Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Oktober 2019 07:16
Tunggangi Trail, Bupati Kuansing Pimpin Parade Kebangsaan dan Merah Putih

Ahad, 20 Oktober 2019 18:00
DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020

Ahad, 20 Oktober 2019 17:15
Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil

Ahad, 20 Oktober 2019 17:12
Terkesan Diskriminasi,
Kalangan di Bengkalis Kecewa Beasiswa Pemprov Riau Abaikan PT di Pesisir


Ahad, 20 Oktober 2019 13:41
Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6

Ahad, 20 Oktober 2019 12:47
Dihadiri Ratusan Kader Baru, DPD PKS Bengkalis Gelar TO

Ahad, 20 Oktober 2019 11:12
Setelah Dilaporkan, Rektor UIN Suska Bakal Hadapi Gelombang Protes Mahasiswanya Pekan Ini

Ahad, 20 Oktober 2019 11:07
Bupati Kuansing Hadiri Apel Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden

Ahad, 20 Oktober 2019 09:25
Terjatuh dari Rakit Penyeberangan di Pulau Kijang, Mahasiswi UNISI Ditemukan Tewas

Sabtu, 19 Oktober 2019 19:50
Tingkatkan Ekonomi,
Ratusan Petani di Bengkalis Belajar Budi Daya Labu Madu Hana



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Pebruari 2018 17:35
Siaga Karhutla, Tim Pemadam PT. RAPP Patroli 24 Jam

PT RAPP terus meningkatkan patroli di daerah rawan karhutla, terutama di lahan gambut. Bahkan patroli kini dilakukan 24 jam nonstop, baik jalur darat, kanal maupun udara.

PELALAWAN -Riauterkini-PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terus meningkatkan patroli di daerah rawan kebakaran, khususnya di lahan gambut. Hal ini mengantisipasi eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Fire and Aviation Manager RAPP, Yuneldi mengatakan patroli karhutla rutin dimaksimalkan menjadi 24 jam baik jalur darat, kanal dan udara. Bahkan, pihaknya mendirikan 1 unit posko siaga di masing-masing Estate.

"Kita baru saja selesai pemadaman di Rupat dan daerah lainnya, dan kita juga siapkan tim inti dan cadangan sebanyak 50 orang di setiap estate untuk patroli," ujar Yuneldi ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (23/2).

Memasuki musim kemarau awal tahun 2018, kondisi udara mulai terpapar kabut asap di sebagian wilayah Riau akibat kebakaran lahan. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Karhutla selama tiga bulan ke depan. Penetapan tersebut diumumkan oleh Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, Senin (19/2) di Pekanbaru. "Status siaga darurat diberlakukan sejak tanggal 19 Februari hingga 31 Mei 2018," kata Wan Thamrin Hasyim.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan awal tahun 2018 terjadi peningkatan jumlah titik panas (hotspot) dan Karhutla yang signifikan. Menyikapi kondisi tersebut, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan ini tidak tinggal diam. RAPP menyatakan kesiapannya mendukung upaya pemerintah mencegah karhutla. Tim pemadam kebakaran (Fire Fighter) saat ini tengah melakukan persiapan kelengkapan peralatan dan personil di Posko Karhutla RAPP.

Perusahaan pun aktif menurunkan bantuan pemadaman ke area-area yang terjadi kebakaran, bekerjasama secara intensif dengan beberapa instansi baik dari Manggala Agni, BPBD, TNI, POLRI, masyarakat, dan perusahaan lainnya. "Ya, kami bahu membahu dan saling melengkapi bersama para pihak untuk memadamkan kebakaran dan team kami diseluruh estate juga siaga penuh serta senantiasa melakukan patroli rutin, karena kami juga menginginkan agar Riau dapat terbebas dari kebakaran lahan dan hutan", jelas Yuneldi.

Selain itu, personel fire fighter RAPP juga melakukan latihan pencegahan dan pengendalian karhutla. Produsen pulp dan kertas dengan merek dagang PaperOne ini, telah berinvestasi lebih dari 6 juta dollar AS untuk kelengkapan peralatan kebakaran dan 2 juta dollar AS untuk biaya operasional per tahunnya.

RAPP juga mengerahkan armada helikopter dan airboat untuk pencegahan karhutla. Perusahaan yang tergabung dalam Grup APRIL ini menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar (No Burn Policy) sejak 1994. Jika membutuhkan bantuan terkait karhutla, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon (hotline) 08117072121.***

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6
- Jatuh dari Getek, Tim.SAR Cari Mahasiswi UNISI di Sungai Pulau kijang
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com