Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Desember 2017 04:22
Garda Pemuda Nasdem Riau Gelar Rapat Konsolidasi

Ahad, 17 Desember 2017 18:04
Hindari Macet, Andi Jemput SK DPP PDIP Naik Ojek

Ahad, 17 Desember 2017 18:01
Puluhan Tim Pemadam Kebakaran RAPP Tambah Kompetensi di Situgal

Ahad, 17 Desember 2017 16:51
Kerancuan Regulasi Gambut Ancaman Serius Iklim Investasi Indonesia

Ahad, 17 Desember 2017 16:34
Andi-Suyatno Dapat Dukungan Resmi PDIP di Pilgubri 2018, Yopi Langsung 'Merapat'

Ahad, 17 Desember 2017 15:34
Gelorakan Ajaran Bung Karno, Repdem Rekrut Kader Muda di Siak

Ahad, 17 Desember 2017 15:28
4 Sepeda Motor Jadi Doorprize Gerak Jalan HUT ke-9 Kabupaten Kepulauan Meranti

Ahad, 17 Desember 2017 15:15
Kecam Pernyataan Trump, Ratusan Muslim di Duri Gelar Aksi Damai

Ahad, 17 Desember 2017 14:48
Resmi Diusung PDIP, Suyatno Ajak Kader Partainya dan Masyarakat Menangkan Pilgubri 2018

Ahad, 17 Desember 2017 14:24
Ditutup Wagubri, Pekanbaru Juara Umum MTQ ke-36 Riau di Dumai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 18 Mei 2017 14:08
Terjaring Nelayan, Satpolair dan PSDKP Rohil Lepasliarkan Puluhan Belangkas

Puluhan satwa laut Belangkas dilepaskan Satpolair dan PSDKP Rohil. Sebelumnya, hewan dilindungi tersebut terjerat di jaring nelayan awal pekan.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI - Tanpa sengaja, puluhan satwa laut Belangkas, yang dilindungi undang-undang terjaring nelayan awal pekan ini. Habitat laut yang dilindungi itupun akhirnya dilepas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Rohil dan perwakilan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas akhirnya melepasliarkan satwa tersebut, Rabu (16/5) lalu.

Sayangnya, dari puluhan Belangkas itu, beberapa diantaranya mati karena kekeringan dan telah dikuburkan. Satwa yang dilindungi undang-undang ini sering diperjualbelikan secara illegal dan hanya telurnya saja yang dapat dikonsumsi. Pelepasliaran puluhan Belangkas itu juga dilakukan bersama Satuan Kerja Karantina Ikan Panipahan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kasat Polair Rohil, Iptu Sapto Hartoyo melalui Komandan Kapal Patroli, Brigadir AA Daulay kepada wartawan menjelaskan, pelepasliaran Belangkas dilakukan berkat kerjasama antara pihak terkait dan nelayan terhadap kelangsungan hidup satwa tersebut. "Sebelumnya puluhan Belangkas tanpa sengaja terjaring alat tangkap nelayan. Karena ini satwa langka yang dilindungi, nelayan melaporkan kepada kita," terang Daulay.

Pelepasliaran itu dilakukan di perairan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. "Ini pembelajaran yang sangat baik. Di samping kita terus lakukan sosialisasi terhadap apa saja satwa laut yang dilindungi, nelayan yang melaporkan seperti ini dapat menjadi contoh bagi yang lainnya. Karena, Belangkas adalah hewan yang dilindungi, sehingga harus dilepasliarkan," sambung Daulay.

Kepala Satker Karantina Ikan Panipahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Angga Bachtyar, kepada wartawan menambahkan, pelepasliaran Belangkas dengan menggunakan kapal patroli Satpolair Polres Rohil adalah wujud pelestarian habitat laut yang dilindungi. "Belangkas dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 07 Tahun 1999 Tentang Satwa Liar. Karena populasinya terus berkurang, satwa yang mirip kepiting ini agar tidak punah. Sebab, telur Belangkas ini yang dikonsumsi sehingga mengancam keberlangsungannya," papar Angga.

Dijelaskannya populasi Belangkas terus menurun sehingga harus dilindungi "Di negara Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, ekstrak darah belangkas digunakan sebagai bahan pengujian endotoksin serta untuk mendiagnosis penyakit meningitis dan gonorhoe. Sementara itu, daging dan telur belangkas menjadi makanan yang populer bagi masyarakat di Malaysia, Singapura maupun Tiongkok. Belangkas dipercaya memiliki khasiat vitamin untuk daya tahan tubuh maupun vitalitas," ungkap Angga.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Kelola Cagar Alam Bukit Bungkuk, BBKSDA Riau Gelar Konsultasi Publik
- Jikalahari Nilai Kapolda Riau Lamban Tangani Kejahatan Lingkungan dan Kehutanan
- Kelapa Dirusak Kumbang,
Warga Pebenaan, Kecamatan Keritang Datangi Kantor Bupati Inhil

- KTT Perubahan Iklim di Paris, KLHK Libatkan Wakil DPRD Noviwaldy Jusman
- Tenggelam di Sungai Rokan,
Sudah Dua Hari Kernet Truk Angkut Sawit di Rohul Belum Ditemukan

- Kelaparan, Gajah Liar di Duri  Rusak Rumah dan Makan Beras Warga
- Tata Taman Nasional Zamrud Siak, BBKSDA Riau Lakukan Konsultasi Publik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.92.194.75
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com