Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Mei 2018 14:01
Beroperasi di Bulan Ramadhan, Satpol PP Pekanbaru Bakal Tindak Tegas Tempat Hiburan Bandel

Rabu, 23 Mei 2018 13:56
Kadiskes Pekanbaru : Masyarakat Mesti Pintar Cari Takjil

Rabu, 23 Mei 2018 13:50
Cawagubri Suyatno Blusukan ke Pasar Raya Sungai Apit, Siak

Rabu, 23 Mei 2018 13:15
BNP Riau Tangkap Sican, Kurir Sabu 5 Kilogram dari Jaringan Malaysia

Rabu, 23 Mei 2018 13:12
Korupsi Dana BPMPD Inhil, ASN dan Kobtraktor Divonis 4 Tahun Penjara

Rabu, 23 Mei 2018 13:10
Tersedia 75 Menu Psesial di Dapur Ramadhan Grand Elit Hotel Pekanbaru

Rabu, 23 Mei 2018 13:06
Legislator Dapil Kuansing-Inhu Kecam SMAN Peranap Larang Murid Ujian

Rabu, 23 Mei 2018 13:03
Pjs Bupati Inhil Safari Ramadan ke Kecamatan Sungai Batang dan Reteh

Rabu, 23 Mei 2018 13:00
Selama Ramadhan, Pelayanan di RSUD Duri Tetap Normal

Rabu, 23 Mei 2018 10:58
H Iput, Tokoh Bagan Punak Yakinkan Warga Rohil Dukung LE-Hardianto


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Juli 2017 19:32
Membuat Hujan Buatan,
Tim Karlahut Riau Dapat Bantuan Peaawat Cassa 212


Setelah mendapatkan bantuan 5 heli untuk penanganan karlahut, Tim Karlahut Riau kembali mendaptkan bantuan pesawat Cassa 212 untuk keperluan TMC.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati wilayah Riau masih dipengaruhi oleh sirkulasi MJO (Madden Julian oscilation) yang sedang aktif (suhu muka laut di samudera Hindia barat Sumatera menghangat) membuat wilayah Riau masih dalam kondisi 'basah' namun tim udara satuan tugas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau, mendapat tambahan bantuan berupa pesawat Cassa 212 milik TNI AU. Pesawat itu akan digunakan untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar TMC Tri Handoko Seto Rabu (5/7/17). Menurutnya, pesawat tersebut disiapkan untuk beroperasi 3 bulan ke depan tergantung kondisi cuaca di Riau.
"Untuk keperluan TMC tersebut, kita sudah menyiapkan sebanyak 20 ton NaCl (garam halus) yang akan disebar pada awan-awan potensial di langit Provinsi Riau. Melihat kapasitas pesawat, setidaknya 20 ton garam akan habis disebar selama 10 hari dengan menggunakan pesawat berkapasitas 800 kilogram garam sekali terbang tersebut," terangnya.

Diharapkan, pesawat tersebut akan berada di Riau hingga akhir masa status siaga darurat Karlahut usai pada November mendatang.***(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
herlisa
Halo halo halo semuanya saya mau memberi tau nihhh www b-o-l-a-v-i-t-a com adalah agen terbaik dengan pelayanan nya 24 setiap hari non stop , dan untuk deposit dan withdrawnya paling lama hanya butuh waktu 3 menit saja ? tidak ada kan pelayanan seenak dan secepat ini hanya di sini loh buruann joi

angeltan
Agen Bola Terlengkap Dan TerbaikBonus Dan Promo Menarik Hingga Jutaan RupiahTunggu Apalagi BoskuHanya di www(titik)bolavita(titik)co / www(titik)ayamjago(titik)netBBM : D8C363CA (NEW) / BBM : BOLAVITA


loading...

Berita lainnya..........
- Pagi Ini Hotspot Nihil, Sudah 1.868,96 Hektar Luasan Lahan Terbakar di Riau
- Kerjasama Pihak Ketiga, Dishub Pekanbaru Miliki 100 Separator
- Produksi Sampah di Kota Pekanbaru Lampau 500 Ton Sehari
- BRG Beri Dai 3 Provinsi Pelatihan Restorasi Gambut
- APP dan UNAS Jakarta Teliti Cagar Biosfer GSKBB Bengkalis
- Dinas PUPR Riau Gesa Perbaikan Kerusakan Jalan Provinsi di Inhil
- PLTA Lompatan Harimau Ditolak, Jokowi Pastikan Masyarakat tak DIrugikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com