Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 2 Oktober 2017 18:54
Lolos dari Maut, Dua Warga Kuansing Luka Diterkam Buaya

Dua warga Cerenti, Kuansing lolos dari maut setelah diterkam buaya di Sungai Kuantan. Korban menderita luka robek.

Riauterkini-CERENTI- Yolpi Prayuno (29) dan Candra (40) mengalami peristiwa mengerikan, Ahad (1/10/17) sore. Sekitar pukul 16.00 WIB seekor buaya menerkam keduanya saat mandi di Sungai Kuatan di desanya, Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi (Kuansing). Beruntung nyawa keduanya selamat meski harus menderita luka robek di punggung dan kaki.

Berdasarkan laporan singkat Polres Kuansing ke Bagian Humas Polda Riau, Senin (2/10/17). Penyerangan buaya pada warga Sikakak terjadi dalam waktu hampir bersamaan dengan lokasi tak berjauhan.

Kedua korban telah mendapatkan perawatan. Yolpi yang luka robek di bagian punggung mendapat 6 jahitan. Sementara Candra yang luka robek dikaki mendapat pengobatan medis di UPTD Kesehatan Cerenti.

Untuk menghindari peristiwa serupa, masyarakat setempat untuk sementara dilarang mandi di lokasi serangan buaya. Jika harus ke sungai, disarankan tidak sendirian.***(mad/dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
azabe
Sodiah liek nagori mulai dipenuhi urang-urang munafikun. Beda yang dimuncuang dan yang dilakukan


loading...

Berita lainnya..........
- Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti
- 30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang
- Enam Ruko dan Rumah Permanen di Ujung Batu Ludes Terbakar
- TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri
- Limbah Cemari Sungai,
Pemkab Rohul Tutup Sementara Operasional PKS PT EMA‎ di Kepenuhan

- ‎1.600 Sapi di Riau Mati Karena Jembrana
- Pemerintah Diminta Tegas, Limbah PKS PT EMA di Rohul Diduga Cemari Sungai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.203.224
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com