Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 23:15
Perkenalkan Mata Uang Digital,
Bitconnect Berikan Seminar Edukasi Gratis di Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 22:10
Hentikan Operasi Pabrik Batu Bata,
Dewan Minta Camat Bantan Kaji Ulang Kebijakannya


Selasa, 17 Oktober 2017 21:22
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta

Selasa, 17 Oktober 2017 20:38
Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik

Selasa, 17 Oktober 2017 20:37
Penyebab Proyek PL di PUPR Kuansing Batal Dilaksanakan

Selasa, 17 Oktober 2017 19:58
Buka MTQ XVI Tingkat Kabupaten,
Bupati Kuansing Ajak Warga Hidupkan Magrib Mengaji


Selasa, 17 Oktober 2017 19:52
Menuju Porprov Riau 2017, Kontingen Meranti Berangkat Naik KM Jelatik

Selasa, 17 Oktober 2017 19:17
Bahas Perdagangan Lintas Batas, Bupati Meranti Rapat Bersama DPD RI

Selasa, 17 Oktober 2017 19:07
Kapolresta Pekanbaru Periksa Puluhan Senpi Laras Panjang Sabhara

Selasa, 17 Oktober 2017 19:03
Sidang KKEP Polri, Tiga Personil Polres Meranti di Pecat Tidak Dengan Hormat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 12 Juni 2017 15:28
Kapolda Kritisi Balai TNTN dan LSM,
42 Haktare Dirambah, 20 Hektare Lahan Terbakar


Sedikitnya 42 haktare lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah dijarah, dan 20 haktare lagi sudah terbakar. Tetapi anehnya, Balai TNTN dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di dalam kawasan lindung tersebut tidak mengatahuinya.

Riauterkini-PEKANBARU-Sedikitnya 42 haktare lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah dijarah, dan 20 haktare lagi sudah terbakar. Tetapi anehnya, Balai TNTN dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di dalam kawasan lindung tersebut tidak mengatahuinya.

"Yang anehnya di situ (TNTN, Red) ada LSM. Ada petugas hutan, ada Kepala TNTN, masa iya sih (terjadi perambahan, Red) mereka tidak tahu. Itu kan gak masuk akal itu," tegas Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kapolda Riau saat diwawancara wartawan, Senin (12/06/17).

Dengan nada kesal Jenderal Bintang Dua ini menyebut sangat lah aneh dan tidak masuk akal ketika kedua lembaga yang berada di dalam kawasan TNTN tidak mengetahui terjadinya perambahan secara masif. Apalagi keberadaan Balai TNTN yang merupakan instansi yang ditugasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengawasi dan mengawal kawasan lindung bersangkutan.

Polda Riau sendiri, sebut Zulkarnain, sudah membuktikan komitmen untuk memberantas tindak pembalakan liar apalagi pembakaran lahan di kawasan hutan dan lahan.

"Saya sikat betul, kalau bisa saya tangkap sendiri," tukasnya dengan nada kesal.*(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Cindy
Mari kunjungi dan buktikan sendiri Agen Online Profesional dan Terpercaya No 1 di Indonesia Proses Deposit + Withdraw + Pindah dana dalam hitungan menit saja Minimal deposit cuman 50 ribu bos Tunggu apalagi jangan sampai ketinggalan segera kunjungi kami di www(titik)bolavita(titik)com , info le


loading...

Berita lainnya..........
- Disaat Tugas Menumpuk, Kantor KPU Bengkalis Tiangnya Retak dan Lantainya Amblas
- 4 Hektar Kebun Sawit di Desa Pauh Rohul Hangus Terbakar
- Sebaiknya Dicabut, LAM Riau Nilai Permen LHK 17/2017 Menimbulkan Banyak Mudhorot
- Ancaman Terendam Air Laut,
Ketika Ketahanan Pangan di Bengkalis Tergantung Tanggul

- Geram Kerusakan Dibiarkan Menahun, Warga Duri Tanam Sawit di Badan Jalan
- Camat Bantan Sebut Rencana Tutup Pabrik Batu Bata di Papal, Bengkalis Demi Lingkungan
- Anggaran Perbaikan Kerusakan Jalan di Pekanbaru Dipangkas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.211.135
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com