Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Januari 2018 08:57
Korban Teman Facebook, Gadis di Pelalawan Diperkosa di Kebun Sawit

Jum’at, 19 Januari 2018 08:09
Jelang Dini Hari, SMPN 4 Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 19 Januari 2018 07:40
Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya

Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

Jum’at, 19 Januari 2018 07:34
Masyarakat Bukit Nenas, Dumai Resahkan Beruang Hutan Berkeliaran

Kamis, 18 Januari 2018 23:24
Senin, Perindo Disidang Bawaslu Riau

Kamis, 18 Januari 2018 23:19
‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018

Kamis, 18 Januari 2018 20:47
Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun

Kamis, 18 Januari 2018 19:37
Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis


Kamis, 18 Januari 2018 19:04
Bupati Ikut Shalat Jenazah dan Pemakaman Tokoh Agama dan Pendidikan di Kecamatan GAS


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 8 Oktober 2017 15:02
Warga Desa di Ukui Panen Madu dengan Kearifan Lokal

Memanjat Pohon Sialang setinggi 40-50 meter pada malam hari, merupakan salah satu cara untuk memanen madu hutan dengan kearifan lokal di Desa Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan.

UKUI-Riauterkini - Putihnya rambut tak menyurutkan semangat Saptu (62) untuk mencari madu di hutan. Warga Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ini selama 32 tahun telah menjalani profesi sebagai pencari madu dari Pohon Sialang.

Cara ia memanen madu masih tradisional, yaitu memanjat Pohon Sialang setinggi 40 hingga 50 meter di malam hari. Cara ini sudah diwariskan turun temurun oleh keluarganya sejak dulu, memanen yang ramah lingkungan sehingga keberadaan madu dapat berkelanjutan.

"Kami pakai obor dari kayu jangkang namanya, tujuannya agar tidak merusak induknya, kalau di siang hari, bisa rusak dan induknya pergi," ujar Saptu sembari menunjukkan sebilah kayu yang dipakainya sebagai obor ketika mengambil sarang madu.

Beberapa tahun terakhir kerap terjadi pencurian Madu Sialang pada siang hari. Cara ini tidak mengikuti kearifan lokal sehingga mengancam keberadaan Madu Sialang.

Akibat tindak pencurian itu, lebah dan tawon yang bersarang di pohon Sialang tidak lagi kembali ke tempatnya, dan masyarakat menanggung kerugian karena tidak bisa lagi memanen madu di pohon itu.

Menurut Saptu, mengambil madu tanpa aturan dan prosedur secara adat, jelas merusak keseimbangan yang sudah dijaga sejak lama oleh warga desa.

Hal ini terlihat dari hasil yang mereka dapatkan. Sepuluh tahun lalu, mereka bisa empat kali panen, tetapi sekarang hanya sekali, itupun hasilnya jauh sekali berbeda. Selain itu, volume madu juga berkurang drastis. Sebelum aksi pencurian, Saptu dan kelompoknya dapat memperoleh madu hingga 1 ton saat panen.

"Sekali panen madu yang didapat hanya sekitar 100 kilogram. Belum lagi hasilnya masih harus dibagi dengan anggota kelompok pemanen sebanyak 5 orang," jelas Saptu.

Beruntung, lokasi Pohon Sialang tempat madu bersarang berdekatan dengan wilayah operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Kelompok pemanen madu di Ukui memperoleh bantuan dalam menjaga kelanjutan produksi madu. Mencegah terjadinya pencurian madu, aparat keamanan RAPP rutin melakukan patroli di sejumlah lokasi pohon Sialang penghasil madu. Perusahaan ini turut membantu pemasarannya.

"Alhamdulillah setiap kami panen selalu ada pemesan dari Community Development (CD-red) RAPP jadi kami tidak lagi khawatir mau menjual madunya kemana," katanya.

Manajer CD RAPP, Marzum mengatakan kemitraan ini merupakan komitmen dari perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Mengingat madu merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan merk Madu Foresbi tentu saja mendongkrak nilai jual, apalagi madu ini dipanen diolah serta dikemas secara higienis," ujarnya.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
Rasakan Keseruan Bermain Tembak Ikan di Bolavita, Install Aplikasinya Dan Mainkan di Handphone anda!Info Lebih Lanjut Bisa Hub CS kami :BOLAVITA. ORGJOKER123.netWA : 628-137-705-5002Pin BBm : BOLAVITAinstagram : agensabungayamterima kasih banyak

fifa poker
Permainan Yang Paling Menarik DI INDONESIA FIFAPOKER di add ya bbm nya : 7B3130BF FIFAPOKER DAPATKAN BONUS SETIAP HARI!! di add ya bbm nya : 7B3130BF Minimal Deposit Rp.10.000 Adu Banteng Online pertama di Indonesia!! hanya : id303,com


loading...

Berita lainnya..........
- Masyarakat Bukit Nenas, Dumai Resahkan Beruang Hutan Berkeliaran
- Dipasang Setrum, Pagar Pembatas Jalan Soedirman Duri Banyak Makan Korban
- Tim BBKSDA Riau Temukan Jejak Harimau di Pelangiran
- Konflik Satwa-Manusia,
BBKSDA Riau Pasang Kerangkeng Jebak Harimau

- Tiga Pingsan,
Karyawati PT THIP Kembali Melihat Penampakan Harimau Saat Bekerja di Kebun

- Angkut Tumpukan Sampah, DLHK Pekanbaru Sewa 13 Dump Truck
- Agar Tumpukan Sampah tak Kian Horor, Warga Dihimbau Perhatikan Jadwal Buang Sampah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.82.29.141
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com