Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 9 Oktober 2017 19:51
Dinilai Rusak Lingkungan,
13 Unit Usaha Batu Bata di Papal, Bengkalis Akan Ditutup


Dinilai turut andil menyebabkan terjadinya abrasi, 13 usaha pembuatan batu bata di Desa Teluk Papal, Bengkalis akan ditutup. Deadline-nya awal 2018 mendatang.

Riauterkini-BENGKALIS- Dipicu sebagai penyebab meluasnya kerusakan lingkungan atau abrasi pantai, sebanyak 13 unit usaha pembuat batu bata yang berada persis di bibir pantai Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis diwacanakan akan ditutup oleh pemerintah setempat.

Kepala Desa Teluk Papal Lakuning Ratno kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa sudah ada rencana akan dilakukan penutupan lokasi belasan pabrik batu bata yang ada di bibir pantai tersebut. Pihaknya bersama sejumlah pemilik dan masyarakat serta pihak kecamatan sudah menggelar pertemuan pada Sabtu (7/10/17) lalu.

Menurut Lakuning Ratno, Camat Bantan Syamsul Bahri memimpin langsung pertemuan bersama tersebut telah menegaskan, meminta seluruh pabrik batu bata yang beroperasi di bibir pantai Teluk Papal, baik dengan cara manual ataupun dengan alat berat wajib mulai menghentikan kegiatannya pada awal tahun 2018 mendatang.

"Penutupan pabrik itu disampaikan oleh pihak kecamatan dalam pertemuan namun memang belum ada surat resminya. Alasannya, adalah dampak kerusakan lingkungan yakni memperparah abrasi karena seluruh pabrik berada persis di bibir pantai," ungkap Lakuning Ratno ketika ditemui di Kantor Desa Papal, Senin (9/10/17).

Terkait rencana penutupan belasan unit usaha batu bata ini, Lakuning Ratno juga mengatakan sejumlah pemilik usaha batu bata juga berharap kegiatan usahanya tidak dihentikan.

"Para pemilik usaha batu bata juga meminta jangan diberhentikan, dengan alasan menyangkut ekonomi atau mata pencaharian. Tetapi pihak desa sudah mendudukan perkara ini dan mencari solusi yang terbaik, bagaimana baiknya supaya kedua belah pihak bisa terima," kata dia lagi.

"Memang yang menggali dengan alat berat, sudah berhenti total. Dan kami dari pihak desa mencari jalan tengah supaya tidak ada kekusutan,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu pemilik usaha batu bata Sriyati mengaku kaget jika usaha dan penopang ekonomi keluarganya sejak sekitar 17 tahun lalu ini harus dihentikan beroperasi. Dirinya mendesak jika pemerintah memaksa berhenti beroperasi, harus ada solusi bagaimana mengganti rugi bedeng yang baru diperbaiki dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya sudah menyampaikan aparat desa, penghasilan hanya dari usaha batu bata ini. Jika memang akan ditutup harus bekerja apa, kebun getah kami juga tak punya. Hanya punya rumah dan tanah tiga jembo ini saja," ungkapnya ketika ditemui wartawan di kediamannya.

Bunangin, juga salah satu pemilik usaha batu bata lainnya mengatakan, adanya rencana menutup habis pabrik batu bata ini dikhawatirkan akan memicu ‘perang’ warga.

Menurutnya, Camat Bantan harus segera mencarikan solusi atau jalan keluar agar tidak merugikan pemilik usaha batu bata di atas lahan milik mereka di daerah ini. “Kami punya bedeng buat batu ini bekerja secara manual. Bagi saya diambil jalan tengah, dan yang manual agar diteruskan, soalnya kami mencari makan dengan usaha itu," katanya.

Apa yang diputuskan oleh Camat Bantan saat ini agar menutup usaha seluruhnya, menurutnya bukan solusi. “Apa yang disampaikan Camat itu menurut saya bukan jalan tengah. Apalagi menyebutkan siapa tetap bekerja akan melanggar hukum,” katanya lagi.***(dik)

Foto : Belasan pabrik batu bata di Pesisir Pantai Teluk Papal akan ditutup karena disinyalir memicu memperparah rusak lingkungan dan kondisi abrasi di daerah tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti
- 30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang
- Enam Ruko dan Rumah Permanen di Ujung Batu Ludes Terbakar
- TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri
- Limbah Cemari Sungai,
Pemkab Rohul Tutup Sementara Operasional PKS PT EMA‎ di Kepenuhan

- ‎1.600 Sapi di Riau Mati Karena Jembrana
- Pemerintah Diminta Tegas, Limbah PKS PT EMA di Rohul Diduga Cemari Sungai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.150.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com