Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 07:28
Pendataran Ditutup, KPU Beri Waktu 1x24 Parpol Lengkapi Berkas

Selasa, 17 Oktober 2017 07:20
Daftarkan Partai ke KPU, Pengurus PAN Rohul Kompak Pakai Tanjak Biru

Selasa, 17 Oktober 2017 07:15
Bupati Inhil Adakan Pertemuan Bisnis Dengan Investor Asal Malaysia

Selasa, 17 Oktober 2017 07:12
‎DPC Partai Demokrat Mendaftar ke KPU 1 Jam Sebelum Injury Time

Senin, 16 Oktober 2017 22:13
4 Hektar Kebun Sawit di Desa Pauh Rohul Hangus Terbakar

Senin, 16 Oktober 2017 22:08
DPRD dan Pemkab Bengkalis Teken MoU KUPA PPAS APBD Perubahan 2017

Senin, 16 Oktober 2017 21:37
Bupati Rohil Minta Pemprov dan Pusat Bantu Kembangkan Pulau Jemur

Senin, 16 Oktober 2017 21:32
KPU Inhu Terima Pendaftaran Partai Demokrat

Senin, 16 Oktober 2017 21:09
Diduga Akan Menjual Sabu-sabu,
Polres Siak Tangkap Seorang Pemuda Warga Dayun


Senin, 16 Oktober 2017 20:17
43 Orang Terjaring Operasi Bina Kesuma Siak 2017



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 18 Mei 2017 14:08
Terjaring Nelayan, Satpolair dan PSDKP Rohil Lepasliarkan Puluhan Belangkas

Puluhan satwa laut Belangkas dilepaskan Satpolair dan PSDKP Rohil. Sebelumnya, hewan dilindungi tersebut terjerat di jaring nelayan awal pekan.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI - Tanpa sengaja, puluhan satwa laut Belangkas, yang dilindungi undang-undang terjaring nelayan awal pekan ini. Habitat laut yang dilindungi itupun akhirnya dilepas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Rohil dan perwakilan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas akhirnya melepasliarkan satwa tersebut, Rabu (16/5) lalu.

Sayangnya, dari puluhan Belangkas itu, beberapa diantaranya mati karena kekeringan dan telah dikuburkan. Satwa yang dilindungi undang-undang ini sering diperjualbelikan secara illegal dan hanya telurnya saja yang dapat dikonsumsi. Pelepasliaran puluhan Belangkas itu juga dilakukan bersama Satuan Kerja Karantina Ikan Panipahan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kasat Polair Rohil, Iptu Sapto Hartoyo melalui Komandan Kapal Patroli, Brigadir AA Daulay kepada wartawan menjelaskan, pelepasliaran Belangkas dilakukan berkat kerjasama antara pihak terkait dan nelayan terhadap kelangsungan hidup satwa tersebut. "Sebelumnya puluhan Belangkas tanpa sengaja terjaring alat tangkap nelayan. Karena ini satwa langka yang dilindungi, nelayan melaporkan kepada kita," terang Daulay.

Pelepasliaran itu dilakukan di perairan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. "Ini pembelajaran yang sangat baik. Di samping kita terus lakukan sosialisasi terhadap apa saja satwa laut yang dilindungi, nelayan yang melaporkan seperti ini dapat menjadi contoh bagi yang lainnya. Karena, Belangkas adalah hewan yang dilindungi, sehingga harus dilepasliarkan," sambung Daulay.

Kepala Satker Karantina Ikan Panipahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Angga Bachtyar, kepada wartawan menambahkan, pelepasliaran Belangkas dengan menggunakan kapal patroli Satpolair Polres Rohil adalah wujud pelestarian habitat laut yang dilindungi. "Belangkas dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 07 Tahun 1999 Tentang Satwa Liar. Karena populasinya terus berkurang, satwa yang mirip kepiting ini agar tidak punah. Sebab, telur Belangkas ini yang dikonsumsi sehingga mengancam keberlangsungannya," papar Angga.

Dijelaskannya populasi Belangkas terus menurun sehingga harus dilindungi "Di negara Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, ekstrak darah belangkas digunakan sebagai bahan pengujian endotoksin serta untuk mendiagnosis penyakit meningitis dan gonorhoe. Sementara itu, daging dan telur belangkas menjadi makanan yang populer bagi masyarakat di Malaysia, Singapura maupun Tiongkok. Belangkas dipercaya memiliki khasiat vitamin untuk daya tahan tubuh maupun vitalitas," ungkap Angga.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- 4 Hektar Kebun Sawit di Desa Pauh Rohul Hangus Terbakar
- Sebaiknya Dicabut, LAM Riau Nilai Permen LHK 17/2017 Menimbulkan Banyak Mudhorot
- Ancaman Terendam Air Laut,
Ketika Ketahanan Pangan di Bengkalis Tergantung Tanggul

- Geram Kerusakan Dibiarkan Menahun, Warga Duri Tanam Sawit di Badan Jalan
- Camat Bantan Sebut Rencana Tutup Pabrik Batu Bata di Papal, Bengkalis Demi Lingkungan
- Anggaran Perbaikan Kerusakan Jalan di Pekanbaru Dipangkas
- Desa Terendam Banjir,
Puluhan Warga Desa Mumpa, Inhil Bangun Tenda Darurat di Jalan



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.225.20.73
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com