Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Juli 2018 18:21
Targetkan 8 Kursi, Mantan Wabup Rohul Daftarkan 45 Bacaleg PKB ke KPU

Selasa, 17 Juli 2018 18:16
Jadi Lintasan Api Obor Asian Games 2018, Polda Riau Optimalkan Pengamanan

Selasa, 17 Juli 2018 17:22
PN Rengat Gelar Sidang Perdana Money Politik Pilgubri 2018

Selasa, 17 Juli 2018 17:14
‎Target Menangi Pemilu 2019,
DPD PAN Rohul Daftarkan 45 Bacaleg ke KPU


Selasa, 17 Juli 2018 17:08
Razia Tempat Pijit, Satpol PP Pekanbaru Tahan Tiga Wanita

Selasa, 17 Juli 2018 17:04
Syamsuar Minta LAM Riau Tak Segan Menegur Terhadap Hal yang Ganjil

Selasa, 17 Juli 2018 16:59
PKB Menjadi Partai ke-8 Daftarkan Berkas Bacaleg ke KPU Pelalawan

Selasa, 17 Juli 2018 16:54
‎Dewan Juri Diminta Profesional,
Disparbud Gelar Pemilihan Bujang Dara Rohul 2018


Selasa, 17 Juli 2018 16:22
Terparah di Meranti dan Bengkalis,
Luasan Karhutla di Riau Capai 2.006,91 Hektar


Selasa, 17 Juli 2018 16:20
Hingga Pukul 14.00 WB,  Sudah 5 Partai Daftarkan Bacalegnya ke KPU Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Nopember 2017 19:52
Cegah Kebakaran Lahan,
BRG Bangun 15 Ribu Sekat Kanal di Riau


Untuk mengantisipasi bencana kabut asap, Badan Restorasi Gambut membangun 15 ribu sekat kanal di Indonesia. Di Riau, lembaga ini fokus di kawasan gambut Giam Siak.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead mengatakan bahwa tahun 2016 lalu, Badan Restoeasi Gambut (BRG) sudah membangun 15 ribuan sekat kanal. Tujuannya adalah mempertahqnkqn air di kawasan gambut agar tidak kering dan mudah terbakar.

Terkait hal itu, BRG menggelar workshop tentang tata kelola air di kawasan gambut Giam Siak sebagai upaya antisipasi bencana kabut asap di Riau Senin (13/11/17). Karena, menurut data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, pada 2015 lalu, Bengkalis adalah penyumbang ttik api sekaligus asap terbanyak di Riau.

"Kita beruntung, tahun 2016-2017 Riau bisa dikatakan bebas asap. Selain kinerja tim penanggulangan karlahut yang sangat baik, juga keramahan alam yang memberikan curah hujan yang cukup sepanjang tahun," terang Haris Gunawan dari Badan Restorasi Gambut.

Menurutnya, keunikan permasalahan tata kelola gambut di Giam Siak adalah, perlakuan sekat kanal oleh perusahaan yang membuat kawasan gambut di lahan masyarakat menjadi tidak terairi dengan baik. Kawasan gambut di lahan masyarakat cenderung kering dan rawan terbakar di musim kering.

"Untuk itu perlu adanya koordinasi antara pemerintah desa dan satker terkait untuk meminta pihak perusahaan untuk berbagi air dengan kawasan gambut lahan masyarakat," terang Haris.

Dengan perlakuan sekat kanal oleh perusahaan, tambah Haris, jika musim kemarau, kawasan gambut perusahaan relatif basah. Sementara, kawasan gambut di lahan warga jusrru kering dan rawan terbakar. Sebaliknya, jika musim hujan, pembukaan sekat kawasan gambut perusahaan membuat kawasan gambut lahan warga terendam banjir.

"Di titik titik tertentu, kita sudah membangun sekat sekat kanal agar ketersediaan air di musim kemarau mencukupi. Tahun 2017-2018 ini, sesuai intruksi Presiden, kita akan kembali membangun sekat sekat kanal," terang Haris Gunawan.

Disingggung mengenai restorasi gambut yang sudah dilakukan BRG, Haris Gunawan mengatakan bahwa dari 900 ribu hektar kawasan gambut di Riau yang harus di restorasi, sudah lebih 200 ribu hektar yang sudah dilakukan restorasi oleh BRG.

"Namun ini kerja bersama. Bukan hanya kerja Badan Restorasi Gambut (BRG) saja. Untuk itu kita mengajak seluruh stakeholder bersama sama melakukan restorasi gambut di Riau dan Indonesia pada umumnya untuk meminimalisasi terjadinya bencana kabu asap," kata Haris.*(H-we) 

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Terparah di Meranti dan Bengkalis,
Luasan Karhutla di Riau Capai 2.006,91 Hektar

- Pagi Ini 29 Hotspot Terpantau di Riau
- BKSDA Pasang Kamera Trap Cari Keberadaan Harimau di Kampar
- Riau Turunkan Tiga Helikopter Padamkan Karhutla
- Sampah Menggunung, Warga Jalan Cendana Marpoyan Damai Ini Resah
- Di Dua Lokasi Berbeda, Terjadi Karlahut 23 Hektar di Pelalawan
- PKL Pasar Arengka Digusur, tapi Parkir Dibiarkan di Badan Jalan dan Bikin Macet


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com