Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Desember 2017 11:30
Warga Desa Teluk Merbau, Inhil Dihebohkan Penemuan Bayi Perempuan yang Sudah Membusuk

Sabtu, 16 Desember 2017 10:51
Diskominfo Inhil Kunjungi Dewan Pers

Sabtu, 16 Desember 2017 10:11
Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar

Sabtu, 16 Desember 2017 05:40
Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO

Jum’at, 15 Desember 2017 20:14
Kades Sudah tidak Beraktivitas,
Plt Bupati Rohul Janji Selesaikan Sengketa Lima Desa


Jum’at, 15 Desember 2017 18:41
Gubri dan Kasad Hadiri Puncak Peringatan HJK TNI AD ke-72

Jum’at, 15 Desember 2017 16:58
Ahad, Ayo Makan Ikan di Lapangan Tugu Bengkalis

Jum’at, 15 Desember 2017 16:54
BC Bengkalis Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Jum’at, 15 Desember 2017 16:16
Idana, Penyandang Disabilitas Asal Rohul Terima Kaki Palsu di Hari Juang Kartika

Jum’at, 15 Desember 2017 16:09
Daftar XL Prioritas di Penghujung 2017, Nikmati Diskon 50 Persen SEpanjang 2018




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 18 April 2017 15:30
Bekerja sama dengan PT RAPP,
Cegah Karhutla, Laskar Alam Riau Edukasi Masyarakat


Yayasan Laskar Alam Riau bekerja sama dengan PT RAPP mengedukasi masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

PULAU PADANG-Riauterkini- Setiap tahun, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kerap terjadi di Pulau Padang. Yayasan Laskar Alam Riau yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan tergerak untuk mensosialisasikan bahaya Karhutla dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kepada masyarakat Pulau Padang.

Ketua Laskar Alam Abdul Mukhti mengatakan salah satu upaya menekan angka Karhutla adalah dengan cara pencegahan. Sebab, keterlambatan antisipasi dan penanggulan kebakaran lahan berakibat buruk dan fatal.

"Bersama program Desa Bebas Api atau (Free Fire Village Program), kami melakukan sosialisasi di desa-desa di Pulau Padang, seperti Desa Lukit, Tasik Putri Puyu dan Tanjung Padang yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan kami sama dengan program Desa Bebas Api, ingin membebaskan Pulau Padang dari Karhutla. Caranya dengan mengedukasi masyarakat tentang karhutla melalui sosialisasi ke desa-desa. Sosialisasi dengan pihak TNI, Polri dan BPBD serta ke 30 sekolah SMP dan SD di Pulau Padang," jelas Mukhti, Selasa (18/4).

Diceritakan Mukhti, selama ini masyarakat desa tersebut belum mendapatkan sosialisasi mengenai Karhutla sehingga mereka tahu membuka lahan dengan cara membakar itu salah. Sejak tahun 2016, program yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ini memberikan dampak positif yang cukup signifikan seperti berkurangnya areal yang terbakar.

"Program ini sangat bagus dilakukan di Pulau Padang. Karena memberikan pengetahuan bahaya membakar lahan. Ditambah dengan reward yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk infrastruktur, selain membangun pola pikir masyarakat, juga membangun desa," ucapnya.

Selain bersama PT RAPP, pihaknya juga bekerja sama dengan PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) untuk penanaman hotikultura. Disebutkan Mukhti, lahan tersebut dikelola dengan cara tanpa bakar.

Direktur PT RAPP, Rudi Fajar mengatakan Program ini akan berlanjut di tahun 2017 dengan 9 desa baru telah terdaftar, dan 9 desa lainnya yang memasuki tahun ketiga akan menjadi "Masyarakat Tangguh Apií".

"Hal ini merupakan komitmen perusahaan yang siap untuk melakukan pencegahan sejak dini ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2017 untuk mewujudkan Riau bebas asap seperti di tahun 2016 lalu. Kami selalu melakukan langkah-langkah strategis dan sedini mungkin menghadapi ancaman karhutla," katanya. (*)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Kelola Cagar Alam Bukit Bungkuk, BBKSDA Riau Gelar Konsultasi Publik
- Jikalahari Nilai Kapolda Riau Lamban Tangani Kejahatan Lingkungan dan Kehutanan
- Kelapa Dirusak Kumbang,
Warga Pebenaan, Kecamatan Keritang Datangi Kantor Bupati Inhil

- KTT Perubahan Iklim di Paris, KLHK Libatkan Wakil DPRD Noviwaldy Jusman
- Tenggelam di Sungai Rokan,
Sudah Dua Hari Kernet Truk Angkut Sawit di Rohul Belum Ditemukan

- Kelaparan, Gajah Liar di Duri† Rusak Rumah dan Makan Beras Warga
- Tata Taman Nasional Zamrud Siak, BBKSDA Riau Lakukan Konsultasi Publik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.159.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com