Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 September 2017 16:48
Rektor UR Gagas Kampung Pelita Medika di Desa Buluh Cina

Ahad, 24 September 2017 16:20
Seorang Bapak di Inhil Diduga Paksa Anaknya Ikut Mencuri Motor

Ahad, 24 September 2017 16:09
Sempena HUT ke-72 PMI,
PT RAPP Raih Penghargaan sebagai Perusahaan Peduli Kemanusiaan dan Donor Darah Terbanyak


Ahad, 24 September 2017 15:04
Bupati Inhil Serahkan Bantuan 10 Unit Kapal Motor Fiber kepada Sejumlah Kelompok Nelayan

Ahad, 24 September 2017 04:56
Aparat Mengamankan 17 Pengunjung Sebuah Tempat Hibiran di Pekanbaru

Ahad, 24 September 2017 04:51
Kebakaran di Selatpanjang Tewaskan Ibu dan Dua Anaknya

Sabtu, 23 September 2017 21:51
Rakerda Golkar di Rohul,
Andi Rachman Bangga Lihat Pasir Pangaraian 'Menguning'


Sabtu, 23 September 2017 21:46
Dua Rumah di Selatpanjang Sedang Terbakar

Sabtu, 23 September 2017 16:20
Pasokan Air Baku PDAM TD Cabang Duri Kembali Normal

Sabtu, 23 September 2017 16:13
Bupati Bengkalis Buka Bluezzuk Championship di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 4 September 2017 21:06
Agustus, Riau Alami Inflasi 0,24 Persen

Agustus, harga cabe merah dan daging ayam menjadi penyebab Riau mengalami inflasi. Inflasi di Riau sebesar 0,24 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Pada Agustus 2017, Riau mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Inflasi di Riau ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada 6 kelompok pengeluaran.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Aden Gultom Senin (4/9/17). Menurutnya, 6 kelompok pengeluaran itu adalah kelompok bahan makanan (0,78 persen), kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga (0,61 persen), kelompok sandang (0,43 persen), kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar (0,13 persen) dan kelompok kesehatan (0,08 persen).

"Sedangkan kekompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami deflasi sebesar 0,61 persen," terangnya.

Komoditas  yang punya andil terjadinya inflasi adalah cabe merah, daging ayam ras, tarief pulsa ponsel, daging sapi, biaya sekolah menengah pertana, rokoj kretek dan lainnya. Sedangkan komoditas yang menahan inflasi adalah angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, buncis, angkutan antar kota, jeruk dan lainnya.*(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Cindy
Mari Gabung Sekarang Dan Mainkan Sabung Ayam Online Bersama Kami Di Agen Profresional & Menangkan Uang Jutaan Hanya di www(titik)bolavita(titik)net Bisa juga hubungi : BBM : D8C363CA wechat : bolavita whatup : 6281377055002 Email : cs@bolavita .com


loading...

Berita lainnya..........
- Anak Main Lilin di Kasur, Rumah Warga Duri Ini Nyaris Ludes Dilalap Api
- Serang Manusia, BKSDA Riau Imbau Warga Tidak Membunuh Buaya
- Berdalil Terganggu Demo di Rohil, CPI Stop Pasukan Air Baku ke PDAM Duri
- Bertarung dengan Beruang, Warga Pelalawan Ini Lolos dari Maut
- Anggota Komisi II Turun ke TKP,
Air Sumur Bor Warga Lalang Kabung Pelalawan Berbau Solar

- Konon Tertinggi di Dunia,
Tim BBKSDA Temukan 2 Bunga Bangkai di Cagar Alam Kampar

- Dihantam Puting Beliung, 7 Rumah di Reteh, Inhil Rusak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.49.217
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com