Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Januari 2018 17:35
Bupati Siak Resmikan Gedung LAM Riau Kecamatan Mempura

Rabu, 17 Januari 2018 17:22
Siap Sukseskan Pilgubri,
72 Anggota PPK se-Pekanbaru Resmi Dilantik


Rabu, 17 Januari 2018 16:48
Gubernur Riau Wajibkan Semua Perusahaan Terapkan K3

Rabu, 17 Januari 2018 16:44
Satu Diantaranya PNS Kesehatan Mandau,
Polres Dumai Tangkap Terduga Empat Anggota Jaringan Narkoba Asal Bengkalis


Rabu, 17 Januari 2018 16:40
BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Pelabuhan Pelindo

Rabu, 17 Januari 2018 16:37
Hulubalang LAMR Rohul Susun Kepengurusan Baru dan Segera Audensi

Rabu, 17 Januari 2018 16:33
Maju Pilgubri, Hardianto Siapkan Surat Pengunduran Diri dari Dewan

Rabu, 17 Januari 2018 15:04
Berbagai Promo Spesial Hadir di Perumahan Permata Ratu

Rabu, 17 Januari 2018 15:02
Maju di Pilgubri, Surat Cuti Firdaus sebagai Wako Pekanbaru sedang Diproses

Rabu, 17 Januari 2018 14:59
Jelang Pilgubri, Komisi I DPRD Riau Minta ASN Jaga Netralitas di Pilgubri


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Oktober 2017 19:51
Dinilai Rusak Lingkungan,
13 Unit Usaha Batu Bata di Papal, Bengkalis Akan Ditutup


Dinilai turut andil menyebabkan terjadinya abrasi, 13 usaha pembuatan batu bata di Desa Teluk Papal, Bengkalis akan ditutup. Deadline-nya awal 2018 mendatang.

Riauterkini-BENGKALIS- Dipicu sebagai penyebab meluasnya kerusakan lingkungan atau abrasi pantai, sebanyak 13 unit usaha pembuat batu bata yang berada persis di bibir pantai Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis diwacanakan akan ditutup oleh pemerintah setempat.

Kepala Desa Teluk Papal Lakuning Ratno kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa sudah ada rencana akan dilakukan penutupan lokasi belasan pabrik batu bata yang ada di bibir pantai tersebut. Pihaknya bersama sejumlah pemilik dan masyarakat serta pihak kecamatan sudah menggelar pertemuan pada Sabtu (7/10/17) lalu.

Menurut Lakuning Ratno, Camat Bantan Syamsul Bahri memimpin langsung pertemuan bersama tersebut telah menegaskan, meminta seluruh pabrik batu bata yang beroperasi di bibir pantai Teluk Papal, baik dengan cara manual ataupun dengan alat berat wajib mulai menghentikan kegiatannya pada awal tahun 2018 mendatang.

"Penutupan pabrik itu disampaikan oleh pihak kecamatan dalam pertemuan namun memang belum ada surat resminya. Alasannya, adalah dampak kerusakan lingkungan yakni memperparah abrasi karena seluruh pabrik berada persis di bibir pantai," ungkap Lakuning Ratno ketika ditemui di Kantor Desa Papal, Senin (9/10/17).

Terkait rencana penutupan belasan unit usaha batu bata ini, Lakuning Ratno juga mengatakan sejumlah pemilik usaha batu bata juga berharap kegiatan usahanya tidak dihentikan.

"Para pemilik usaha batu bata juga meminta jangan diberhentikan, dengan alasan menyangkut ekonomi atau mata pencaharian. Tetapi pihak desa sudah mendudukan perkara ini dan mencari solusi yang terbaik, bagaimana baiknya supaya kedua belah pihak bisa terima," kata dia lagi.

"Memang yang menggali dengan alat berat, sudah berhenti total. Dan kami dari pihak desa mencari jalan tengah supaya tidak ada kekusutan,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu pemilik usaha batu bata Sriyati mengaku kaget jika usaha dan penopang ekonomi keluarganya sejak sekitar 17 tahun lalu ini harus dihentikan beroperasi. Dirinya mendesak jika pemerintah memaksa berhenti beroperasi, harus ada solusi bagaimana mengganti rugi bedeng yang baru diperbaiki dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya sudah menyampaikan aparat desa, penghasilan hanya dari usaha batu bata ini. Jika memang akan ditutup harus bekerja apa, kebun getah kami juga tak punya. Hanya punya rumah dan tanah tiga jembo ini saja," ungkapnya ketika ditemui wartawan di kediamannya.

Bunangin, juga salah satu pemilik usaha batu bata lainnya mengatakan, adanya rencana menutup habis pabrik batu bata ini dikhawatirkan akan memicu ‘perang’ warga.

Menurutnya, Camat Bantan harus segera mencarikan solusi atau jalan keluar agar tidak merugikan pemilik usaha batu bata di atas lahan milik mereka di daerah ini. “Kami punya bedeng buat batu ini bekerja secara manual. Bagi saya diambil jalan tengah, dan yang manual agar diteruskan, soalnya kami mencari makan dengan usaha itu," katanya.

Apa yang diputuskan oleh Camat Bantan saat ini agar menutup usaha seluruhnya, menurutnya bukan solusi. “Apa yang disampaikan Camat itu menurut saya bukan jalan tengah. Apalagi menyebutkan siapa tetap bekerja akan melanggar hukum,” katanya lagi.***(dik)

Foto : Belasan pabrik batu bata di Pesisir Pantai Teluk Papal akan ditutup karena disinyalir memicu memperparah rusak lingkungan dan kondisi abrasi di daerah tersebut.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Dipasang Setrum, Pagar Pembatas Jalan Soedirman Duri Banyak Makan Korban
- Tim BBKSDA Riau Temukan Jejak Harimau di Pelangiran
- Konflik Satwa-Manusia,
BBKSDA Riau Pasang Kerangkeng Jebak Harimau

- Tiga Pingsan,
Karyawati PT THIP Kembali Melihat Penampakan Harimau Saat Bekerja di Kebun

- Angkut Tumpukan Sampah, DLHK Pekanbaru Sewa 13 Dump Truck
- Agar Tumpukan Sampah tak Kian Horor, Warga Dihimbau Perhatikan Jadwal Buang Sampah
- Waspada, Pekanbaru Endemis Kasus DBD


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.242.175.98
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com