Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Oktober 2017 14:59
Termasuk Wakapolres, 11 Perwira Polres Meranti Dimutasikan

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:54
Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik


Jum’at, 20 Oktober 2017 14:48
Dewan Anggap Terlalu Kecil,
2018, Pemprov Riau Anggarkan Ro 50 JUta Per Desa


Jum’at, 20 Oktober 2017 14:43
Pilkada Inhil 2018, Wardan Jemput Rekomendasi DPP Demokrat ke Jakarta

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:32
Pilgubri 2018, Ketum Golkar Dikabarkan Setujui Duet Andi-Suyatno

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:26
Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili

Jum’at, 20 Oktober 2017 11:54
Menkes Buka Pekan Olahraga Forkesnmen di RSJ Tampan

Jum’at, 20 Oktober 2017 11:50
Bandar Togel Beromzet Rp10 Juta per Hari Ditangkap Polisi

Jum’at, 20 Oktober 2017 07:42
TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri

Jum’at, 20 Oktober 2017 07:19
Wakili Provinsi Riau, Tim PKK Inhil Juara Ii Menu Sarapan Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 16 Maret 2017 18:35
Longsor di Tebing Sungai Kuantan Disebabkan PETI

PETI diklaim sebagai penyebab longsornya badan jalan di pinggir Suangai Batang Kuantan di Desa Pulau Aro. Pemerintah diminta tegas menindak para pelakunya.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Runtuhnya jalan dekat Sungai Kuantan di Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah disebabkan ulah para penambang emas tanpa izin (PETI) yang selalu beroperasi di sungai itu.

Memang akibat Peti ini tidak langsung dirasakan sewaktu proses Peti berlangsung, namun akibatnya akan dirasakan beberapa bulan, bahkan beberapa tahun kedepan.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di ruang kerjanga kepada riauterkinicom Kamis (16/3/17).

"Buktinya sudah jelas jalan di Desa Pulau Aro tinggal 2,5 meter saja lagi," kata Azwan.

Azwan menjelaskan, separuh jalan aspal sudah dimakan longsor, gara-gara mesin dompemg yang selalu beoperasi di sekitar tebing itu. Apa lagi dengan masuknya musim hujan seperti sekarang.

"Ini semua dikarenakan dompeng masyarakat kita juga," pungkasnya.

Untuk memperbaikinya, PUPR Kuansing hanya bisa melaporkannya ke Pusat, karena kewenangannya tidak pada pemkab lagi. "Perairan Sungai Batang Kuantan merupakan kewenangan Pusat sekarang, tidak ada hak Provinsi maupun Kabupaten," tegasnya.

Salah seorang warga Desa Muaro Tombang yang tak mau di sebutkan namanya mengatakan, tak hanya Pulau Aro yang terancam longsor akibat PETI. Desa Muaro Tombang juga demikian. "Di sini ada tebing yang lebarnya sekira 300 meter dengan panjang 1,5 kilometer yang siap runtuh kapan saja. Tinggal menunggu waktu saja. Bisa hari hari atau besok. Kalau musim hujan begini, saya kira dalam beberapa hari lagi tebing itu akan longsor. Ini semua gara-gara PETI," katanya.

Warga berharap Pemkab Kuansing menindak tegas para pelaku Peti ini supaya tak ada lagi kerusakan-kerusakan tebing di sepanjang Sungai Kuantan ini.***(Ped)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri
- Limbah Cemari Sungai,
Pemkab Rohul Tutup Sementara Operasional PKS PT EMA‎ di Kepenuhan

- ‎1.600 Sapi di Riau Mati Karena Jembrana
- Pemerintah Diminta Tegas, Limbah PKS PT EMA di Rohul Diduga Cemari Sungai
- 29.102 Hektare Kawasan Hutan Bakal Dilegalkan Pansus RTRWP Riau
- Disaat Tugas Menumpuk, Kantor KPU Bengkalis Tiangnya Retak dan Lantainya Amblas
- 4 Hektar Kebun Sawit di Desa Pauh Rohul Hangus Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.67.122
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com