Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Agustus 2017 21:50
Tertimpa Kayu saat Menaikkan Pasir,
Seorang Buruh Bangunan Hotel Mimosa Pekanbaru Tewas


Sabtu, 19 Agustus 2017 21:08
Kunker ke Kecamatan Tanah Merah, Bupati Jenguk Warga yang Berhasil Sembuh dari Katarak

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:56
Apkasindo Kembali Seleksi Beasiswa Anak Petani Sawit

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:53
Pelajar SMA 5 Pekanbaru Sabet Juara I Lomba Pentas Seni se Indonesia

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:47
Bupati Mursini Buka Kejurda Motor Cross Sukamaju

Sabtu, 19 Agustus 2017 16:32
Kapolres Inhil Pimpin Napak Tilas dan Ziarah ke Makam Pahlawan Letda M Boya di Enok

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:09
Sekaligus Temu Ramah dengan Insan Pers,
Bupati Resmikan e-Bilik Diskominfo Inhil


Sabtu, 19 Agustus 2017 14:05
Kapolres Kuansing Ajak Masyarakat Bersama Amankan Pacujalur

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:02
Sakit Bayi Hafizi Biasanya Terjadi pada Orang Dewasa

Jum’at, 18 Agustus 2017 19:11
Kemendagri Dorong Pencegahan Korupsi di Daerah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 18 Mei 2017 14:08
Terjaring Nelayan, Satpolair dan PSDKP Rohil Lepasliarkan Puluhan Belangkas

Puluhan satwa laut Belangkas dilepaskan Satpolair dan PSDKP Rohil. Sebelumnya, hewan dilindungi tersebut terjerat di jaring nelayan awal pekan.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI - Tanpa sengaja, puluhan satwa laut Belangkas, yang dilindungi undang-undang terjaring nelayan awal pekan ini. Habitat laut yang dilindungi itupun akhirnya dilepas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Rohil dan perwakilan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas akhirnya melepasliarkan satwa tersebut, Rabu (16/5) lalu.

Sayangnya, dari puluhan Belangkas itu, beberapa diantaranya mati karena kekeringan dan telah dikuburkan. Satwa yang dilindungi undang-undang ini sering diperjualbelikan secara illegal dan hanya telurnya saja yang dapat dikonsumsi. Pelepasliaran puluhan Belangkas itu juga dilakukan bersama Satuan Kerja Karantina Ikan Panipahan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kasat Polair Rohil, Iptu Sapto Hartoyo melalui Komandan Kapal Patroli, Brigadir AA Daulay kepada wartawan menjelaskan, pelepasliaran Belangkas dilakukan berkat kerjasama antara pihak terkait dan nelayan terhadap kelangsungan hidup satwa tersebut. "Sebelumnya puluhan Belangkas tanpa sengaja terjaring alat tangkap nelayan. Karena ini satwa langka yang dilindungi, nelayan melaporkan kepada kita," terang Daulay.

Pelepasliaran itu dilakukan di perairan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. "Ini pembelajaran yang sangat baik. Di samping kita terus lakukan sosialisasi terhadap apa saja satwa laut yang dilindungi, nelayan yang melaporkan seperti ini dapat menjadi contoh bagi yang lainnya. Karena, Belangkas adalah hewan yang dilindungi, sehingga harus dilepasliarkan," sambung Daulay.

Kepala Satker Karantina Ikan Panipahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Angga Bachtyar, kepada wartawan menambahkan, pelepasliaran Belangkas dengan menggunakan kapal patroli Satpolair Polres Rohil adalah wujud pelestarian habitat laut yang dilindungi. "Belangkas dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 07 Tahun 1999 Tentang Satwa Liar. Karena populasinya terus berkurang, satwa yang mirip kepiting ini agar tidak punah. Sebab, telur Belangkas ini yang dikonsumsi sehingga mengancam keberlangsungannya," papar Angga.

Dijelaskannya populasi Belangkas terus menurun sehingga harus dilindungi "Di negara Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, ekstrak darah belangkas digunakan sebagai bahan pengujian endotoksin serta untuk mendiagnosis penyakit meningitis dan gonorhoe. Sementara itu, daging dan telur belangkas menjadi makanan yang populer bagi masyarakat di Malaysia, Singapura maupun Tiongkok. Belangkas dipercaya memiliki khasiat vitamin untuk daya tahan tubuh maupun vitalitas," ungkap Angga.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Tergerus Abrasi, Wisata Ombak Bono di Teluk Meranti Terancam Hilang
- Puskesmas Rambah Hilir, Rohul Beri Penghargaan Tiga Desa Tersehat
- Tak Percaya Kerja Pemko Dumai,
APLD Laporkan Tumpahan Minyak PT Nagamas ke Pusat

- Jembatan Mawar Merah Duri Ambruk, Seorang Pemotor Terluka
- Buaya Muncul di Batang Lubuh Desa Babussalam, Warga Dilarang Beraktifitas di Sungai
- ICCO Coorperation dan Scale Up Taja Ekapedisi Jelajah Produk Asal Riau di Teluk Meranti
- Diduga Milik PT Parawira,
Polres Pelalawan Selidiki Karlahut di Pangkalan Gondai



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.61.174
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com