Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Oktober 2018 22:18
Mahasiswa Kuansing Juara Bulutangkis di Padang

Ahad, 21 Oktober 2018 19:58
Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Ahad, 21 Oktober 2018 19:11
Todongkan Senpi, Perampok di Kuansing Gasak Uang Ratusan Juta dan Perhiasan

Ahad, 21 Oktober 2018 19:06
Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai

Ahad, 21 Oktober 2018 16:40
Pemprov Riau dan Tim Transisi Kembali Bertemu Bahas Usulan Program Gubri Terpilih

Ahad, 21 Oktober 2018 15:54
Rebutkan Hadiah Mobil,
Seribuan Peserta Ikuti Lomba Memancing HUT TNI di Bengkalis


Ahad, 21 Oktober 2018 14:54
Trail Runners Pekanbaru Iringi Event Sepeda Nusantara Etape Pekanbaru

Ahad, 21 Oktober 2018 14:47
Dikepung Macet, Pagi Ini Antrean di Duri Capai 20 Kilometer

Ahad, 21 Oktober 2018 14:41
Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Suami,
IRT di Rohul Ditemukan Tergantung di Perumahan‎ PT RAKA Desa Pauh


Ahad, 21 Oktober 2018 14:30
Bawaslu Gelar Sosialisasi AP-HPA di Area CFD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Nopember 2017 19:05
Sensasi Wisata Alam 'Negeri di Atas Awan' Puncak Bukit Suligi, Rohul

'Negeri di Atas Awan' bukan di khayangan seperti dongeng, tapi nyata dan bisa dikunjungi. Tempatnya di puncak Bukit Suligi, Rokan Hulu. Ayo, nikmati sensasi eksotisnya!

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ternyata punya objek wisata 'Negeri di Atas Awan', seperti halnya objek wisata Buntu Liarra‎ di Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.

'Negeri di Atas Awan' tersebut ada di puncak Bukit Suligi yang berlokasi Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau.‎ Fenomena awan seperti mengambang tersebut hanya bisa dinikmati terbatas, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB, sehingga pengunjung harus bermalam di puncak Bukit Suligi.

Untuk mencapai puncak Bukit Suligi pengunjung harus berjalan dan mendaki. Jangan khawatir, ada relawan dari Komunitas Care Taker Desa Aliantan yang akan membantu dan memandu pengunjung untuk mendaki puncak Bukit Suligi yang indah, berada di ketinggian sekira 812 meter di atas permukaan laut atau mdpl.

Kepala Desa Aliantan M. Rois Zakaria SE‎ mengatakan untuk sampai ke puncak Bukit Suligi, dan merasakan seperti berada di 'Negeri di Atas Awan', pengunjung harus jalan kaki dari Dusun II Desa Aliantan sekira 21 kilometer.

Pengunjung sengaja diajak berjalan kaki dari Simpang Koto Kampar Aliantan atau Simpang Kokar‎. Dari 21 km jalur yang akan dilewati, pengunjung akan disajikan objek wisata menarik, seperti Goa Garuda, Air Terjun Sikubin, Air Terjun Dayang, dan kawasan Bukit Suligi.

Rois mengaku sejak puncak Bukit Suligi dikenal seperti 'Negeri di Atas Awan' satu tahun terakhir, pengunjung yang sudah mendaki ke puncaknya sekira‎ 2.700 orang.‎ Untuk sampai ke puncaknya, bisa memakan waktu 2 jam saat pengunjung ramai, namun saat pengunjung sepi, hanya membutuhkan waktu sekira 1 jam.

‎"Ada trek yang bisa dilalui dengan berjalan kaki, dan ada trek yang harus mendaki," jelas Rois ditanya berapa meter trek mendaki yang akan dijalani pengunjung.

Setiap pengunjung‎ akan dikenakan biaya Rp 35 ribu, sudah termasuk biaya parkir kendaraan, snack dan minuman, serta nasi bungkus. Bagi pengunjung yang tertarik bisa menghubungi Care Taker Aliantan jauh hari sebelum mendaki di contact person: 085274375656.

Untuk memajukan objek wisata alam puncak Bukit Suligi ini, diakui Rois, Care Taker Aliantan yang terbentuk 2016 lalu ini bekerjasama dengan komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Rohul, dan MTMA Riau, serta komunitas pecinta alam lainnya.‎

"Selama ini belum ada bantuan dari pemerintah hanya dari kantong sendiri. Mudah-mudahan ke depannya Insya Allah ada bantuan," harap Rois, dan mengaku sudah mengajukan bantuan ke Pemprov Riau dan Pemkab Rohul melalui dinas terkait sebelumnya.

‎Rois mengaku bantuan sangat diperlukan untuk membeli tali khusus yang dipakai untuk mendaki puncak Bukit Suligi, termasuk perkemahan dan peralatan masak yang diperlukan.

"Sebab pengunjung akan menikmati sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari terbenam), jadi satu malam harus menginap di puncak Bukit Suligi," ungkap Rois.‎

Care Taker Aliantan juga membatasi pengunjung. Mereka hanya bisa melayani 50 pengunjung setiap pekannya, sebab kapasitas di puncak Bukit Suligi hanya bisa untuk menampung 50 orang.‎

"Jadi kalau lebih dari 50 orang dicancel atau dialihkan di pekan berikutnya. Karena daya tampung di puncak itu hanya untuk 50 orang," terangnya.‎

Rois juga mengingatkan ke pengunjung agar tidak membawa Narkoba atau minuman keras selama naik ke puncak Bukit Suligi. Sebab, sebelum mendaki, Care Taker Aliantan akan memeriksa bawaan setiap pengunjung.‎ Sebelum mendaki, pengunjung juga harus mengikuti ritual doa bersama untuk keselamatan.

"Jadi tidak sembarangan mendaki ke puncak Bukit Suligi," pesan M. Rois Zakaria.‎

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si mengatakan puncak Bukit Suligi seperti 'Negeri di Atas Awan', sebab ketinggiannya mencapai 812 mdpl, dan merupakan puncak tertinggi di wilayah Riau.‎

Yusmar mengaku memang Disparbud Rohul akan mengembangkan objek wisata yang ada di kawasan Bukit Suligi berlokasi di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, dan akan bermitra dengan Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

‎Objek wisata puncak Bukit Suligi, menurut Yusmar, merupakan objek wisata tidak khusus, sebab jalurnya yang mendaki hanya disukai bagi para petualang atau para pecinta alam.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api
- Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor
- Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP
- Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis
- Buaya Muncul di Sungai Siak, Warga Sekitar Diimbau Tak Berenang
- Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu
- Usulan Aspal Jalan Akses Dua Sekokah di Bhatin Solapan Seolah Diabaikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com