Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Juli 2018 06:59
Demo Berujung Anarkhis, Giliran Kakansatpol PP Kampar Dilaporkan ke Polisi

Jum’at, 20 Juli 2018 06:55
Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah

Kamis, 19 Juli 2018 21:20
Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun

Kamis, 19 Juli 2018 21:15
Memasuki Musim Haji, Telkomsel Hadirkan Layanan Komunikasi Paket Haji 3 in 1

Kamis, 19 Juli 2018 21:13
Launching Program Indonesia Berqurban, ACT Targetkan 65 Ribu Hewan Qurban Disalurkan

Kamis, 19 Juli 2018 19:42
Jumlah Hotspot di Riau Mulai Berkurang

Kamis, 19 Juli 2018 19:08
Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

Kamis, 19 Juli 2018 18:36
Maksimalkan Padamkan Karhutla, BNPB Kirim Heli MI-171 ke Riau

Kamis, 19 Juli 2018 18:32
Ikuti Pekan Pameran LHK 2018, PT RAPP Bertekad Dirikan Bank Sampah

Kamis, 19 Juli 2018 18:28
Bupati Inhil Hadiri Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Oktober 2017 19:51
Dinilai Rusak Lingkungan,
13 Unit Usaha Batu Bata di Papal, Bengkalis Akan Ditutup


Dinilai turut andil menyebabkan terjadinya abrasi, 13 usaha pembuatan batu bata di Desa Teluk Papal, Bengkalis akan ditutup. Deadline-nya awal 2018 mendatang.

Riauterkini-BENGKALIS- Dipicu sebagai penyebab meluasnya kerusakan lingkungan atau abrasi pantai, sebanyak 13 unit usaha pembuat batu bata yang berada persis di bibir pantai Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis diwacanakan akan ditutup oleh pemerintah setempat.

Kepala Desa Teluk Papal Lakuning Ratno kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa sudah ada rencana akan dilakukan penutupan lokasi belasan pabrik batu bata yang ada di bibir pantai tersebut. Pihaknya bersama sejumlah pemilik dan masyarakat serta pihak kecamatan sudah menggelar pertemuan pada Sabtu (7/10/17) lalu.

Menurut Lakuning Ratno, Camat Bantan Syamsul Bahri memimpin langsung pertemuan bersama tersebut telah menegaskan, meminta seluruh pabrik batu bata yang beroperasi di bibir pantai Teluk Papal, baik dengan cara manual ataupun dengan alat berat wajib mulai menghentikan kegiatannya pada awal tahun 2018 mendatang.

"Penutupan pabrik itu disampaikan oleh pihak kecamatan dalam pertemuan namun memang belum ada surat resminya. Alasannya, adalah dampak kerusakan lingkungan yakni memperparah abrasi karena seluruh pabrik berada persis di bibir pantai," ungkap Lakuning Ratno ketika ditemui di Kantor Desa Papal, Senin (9/10/17).

Terkait rencana penutupan belasan unit usaha batu bata ini, Lakuning Ratno juga mengatakan sejumlah pemilik usaha batu bata juga berharap kegiatan usahanya tidak dihentikan.

"Para pemilik usaha batu bata juga meminta jangan diberhentikan, dengan alasan menyangkut ekonomi atau mata pencaharian. Tetapi pihak desa sudah mendudukan perkara ini dan mencari solusi yang terbaik, bagaimana baiknya supaya kedua belah pihak bisa terima," kata dia lagi.

"Memang yang menggali dengan alat berat, sudah berhenti total. Dan kami dari pihak desa mencari jalan tengah supaya tidak ada kekusutan,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu pemilik usaha batu bata Sriyati mengaku kaget jika usaha dan penopang ekonomi keluarganya sejak sekitar 17 tahun lalu ini harus dihentikan beroperasi. Dirinya mendesak jika pemerintah memaksa berhenti beroperasi, harus ada solusi bagaimana mengganti rugi bedeng yang baru diperbaiki dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya sudah menyampaikan aparat desa, penghasilan hanya dari usaha batu bata ini. Jika memang akan ditutup harus bekerja apa, kebun getah kami juga tak punya. Hanya punya rumah dan tanah tiga jembo ini saja," ungkapnya ketika ditemui wartawan di kediamannya.

Bunangin, juga salah satu pemilik usaha batu bata lainnya mengatakan, adanya rencana menutup habis pabrik batu bata ini dikhawatirkan akan memicu ‘perang’ warga.

Menurutnya, Camat Bantan harus segera mencarikan solusi atau jalan keluar agar tidak merugikan pemilik usaha batu bata di atas lahan milik mereka di daerah ini. “Kami punya bedeng buat batu ini bekerja secara manual. Bagi saya diambil jalan tengah, dan yang manual agar diteruskan, soalnya kami mencari makan dengan usaha itu," katanya.

Apa yang diputuskan oleh Camat Bantan saat ini agar menutup usaha seluruhnya, menurutnya bukan solusi. “Apa yang disampaikan Camat itu menurut saya bukan jalan tengah. Apalagi menyebutkan siapa tetap bekerja akan melanggar hukum,” katanya lagi.***(dik)

Foto : Belasan pabrik batu bata di Pesisir Pantai Teluk Papal akan ditutup karena disinyalir memicu memperparah rusak lingkungan dan kondisi abrasi di daerah tersebut.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah
- Jumlah Hotspot di Riau Mulai Berkurang
- Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa
- Maksimalkan Padamkan Karhutla, BNPB Kirim Heli MI-171 ke Riau
- Dilanda Karlahit, Ulo Kasok Tetap Dibuka untuk Wisata
- Lahan di Sekitar Obyek Wisata Ulok Kasok Kampar Terbakar
- PT RAPP Ikuti Pekan LHK 2018 di JCC


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com