Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 22:22
Karo Humas Protokol dan Kerja Sama Riau Buka Turnamen Sepak Takraw

Sabtu, 21 April 2018 22:16
Ingin Jalan ke Desanya seperti di Siak,
Warga Mahato: Pastinya Hanya Pak Syamsuar yang Bisa Mewujudkan


Sabtu, 21 April 2018 22:10
Safari Politik, Lukman Edy Sambangi Ketua IKKS Riau

Sabtu, 21 April 2018 21:44
Kampanye Dialogis di Kemuning,
Warga Mengadukan Penyerobotan Lahan dan Pembangunan Infrastruktur


Sabtu, 21 April 2018 21:29
Mantan Ketua MUI Riau Dukung Lukman Edy sebagai Cagubri

Sabtu, 21 April 2018 20:36
Hari Bhakti Kemasyarakatan ke-54,
Lapas, Rupbasan Bengkalis Gelar Bhakti Sosial dan Jalan Santai


Sabtu, 21 April 2018 20:32
Miliki Sabu, Pegawai Honorer di Pinggir, Bengkalis Diamankan Polisi

Sabtu, 21 April 2018 19:12
Masyarakat Kabun dan Tandun: Putra Terbaik Riau, Syam-Edy Layak Jadi Gubri dan Wagubri

Sabtu, 21 April 2018 19:08
Dua Kadernya Mundur,
NasDem Diklaim Tak Menganut Sistem Rezim


Sabtu, 21 April 2018 19:02
Sekdaprov Riau Resmikan SMA Negeri 2 Lubuk Batu Jaya


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Juni 2017 15:28
Kapolda Kritisi Balai TNTN dan LSM,
42 Haktare Dirambah, 20 Hektare Lahan Terbakar


Sedikitnya 42 haktare lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah dijarah, dan 20 haktare lagi sudah terbakar. Tetapi anehnya, Balai TNTN dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di dalam kawasan lindung tersebut tidak mengatahuinya.

Riauterkini-PEKANBARU-Sedikitnya 42 haktare lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah dijarah, dan 20 haktare lagi sudah terbakar. Tetapi anehnya, Balai TNTN dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di dalam kawasan lindung tersebut tidak mengatahuinya.

"Yang anehnya di situ (TNTN, Red) ada LSM. Ada petugas hutan, ada Kepala TNTN, masa iya sih (terjadi perambahan, Red) mereka tidak tahu. Itu kan gak masuk akal itu," tegas Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kapolda Riau saat diwawancara wartawan, Senin (12/06/17).

Dengan nada kesal Jenderal Bintang Dua ini menyebut sangat lah aneh dan tidak masuk akal ketika kedua lembaga yang berada di dalam kawasan TNTN tidak mengetahui terjadinya perambahan secara masif. Apalagi keberadaan Balai TNTN yang merupakan instansi yang ditugasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengawasi dan mengawal kawasan lindung bersangkutan.

Polda Riau sendiri, sebut Zulkarnain, sudah membuktikan komitmen untuk memberantas tindak pembalakan liar apalagi pembakaran lahan di kawasan hutan dan lahan.

"Saya sikat betul, kalau bisa saya tangkap sendiri," tukasnya dengan nada kesal.*(son)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Cindy
Mari kunjungi dan buktikan sendiri Agen Online Profesional dan Terpercaya No 1 di Indonesia Proses Deposit + Withdraw + Pindah dana dalam hitungan menit saja Minimal deposit cuman 50 ribu bos Tunggu apalagi jangan sampai ketinggalan segera kunjungi kami di www(titik)bolavita(titik)com , info le


loading...

Berita lainnya..........
- Ditembak Bius Dua Kali, Akhirnya Harimau Pemangsa Dua Warga Inhil Tertangkap
- Jelang MTQ Mandau, UPT Persampahan Bersihkan Lingkungan
- PT Nagamas Palmoil Lestari Tanam Mangrove di Sungai Dumai
- Material Longsor Selesai Dibersihkan,
Arus Lalulintas Riau-Sumbar di Desa Merangin Kembali Normal

- Pasca Longsor, Jalan lintas Riau-Sumbar di Kuok Sudah Bisa Dilewati
- Tebing Longsor di Kampar, Jalur Riau- Sumbar Dialihkan Sementara
- Program DMPA PT Arara Abadi,
Keltan Desa Terbangiang Pelalawan Lakukan Panen Raya Cabe Kriting



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.245.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com