Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Agustus 2018 08:55
Sholat Idul Adha di Duri, Bupati Bengkalis Ajak Teladani Nabi Ibrahim

Rabu, 22 Agustus 2018 08:51
Pimpin Takbir Idul Adha, Bupati Kuasning Ajak Masyarakat Kian Cinta Agama

Rabu, 22 Agustus 2018 08:48
20 Mobil Hias Semarakkan Takbiran Idhul Adha di Kabupaten Pelalawan

Rabu, 22 Agustus 2018 08:45
Hanya Diikuti 12 Mobil Hias, Pawai Takbir Idul Adha Pemkab Rohul Kurang Metiah

Selasa, 21 Agustus 2018 22:07
12 Mobil Hias Ikut Ramaikan Malam Takbiran Idul Adha 2018 di Pasirpangaraian, Rohul

Selasa, 21 Agustus 2018 21:27
Dilepas Bupati Bengkalis, Ribuan Warga Duri Ikuti Pawai Takbir Idul Adha 1439 Hijriyah

Selasa, 21 Agustus 2018 20:35
YLBHR Minta Kepala Balai Gakkum Seksi II Pekanbaru Dicopot

Selasa, 21 Agustus 2018 20:30
Gubri Sholat Idul Adha Besok di Halaman Kantor Gubernur

Selasa, 21 Agustus 2018 18:59
Rohul Raih 2 Kategori di Parade Tari Nusantara TMII 2018 untuk Provinsi Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 16:33
Pemkab Bertekad Wujudkan Anak Kuansing Jenius


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 8 Oktober 2017 15:02
Warga Desa di Ukui Panen Madu dengan Kearifan Lokal

Memanjat Pohon Sialang setinggi 40-50 meter pada malam hari, merupakan salah satu cara untuk memanen madu hutan dengan kearifan lokal di Desa Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan.

UKUI-Riauterkini - Putihnya rambut tak menyurutkan semangat Saptu (62) untuk mencari madu di hutan. Warga Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ini selama 32 tahun telah menjalani profesi sebagai pencari madu dari Pohon Sialang.

Cara ia memanen madu masih tradisional, yaitu memanjat Pohon Sialang setinggi 40 hingga 50 meter di malam hari. Cara ini sudah diwariskan turun temurun oleh keluarganya sejak dulu, memanen yang ramah lingkungan sehingga keberadaan madu dapat berkelanjutan.

"Kami pakai obor dari kayu jangkang namanya, tujuannya agar tidak merusak induknya, kalau di siang hari, bisa rusak dan induknya pergi," ujar Saptu sembari menunjukkan sebilah kayu yang dipakainya sebagai obor ketika mengambil sarang madu.

Beberapa tahun terakhir kerap terjadi pencurian Madu Sialang pada siang hari. Cara ini tidak mengikuti kearifan lokal sehingga mengancam keberadaan Madu Sialang.

Akibat tindak pencurian itu, lebah dan tawon yang bersarang di pohon Sialang tidak lagi kembali ke tempatnya, dan masyarakat menanggung kerugian karena tidak bisa lagi memanen madu di pohon itu.

Menurut Saptu, mengambil madu tanpa aturan dan prosedur secara adat, jelas merusak keseimbangan yang sudah dijaga sejak lama oleh warga desa.

Hal ini terlihat dari hasil yang mereka dapatkan. Sepuluh tahun lalu, mereka bisa empat kali panen, tetapi sekarang hanya sekali, itupun hasilnya jauh sekali berbeda. Selain itu, volume madu juga berkurang drastis. Sebelum aksi pencurian, Saptu dan kelompoknya dapat memperoleh madu hingga 1 ton saat panen.

"Sekali panen madu yang didapat hanya sekitar 100 kilogram. Belum lagi hasilnya masih harus dibagi dengan anggota kelompok pemanen sebanyak 5 orang," jelas Saptu.

Beruntung, lokasi Pohon Sialang tempat madu bersarang berdekatan dengan wilayah operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Kelompok pemanen madu di Ukui memperoleh bantuan dalam menjaga kelanjutan produksi madu. Mencegah terjadinya pencurian madu, aparat keamanan RAPP rutin melakukan patroli di sejumlah lokasi pohon Sialang penghasil madu. Perusahaan ini turut membantu pemasarannya.

"Alhamdulillah setiap kami panen selalu ada pemesan dari Community Development (CD-red) RAPP jadi kami tidak lagi khawatir mau menjual madunya kemana," katanya.

Manajer CD RAPP, Marzum mengatakan kemitraan ini merupakan komitmen dari perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Mengingat madu merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan merk Madu Foresbi tentu saja mendongkrak nilai jual, apalagi madu ini dipanen diolah serta dikemas secara higienis," ujarnya.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
Rasakan Keseruan Bermain Tembak Ikan di Bolavita, Install Aplikasinya Dan Mainkan di Handphone anda!Info Lebih Lanjut Bisa Hub CS kami :BOLAVITA. ORGJOKER123.netWA : 628-137-705-5002Pin BBm : BOLAVITAinstagram : agensabungayamterima kasih banyak

fifa poker
Permainan Yang Paling Menarik DI INDONESIA FIFAPOKER di add ya bbm nya : 7B3130BF FIFAPOKER DAPATKAN BONUS SETIAP HARI!! di add ya bbm nya : 7B3130BF Minimal Deposit Rp.10.000 Adu Banteng Online pertama di Indonesia!! hanya : id303,com


loading...

Berita lainnya..........
- 148 Titik Api Kepung Sumatera, 36 di Riau
- Api Sudah Padam, Pelaku Karlahut di Bukit Suligi, Rohul Belum Tertangkap
- Kebakaran Lahan Meluas, Wagubri Langsung Telphon Bupati Rohil
- Lokasi Sulit Dijangkau dan Sumber Air Jauh, 20 Hektar Lahan di Bukit Suligi Rohul Terbakar
- Kembali Membara, BPBD Curiga Kebakaran Lahan di Lubuk Gaung Disengaja
- Satelit Terra Aqua Pantau 68 Titik Api di Riau
- 70 Hotspot di Sumatera 50 Diantaranya Ada di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com