhasilan FFVP yang diterapkan APRIL.

Riauterkini-JAKARTA- Sempena satu tahun Fire Free Alliance (FFA) digelar diskusi panel di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (15/3/17) dengan pembicara sejumlah perwakilan perusahaan yang menjadi anggota FFA, salah seorangnya Adersonz Tanoto, Direktur Royal Golden Eagle (RGE), induk dari APRIL yang membahi PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP).

Dalam diskusi dengan wadah "Responsibility Bussines Forum" tersebut, Aderson mengkedepankan upaya jitu yang dilakukan PT RAPP dalam merangkul para pihak untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan dan hutan atau Karlahut di Provinsi Riau.

"Kami memiliki program yang terbukti mampu mengajak peran serta masyarakat untuk peduli dalam mencegah sekaligus menanggulangi kebakaran lahan di Riau," tuturnya.

Program yang dimaksud Aderson adalah Fire Free Village Program (FFVP) atau lazim disebut Program Desa Bebas Api. Program tersebut kini melibatkan masyarakat di 50 desa di beberapa kabupaten di Provinsi Riau.

Dalam program ini, RAPP tidak sekedar menginisiasi pembentukannya, melainkan juga melakukan pembinaan dan memberikan dukungan, baik pengingkatan kualitas sumber daya manusia maupun sarana prasarana, pada masyarakat yang dilibatkan untuk membebaskan kawasan desanya dari bahaya kebakaran lahan.

"Bahkan ada apresiasi berupa program pembangunan infrastruktur desa senilai Rp100 juta bagi desa yang sepanjang tahun berhasil membebaskan kawasannya dari kebakaran lahan," tutur Aderson.

Langkah RAPP tersebut mendapat respon positif dari pembicara dari Kementerian Bidang Korekonomian Republik Indonesia, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Prabianto.

"Pemerintah saat ini lebih fokus pada prevetion, bukan suppression. Karena itu, pemerintah sangat menghargai dukungan semua pihak, terutama perusahaan. Mengingat, saat ini ada sekitar 731 desa di seluruh Indonesia yang masuk kawasan rawan kebakaran lahan," demikian penjelasan Prabianto.***(mad)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Satu Kantin Roboh,
7 Rumah Rusak Dihantam Puting Beliung di Desa Pelanduk, Mandah

- Ditabrak Mobil, Tiang Lampu Hias di Jalan Sudirman Tembilahan Patah
- 80 Rider Dua Negera Siap Taklukan Jalur Ekstrim di Rohul di X-PERT Adventure Riau-Sumbar 2017
- Trail Runners dan Walhi Kampanyekan Earth Hour Sambil Berlari
- Program Desa Bebas Api Rintisan PT RAPP Efektif Cegah Kebakaran
- Kerusakan Kebun Kelapa Makin Parah,
Petani Inhil Desak Anak Perusahaan PT Surya Dumai Ganti Kerugian

- Pemko Pekanbaru tak Punya Anggaran Penanggulangan Banjir


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.211.169.76
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com