Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 Mei 2018 15:20
Tim ESDM Riau Kaji Eksplorasi Pertambangan Pasir Rakyat di Pulau Rupat

Jum’at, 25 Mei 2018 15:16
BAZNas Rohul Banyak Salurkan Bantuan Selama Bulan Suci Ramadhan

Jum’at, 25 Mei 2018 15:04
Kamis Depan, Perkara Korupsi Proyek RTH Jilid II Disidangkan

Jum’at, 25 Mei 2018 14:33
Penurunan Harga Pertalite Masih Harmonisasi di DPRD Riau

Jum’at, 25 Mei 2018 14:31
Tertinggi di Riau, Ini Ungkapan Bangga Firdaus untuk Para Pelajar SMP/MTs di Pekanbaru

Jum’at, 25 Mei 2018 14:00
Dekranasda Kampar Ingin Kembangkan Batik Riau

Jum’at, 25 Mei 2018 13:54
Serentak di 12 Kota Sumatera, Telkomsel Taja Sahur Bareng Dhuafa

Jum’at, 25 Mei 2018 13:52
85 Persen Penduduk Pekanbaru Sudah Miliki Akte Kelahiran

Jum’at, 25 Mei 2018 13:48
RT, RW dan Kader Posyandu di Bengkalis Terima Honor

Jum’at, 25 Mei 2018 13:35
Jelang Perpanjangan Status, Satgas Karhutla Riau Gelar Rapat Evaluasi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 8 Pebruari 2018 13:00
RAPP dan Disdik Riau Bersinergi Cegah Karhutla Sejak Dini

Kesadaran akan bahaya kebakaran lahan dan hutan terus ditularkan, termasuk kepada peserta didik dasar. Untuk itu, RAPP terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukannya.

Riauterkini-PEKANBARU- Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di masyarakat dapat dilakukan dengan banyak cara. Satu diantaranya adalah mengubah pola pikir masyarakat semenjak dini.

Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, Drs Joyosman MM mengatakan diperlukan sosialisasi terus menerus untuk mengubah pola pikir siswa didik terkait pencegahan karhutla. Melalui cara itu, pencegahan dan bahaya kebakaran dapat tertanam di pikiran siswa hingga dewasa nanti.

"Kami dari Dinas Pendidikan menyambut baik program* Fire Aware Community (FAC-red) Goes to School* RAPP ke sekolah-sekolah di Riau. Saat ini sekolah memiliki program penguatan pendidikan karakter. Lewat program ini, pengetahuan pencegahan karhutla bisa disampaikan kepada siswa. Karena, itu yang dibutuhkan di masyarakat," ujarnya, Rabu (7/2) di Pekanbaru.

Ia menambahkan program* FAC Goes to School* sendiri menarik karena penyampaian materi didukung komik bergambar. Hal tersebut menambah ketertarikan siswa didik untuk mencegah terjadi karhutla.

"FAC ini juga bersinergi dengan program pemerintah, yakni Adiwiyata. Sekolah dapat menciptakan lingkungan sehat, rindang, bersih, nyaman dan terhindar dari asap," tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan, Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing Riau, Misra Wati mengatakan program* FAC Goes to School* ini sangat bagus. Sebab, hal ini menyangkut dengan lingkungan sekolah dan desa.

"Anak didik bisa mengetahui bahaya mengenai karhutla sehingga mereka tidak sembarangan bermain api. RAPP sendiri telah lama peduli dengan lingkungan, bahkan membantu masyarakat memberikan pemahaman mengenai karhutla," tuturnya.

*Free Fire Village Program (FFVP) Manager*, Sailal Arimi memaparkan pencegahan kebakaran hutan harus dimulai sejak dini. Hal ini dilakukan agar di masa depan tidak akan terjadi karhutla di Indonesia. Sosialisasi ini sendiri bertujuan untuk mengajarkan siswa didik untuk mencintai lingkungan dan mengajak orang tua mereka untuk membuka lahan tanpa bakar.

"FAC sendiri merupakan program dari FFVP. Kami menyasar ke siswa agar mereka paham apa itu karhutla dan dampaknya. Tahun 2018 sendiri sekitar 200 sekolah yang kami kunjungi untuk mensosialisasikan mengenai karhutla dengan harapan pola pikir mereka berubah," papar Sailal didampingi* Stakeholder Relations* (SHR) RAPP, Roni Hasfikar.

Hal senada disampaikan* General Manager Stakeholder Relations* (SHR) RAPP, Wan Mohd Jakh Anza mengatakan perusahaan berkomitmen dalam mengatasi karhutla di Riau. Termasuk dalam upaya pencegahan. Di antaranya melalui kegiatan sosialisasi karlahut berkelanjutan di masyarakat. *** (rls)

Keterangan Foto:

Wakil Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan, Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing Riau, Misra Wati , Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Riau Drs Joyosman MM, SHR RAPP Roni Hasfikar dan Manager Program FFVP Sailal Arimi membaca komik FAC yang akan disalurkan kepada siswa didik di Riau.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- BBPOM Pekanbaru Uji Puluhan Produk Makanan di Bengkalis
- Pagi Ini Hotspot Nihil, Sudah 1.868,96 Hektar Luasan Lahan Terbakar di Riau
- Kerjasama Pihak Ketiga, Dishub Pekanbaru Miliki 100 Separator
- Produksi Sampah di Kota Pekanbaru Lampau 500 Ton Sehari
- BRG Beri Dai 3 Provinsi Pelatihan Restorasi Gambut
- APP dan UNAS Jakarta Teliti Cagar Biosfer GSKBB Bengkalis
- Dinas PUPR Riau Gesa Perbaikan Kerusakan Jalan Provinsi di Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com